Rayakan Pesta Pernikahan, Mempelai Pria Dilempar dan Gagal Ditangkap, Nahas Alami Patah Tulang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tragedi mempelai pria terjatuh ke lantai setelah dilempar ke udara oleh tamu undangan

Reporter: Nafis Abdulhakim

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nasib nahas dialami oleh mempelai pria pada saat pesta pernikahannya.

Ia dilempar ke udara oleh tamu undangan.

Namun nahas, para tamu undangan yang melempar pria tersebut gagal menangkapnya.

Alhasil mempelai pria tersebut mengalami patah tulang.

Insiden itu diketahui terjadi di Bihor County.

Dari rekaman yang beredar, memperlihatkan insiden dimulai dengan segerombolan tamu menari di pesta pernikahan itu.

Baca juga: VIRAL Pengguna Google Maps Kaget, Temukan Aksi Akrobat Pria Naik Motor dan Tersungkur, Ini Sosoknya

Baca juga: TERLILIT Utang Rp 1,7 Miliar, Pria Ini Malah Bakar Mobil Bentley Mewahnya, Miliki Tujuan Licik Ini

Mempelai pria yang dilempar ke udara oleh para tamu undangan (The Sun/CEN)

Salah seorang tamu kemudian memegang pengantin pria yang terlihat bahagia itu.

Tamu tersebut kemudian dibantu oleh beberapa orang mengangkat mempelai pria ke udara.

Dilansir dari The Sun, awalnya usaha pertama sukses.

Namun dalam suasana bahagia itu, para tamu melempar mempelai pria untuk kedua kalinya ke udara.

Pada lemparan kedua, nahas mempelai pria jatuh dalam posisi terbalik dengan kepala menghadap ke tanah.

Bihorjust, media Romania melaporkan, para tamu undangan tersebut memperburuk keadaan dengan mengangkat mempelai pria sebelum paramedis tiba.

"Saya seharusnya tidak dipindahkan ketika masih terbaring di lantai," ujar si pengantin.

Diketahui, pesta pernikahan tersebut tetap dilanjutkan setelah mempelai pria dilarikan ke rumah sakit.

Dokter Lucia Daina yang menangani mempelai pria tersebut mengatakan, korban mengalami patah tulang belakang.

Mempelai pria mendapatkan perawatan dokter dan mengalami patah tulang serius (The Sun/CEN)

"Perkembangannya sedikit lebih baik."

"Dia dibawa ke bangsal bedah syarat."

"Pekan depan, dia bakal menjalani serangkaian tes," ujar Dr Daina.

Pengantin berusia 31 tahun tersebut dilaporkan berencana untuk menuntut tamu yang sudah membuatnya terluka.

"Saya sudah menghubungi pengacara, tetapi saya masih belum memutuskan langkah selanjutnya," ujar si mempelai.

Tak Sadar Ditembak Saat Tidur, Pria Ini Mengira Dicakar Kucing, Temukan Selongsong Peluru di Lantai

Sebelumnya diberitakan, tengah tertidur lelap, seorang pria tidak mengetahui jika dirinya telah tertembak.

Bahkan ia mengira sedang dicakar kucing.

Insiden ini diketahui terjadi di India.

Pria bernama Nemi Chand kala itu sedang tidur ketika merasakan sensasi seperti disengat.

Namun yang ia pikir, rasa sakit tersebut akibat cakaran kucing.

Pria yang bekerja sebagai teknisi listrik itu pun mengabaikan rasa sakit itu.

Ia bahkan tidak mengetahui ada peluru yang menembus tubuhnya.

Peluru itu pun melewati bagian bawah tulang rusuknya.

Dilansir dari The Sun, pria berusia 35 tahun tersebut sedang tidur bersama tiga rekannya.

Mereka terlelap setelah memeriksa dugaan korsleting listrik di Rajasthan, utara India.

Saat Nemi tertembak, tiga temannya sama sekali tidak mendengar suara tembakan.

Setelah tujuh jam, temannya baru sadar menemukan selongsung peluru di lantai.

Temuan tersebut menandakan rasa sakit Nemi bukan dari cakaran kucing.

Pria 35 tahun tersebut kemudian ke rumah sakit.

Ia kemudian mendapatkan pemeriksaan dengan sinar X.

Untungnya, dari hasil pemeriksaan, peluru tersebut tidak mengenai organ vitalnya.

Pada Jumat pagi waktu setempat (17/9/2021), Nemi segera menjalani operasi.

Potongan video yang diunggah dokter di Rajasthan, India, menunjukkan mereka berusaha mengeluarkan peluru dari seorang pria. Nemi Chand ditembak ketika sedang tidur. Tapi, dia mengira rasanya seperti dicakar kucing. (JAM PRESS via The Sun)

Ia menggunakan anaestesi umum untuk mengeluarkan pelurunya.

Tim bedah sedikit kesulitan untuk mengeluarkan peluru tersebut.

Setelah melakuakn operasi, Dokter bedah ortopaedi Vardharam Dewasi dan Dr Narseeram melakukan pencegahan agar tidak terjadi infeksi.

Kemudian kasus ini sampai ke pihak kepolisian.

Kepolisian Raniwara menyatakan, mereka melaporkan kasus tersebut sebagai upaya pembunuhan dan menggelar penyelidikan.

(Tribunnewsmaker.com/Nafis)