Tragedi Dinding Rumah Roboh di Kalideres, Korban Tewas Memeluk Balitanya, Ini Kronologi Kejadian

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dinding rumah di Jalan Satu Maret RT01 RW 03, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, roboh pada Sabtu (23/10/2021) malam.

"Kita memotongnya pelan-pelan takut rubuh, kami tidak akan membiarkan siapapun yang mencoba mengangkat beton," ucap Welman di lokasi kejadian.

"Kami menyelamatkan korban dulu baru mengangkat beton," sambungnya.

Selama proses penyelamatan tersebut, petugas tak berhenti menyemangati korban yang tubuhnya terimpit.

Momen mengharukan terjadi ketika YA berhasil keluar dengan selamat.

Seluruh personel Damkar Depok yang diterjunkan di lokasi kejadian larut dalam rasa syukur.

Bahkan, beberapa di antaranya saling berpelukan, hingga tak kuasa menitikkan air matanya.

"Alhamdulillah ya Allah," ujar beberapa personel Dinas Damkar Depok.

Perjuangan yang dilakukan petugas sangat diapresiasi warga.

Warga bahkan menyebut, para petugas merupakan pahlawan yang sebenarnya.

"Luar biasa, ini baru pahlawan sebenarnya nih," kata seorang warga yang ada di lokasi.

"Alhamdulillah sehat-sehat terus Damkar, kalian luar biasa," teriak seorang warga disambut riuh tepuk tangan.

YA diselamatkan dalam kondisi sehat. Hanya ada sedikit luka lecet di tubuhnya.

Welman amat sangat bersyukur dengan hal tersebut.

"Alhamdulillah kondisi korban selamat sehat. Hanya lecet saja, kuasa Allah sungguh besar," kata Welman.

Peluk haru dan tangis sebagai bentuk rasa syukur personel Damkar Depok setelah berhasil mengevakuasi korban dengan selamat, Jumat (15/10/2021). (Dwi Putra Kesuma / Tribun Jakarta)

Setelah berhasil dievakuasi, YA langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis.

Saat evakuasi berlangsung hampir empat jam, YA masih bisa diajak berkomunikasi.

"Kepalanya sudah keluar, tangannya kejepit. Kondisi korban sehat, bisa komunikasi," kata Welman.

Welman mengatakan, pihaknya harus ekstra hati-hati mengevakuasi bagian tubuh yang tertimpa puing bangunan.

"Kita harus potong hati-hati bagian puingnya satu persatu," ungkapnya.

Selama proses evakuasi, korban terus disuplai makanan, minuman, hingga oksigen.

"Korban terus kami suplai makan, sudah dikasih minum, oksigen," ucap Welman.

"Dokter juga sudah periksa, secara umum kondisinya baik," imbuh dia.

Welman mengatakan, korban bisa berkomunikasi meski saat terjepit.

"Masih bisa komunikasi jalan terus," ungkapnya.

Ambruknya mobil crane dan tiang beton ini merusak satu rumah warga dan satu warung klontong.

Tiga korban lainnya yang menderita luka-luka lebih dulu dilarikan ke rumah sakit.

(TribunJakarta/ Elga Hikari Putra)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Meninggal Akibat Dinding Rumah Roboh, Jasad Ibu Terlihat Peluk Balitanya saat Dievakuasi