#PercumaLaporPolisi, Ini Deretan Kasus Picu Munculnya Tagar Viral, Kakak Temukan Adik Lewat Twitter

Editor: ninda iswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Deretan kasus picu munculnya #PercumaLaporPolisi, termasuk polisi banting mahasiswa di Tangerang

"Ditemukan adanya penyidikan yang tidak profesional yang dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan," ujar dia.

Baca juga: Heboh Video Mahasiswa Diseret Saat Demo, Polisi: Tidak Diinjak, Dia Kami Pisahkan untuk Diamankan

Baca juga: TEGANYA! Gadis 15 Tahun Diperkosa Pria di Pantai & di Tengah Kerumunan, Sengaja Ditutupi dengan Ini

Seorang kakek ditahan saat bela diri dari pencuri

Kekecewaan masyarakat terhadap pihak kepolisian semakin besar saat baru-barua ini seorang kakek, Kasmito (74) harus mendekam di tahanan Kejaksaan Negeri Demak.

Penjaga kolam ikan di Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, ini didakwa telah melakukan penganiayaan.

Mbah Minto, sapaan Kasmito, diduga menganiaya pencuri di kolam yang dijaganya.

Pencuri yang diketahui bernama Marjani (38) warga Desa Wonosari, Kecamatan Bonang, Demak harus menjalani perwatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (7/9/2021) malam itu berawal saat Mbah Minto memergoki dan menangkap terduga pencuri di kolam ikan milik Suhadak (53).

Namun, pelaku yang diduga melakukan pencurian justru melaporkan Mbah Minto sebagai terlapor tindak pidana penganiayaan.

Kasus tersebut kini telah memasuki tahap II dan penanganan perkaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Demak.

Haryanto, kuasa hukum Mbah Minto, dalam pers rilisnya mengatakan, dua petak kolam ikan yang dijaga oleh kliennya sering terjadi pencurian ikan.

Tak hanya ikan, alat-alat perikanan seperti mesin diesel dan pompa air juga sering hilang diambil orang.

Pada saat malam kejadian itu, Mbah Minto mempergoki pelapor yang berada di dalam kolam sedang mencuri ikan mengunakan alat setrum.

Merasa aksinya diketahui, si pencuri mengarahkan setrumnya ke arah Mbah Minto. Secara spontan, Mbah Minto mengambil sabit dan langsung menyerang si pencuri.

Menurut Haryanto, tindakan Mbah Minto telah memenuhi unsur pembelaan diri seperti yang diatur Pasal 49 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Aturan itu berbunyi “Barangsiapa terpaksa melakukan perbuatan untuk pembelaan, karena ada serangan atau ancaman serangan ketika itu yang melawan hukum, terhadap diri sendiri maupun orang lain; terhadap kehormatan kesusilaan (eerbaarheid) atau harta benda sendiri maupun orang lain, tidak dipidana”

“Sehingga Mbah Minto tidak seharusnya dipidana,” kata Haryanto yang juga Direktur LBH Demak Raya.

Sementara itu, Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono membenarkan telah terjadi tindak pidana penganiayaan terhadap terduga pelaku pencurian.

Budi menjelaskan, awalnya polisi menerima laporan warga yang menemukan seorang laki-laki dengan luka bacok pada bagian lengan kanan dan leher sebelah kiri.

Kemudian Satreskrim Polres Demak melakukan penyelidikan.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan barang bukti senjata tajam jenis clurit panjang sekitar 43 sentimeter, polisi kemudian mengamankan Mbah Minto.

“Memang benar kita menangani kasus penganiayaan tersebut dan sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Pelaku penganiayaan ini dijerat KUHP pasal 351 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun,” ungkap Budi, Rabu (13/10/2021).

Viral video polisi banting mahasiswa di Tangerang (Twitter @nuicemedia)

Polisi banting mahasiswa saat demo

Kasus yang masih menjadi pembicaraan warganet belakangan ini juga kejadian polisi membanting tubuh mahasiswa yang diketahui peserta aksi demo.

Polisi membanting dan mempiting tubuh peserta demo yang terjadi di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, saat peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang, Rabu (13/10/2021).

Kejadian itu terekam dalam sebuah video singkat yang menuai kemarahan publik kemudian viral di media sosial.

Atas peristiwa itu, Kapolres Kota Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro dan Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto meminta maaf kepada FA.

Kapolda Banten menyatakan bakal menindak personel polisi yang membanting FA. Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri pun turun ke Polda Banten untuk melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang melakukan pengamanan saat aksi demo tersebut.

Brigadir NP, oknum polisi yang membanting FA dikenai sanksi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2003.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro berujar, pihaknya memberi sanksi kepada NP sesuai PP Nomor 2 Tahun 2003 Pasal 4 Huruf A dan Pasal 4 Huruf B.

Sanksi itu diberikan lantaran peristiwa pembantingan FA tergolong sebagai pelanggaran standar operasi prosedur (SOP) saat menangani massa aksi demo.

"Yang bersangkutan (NP), kita gunakan peraturan disipliner anggota Polri, (PP) Nomor 2 Tahun 2003. Kita terapkan pasal 4 huruf A dan pasal 4 huruf B," urainya pada awak media, Kamis (14/10/2021).

Usai diberikan sanksi itu, Polda Banten mengamankan NP.

Pelaku diamankan di Divisi Propam Polda Banten sembari menjalani pemeriksaan.

"Yang bersangkutan (NP) saat ini juga berada di Divisi Propam Polda Banten, sudah diamankan," ucapnya.

Baca juga: PENGAKUAN Oknum TNI Bantu Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Tak Terima Imbalan, Begini Nasibnya

Baca juga: Tragis Seorang Pensiunan Polisi di Semarang Jadi Manusia Silver, Lalu Kena Garuk Satpol PP

5 tahun lapor polisi kakak temukan adik lewat twitter

Tidak hanya deretan kasus di atas, viralnya seorang kakak menemukan adiknya berkat Twitter setelah lima tahun mencarinya juga menjadi pemicu tagar #PercumaLaporPolisi semakin dicari warganet.

Dilansir dari Tribun Jakarta, akun Twitter @arlinath menceritakan bahwa dirinya kehilangan adik laki-lakinya pada tahun 2015/2016.

Ia bersama keluarga sudah berupaya mencari dan melaporkan kehilangan adiknya itu kepada polisi.

Bahkan, karena sudah terlalu lama, keluarganya pun menyerah karena kondisi adiknya tersebut tunawicara.

Tetapi, setelah @arlinath curhat melalui akun Twitternya, Selasa (12/10/2021), akhirnya adiknya dapat ditemukan.

"Sebenarnya juga kita udah nyerahkarena g ada petunjuk sama sekali. dia tunawicara. nama nya Yehezkiel, biasa di panggil Eskil. tolong siapapun yang pernah liat dia atau tau keberadaan nya bisa dm gua. sebelom nya makasih banyak," tulis akun @arlinath pada Selasa (12/10/2021).

Cuitannya tersebut juga viral hingga membuat banyak netizen membantu untuk menemukan adiknya yang bernama Yehezkiel tersebut.

Bocah laki-laki berusia 13 tahun tersebut diketahui keberadaannya oleh netizen bernama @Puji6781478.

Bahkan netizen tersebut juga memperlihatkan foto Yehezkiel terbaru.

Setelah rangkaian konfirmasi, foto yang dikirim tersebut ternyata memang benar sang adik yang dicari.

Akun @arlinath pun, pada Kamis (14/10/2021) mencuitkan bahwa adiknya yang hilang sudah berhasil ditemukan.

"Thx God, I found it," tulisnya.

(Kompas.com/Maya Citra Rosa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Deretan Kasus Kepolisian Picu Viralnya Tagar #PercumaLaporPolisi di Media Sosial