Hanya karena Lupa Kembalikan Baju Batik, Pria Bunuh Kakak Ipar, Sebelumnya Sempat Saling Lakukan Ini

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Pengunjung melihat-lihat batik di salah satu booth pada gelaran Pameran Warisan Nusantara di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/11/2019). Pameran yang akan berlangsung hingga 10 November 2019 itu memamerkan produk fashion yakni kain dan pakaian batik, bordir, tenun, serta asesoris, dan kerajinan tangan. Tribun Jabar/Gani Kurniawan

Reporter: Talitha Desena Darenti

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang pria dengan inisial YP (25) membunuh kakak iparnya sendiri, FS (32).

Warga Jalan Sekayu Muara Teladan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin itu membunuh karena alasan yang sebenarnya cukup sepele.

Dikutip dari Kompas.com, pada Sabtu (11/9/2021), YP datang ke rumah kakak iparnya untuk meminta sepatu dan baju batik miliknya dikembalikan.

Hal itu karena dirinya akan pergi ke kondangan.

Namun, FS tak ada di rumah, dan hanya ada kakak kandungnya yakni AR alias istri korban.

Baju yang diminta pelaku juga tidak ada.

"Istri korban ini mengatakan kalau baju dan sepatu itu tidak ada,

Baca juga: Wanita Ini Jatuh Cinta dengan Narapidana Kasus Pembunuhan & Kini Menikah, Masa Kelam Suami Terungkap

Baca juga: KELUARGA SYOK! Wanita Ini Nekat Menikahi Pelaku Pembunuhan Saudaranya, Kulamar Kau dari Penjara

Ilustrasi. (iStockPhoto)

Sehingga pelaku marah-marah dan mengancam akan membunuh kakak kandungnya sendiri," kata Kasat Reskrim Polres Muba AKP Ali Rojikin, Senin (13/9/2021) via Kompas.com.

Setelah kedatangan YP, AR menjadi ketakutan dan menghubungi FS agar pulang.

FS pulang dan mencari keberadaan YP.

Mereka bertemu di rumah kontrakan YP yang berada di kawasan Kecamatan Sekayu.

Setelah bertemu, keduanya sempat terlibat adu mulut.

Keduanay bertengkar sangat hebat sampai mengganggu tetangga.

Bahkan para tetangga akhirnya datang dan melerai.

"Mereka sempat adu mulut namun sempat dilerai oleh keluarganya yang lain," ujar Kasat.

YP lalu mengambil pisau dan menusuk ban motor milik FS hingga pecah.

FS akhirnya ikut emosi dan mereka bergulat dimana YP masih memegang pisau.

Alhasil, FS pun terkena luka tusukan di bagian dada sebelah kiri.

"Korban sempat melawan tetapi karena lukanya fatal ia roboh dengan kondisi banyak mengeluarkan darah.

Akhirnya korban tewas di tempat," ungkapnya.

Polisi langsung menangkap YP dan dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara di atas lima tahun dengan barang bukti berupa pisau.

Berita Lain, Karena Lupa Menaruh Egg Roll di Pesanan Makanan, Pegawai Resto Sampai Alami Hal Ini

Kejadian viral melempar makanan di restoran Happy Takeout (nettshark)

Nasib apes dialami oleh seorang pegawai restoran.

Dikutip dari nextshark.com, pada 29 Agustus 2021, seorang pegawa restoran Happy Takeout di Sacramento, Amerika yang bernama Diana Dich, bertengkar dengan seorang pembeli.

Seorang pembeli bernama Anthony Brewer membeli makanan di restoran dimana Diana bekerja.

Ternyata, pesanan makanannya kurang telur gulung.

Anthony langsung marah dan melemparkan makanan yang diterimanya ke wajah Diana.

Setelah melempar makanan, Anthony langsung pergi.

Diana pun berlari keluar untuk memotret mobil Anthony sebagai barang bukti.

Anthony yang masih emosi kemudian melakukan kekerasan pada Diana di tempat parkir.

Kejadian tersebut pun menjadi viral setelah Diana mempostingnya di Instagramnya, @mothbear.

Setelah viral, Anthony kemudian meminta maaf.

"Aku bersalah, aku tidak seharusnya melempar makanan,

Seharusnya sudah cukup untuk meminta uangku kembali,

Namun saat itu aku hanya merasa sudah tidak mood untuk makan".

Selain itu, Anthony mengatakan dirinya bertindak kekerasan di tempat parkir pada Diana karena membela diri.

Saat itu, Diana menyemprotkan spray pepper padanya.

Sehingga aksinya tersebut murni untuk pembelaan diri.

Meski begitu, Anthony tetap dipanggil oleh kepolisian untuk pemeriksaan.

Diana sendiri kemudian berterimakasih pada netizen yang membuat kasus ini viral.

Di Amerika Serikat sendiri, tengah banyak yang menyuarakan kampanye mengenai tindakan rasisme pada warga keturunan Asia.

Restoran Happy Takeout dikelola oleh keluarga Diana yang keturunan Vietnam-Tiongkok.

Klik disini untuk lihat postingannya

(Tribunnewsmaker.com/Talitha)