Cara Cek BLT UMKM, Akses 2 Website Resmi BRI dan BNI, Apakah Dilanjut di 2022? Ini Penjelasannya

Penulis: Nafis Abdulhakim
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi dana bantuan langsung tunai

Reporter: Nafis Abdulhakim

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berikut cara cek penerima BLT UMKM dengan mengakses dua website resmi BNI dan BRI.

Pemerintah memberikan bantuan untuk pelaku UMKM melalui program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Para pelaku usaha akan mendapatkan bantuan senilai Rp 1,2 juta.

Demi memastikan bahwa Anda sebagai penerima bantuan, masyarakat bisa cek secara online dengan mengakses eform.bri.co.id/bpum dan banpresbpum.id.

Saat ini, penyaluran BLT UMKM telah memasuki tahap kedua.

Baca juga: CARA Cek Saldo KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) dan Cek Bantuan BPNT Melalui HP Secara Online

Baca juga: Sudah Cair ke 4,6 Juta Pekerja, Ini Cara Cek Penerima Subsidi Gaji, Akses Laman BPJS Ketenagakerjaan

Penyaluran bantuan tahap ini ditargetkan selesai pada akhir September 2021.

Lantas, apakah BLT UMKM akan dilanjut di tahun 2022?

Berikut penjelasan Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya.

Eddy mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kelanjutan program tersebut.

Saat ini, Kemenkop UKM masih menunggu keputusan daru Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait program BLT UMKM 2022.

“BPUM tahun depan kita menunggu (keputusan) dari Kemenkeu, kalau diminta lagi kita siap, karena masih banyak yang membutuhkan dan berharap menerima bantuan ini,” ujarnya dalam jumpa pers virtual, Senin (20/9/2021), dikutip dari kompas.com.

Lebih lanjut, Eddy mengatakan, kelanjutan program BLT UMKM akan sangat tergantung terhadap alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022.

Meski belum ada kepastian terkait BLT UMKM di tahun 2022, Kemenkop UKM akan terus mengevaluasi penyaluran bantuan baik secara internal maupun dengan melibatkan lembaga lainnya.

“Evaluasi tentu ada dari internal dan BPK dan BPKP," kata Eddy.

Sampai saat ini, Kemenkop UKM mencatan telah menyalurkan bantuan untuk pelaku UMKM sebesar Rp 15,24 triliun kepada 12,7 juta penerima.

Sementara itu, target bidikan BLT UMKM tahun ini sebesar 12,8 juta penerima.

Simak cara cek penerima BLT UMKM melalui website BRI dan BNI.

Panduan Cek Penerima BPUM di BRI

Halaman eform.bri.co.id/bpum (Tangkap layar bri.co.id)

Berikut ini cara pengecekan nama penerima BLT UMKM Rp 1,2 juta:

- Kunjungi laman eform.bri.co.id/bpum.

- Masukkan nomor KTP dan kode verifikasi.

- Kemudian, klik 'Proses Inquiry'.

Nantinya akan ditampilkan keterangan apakah nomor KTP tersebut terdaftar sebagai penerima BPUM atau tidak.

Jika bukan penerima BPUM, maka akan ditampilkan tulisan:

"Nomor eKTP tidak terdaftar sebagai penerima BPUM."

Panduan Cek Penerima BPUM di BNI

Halaman Website banpresbpum.id (Tangkap layar banpresbpum.id)

- Masuk ke laman http://banpresbpum.id.

- Isi nomor KTP.

- Kemudian, pilih 'Cari'.

- Selanjutnya akan muncul pemberitahuan Anda termasuk penerima BPUM atau tidak.

Selain bisa dicek secara online, penerima BPUM juga akan diinformasikan melalui SMS oleh bank penyalur.

Setelah menerima SMS, penerima BPUM harus melakukan verifikasi ke bank penyalur yang sudah ditentukan, agar bantuan dapat segera dicairkan.

Sebagi informasi, penyaluran BLT UMKM tahap 2 tahun 2021 akan dibagi menjadi 3 periode, yakni bulan Juli, Agustus, September 2021.

Berikut jadwal pencairan BLT UMKM atau BPUM tahap 2 tahun 2021 untuk 3 juta pelaku usaha mikro:

- Sebanyak 1.500.000 Pelaku Usaha Mikro akan menerima BLT UMKM Rp 1,2 juta sampai dengan akhir Juli 2021.

- Sebanyak 1.000.000 Pelaku Usaha Mikro akan menerima BLT UMKM Rp 1,2 juta pada Agustus 2021.

- Sebanyak 500.000 Pelaku Usaha Mikro akan menerima BLT UMKM Rp 1,2 juta pada September 2021.

Syarat Penerima Bantuan UMKM Program BPUM

- Warga Negara Indonesia;

- Mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK);

- Memiliki Usaha Mikro;

- Bukan ASN, TNI/POLRI, serta pegawai BUMN/BUMD;

- Tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR;

- Bagi pelaku Usaha Mikro yang memiliki KTP dan domisili usaha yang berbeda, dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU).

(Tribunnewsmaker.com/Nafis)