Virus Corona

VAKSIN Booster Covid-19 Berbayar, Ini Daftar Harganya Sinovac hingga Moderna, Diperkirakan Awal 2022

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Vaksin booster Covid-19 berbayar, simak perkiraan harganya dari berbagai merek.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah perkiraan harga vaksin Covid-19 booster dari berbagai merek, seperti moderna hingga sinovac.

Saat ini vaksin booster Covid-19 tengah ramai diperbincangkan, Publik menanti harga vaksin booster berbayar tersebut.

Jika berkaca dari Program Vaksin Gotong Royong yang berjalan saat ini, harga vaksin Covid-19 bisa mencapai Rp 439.570 per dosis. Hal itu termasuk jasa penyuntikan.

Tapi, jika melihat data harga vaksin global saat ini, beberapa merek vaksin Covid-19, harga terendahnya bisa di bawah US$ 10 per dosis atau sekitar Rp 140.000-an, relatif lebih terjangkau ketimbang harga Vaksin Gotong Royong.

Meski begitu, Koordinator Bidang Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengingatkan, tidak semua masyarakat di luar PBI tergolong mampu.

Sehingga, sanggup membayar vaksin booster Covid-19.

Menurutnya, banyak masyarakat yang tak jadi peserta PBI Jaminan Kesehatan Nasional bakal kesulitan membayar vaksin booster untuk keluarga mereka bila harganya setara dengan Vaksin Gotong Royong saat ini.

"Prinsipnya, kami setuju ada vaksin booster berbayar agar tak membebani APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara), tapi harus jelas juga soal harga vaksin berbayar, harus terjangkau oleh semua lapisan masyarakat," ujar Timboel.

Apalagi, Timboel menyebutkan, situasi pandemi Covid-19 masih dinamis dan sulit diprediksi, termasuk soal vaksinasi.

Jadi, bukan tak mungkin vaksin booster bisa terus berulang bila pandemi berlangsung dalam waktu yang lama.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Pelajar SD & SMP di Malang Sudah 100 Persen, Hasil Swab Rutin Tunjukkan Nol Kasus

Baca juga: Tenaga Medis Mulai Terima Vaksin Booster, Bagaimana Rasanya? Ini Kata Ketua IDAI

Vaksinator menyiapkan vaksin Sinovac (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Pegang kendali impor

Ahli Kesehatan Lingkungan dan Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, pemerintah tentunya memiliki perhitungan sendiri dalam menentukan harga vaksin booster.

Dan jelas, harga vaksin booster tidak akan sama antarmerek vaksin.

Namun, Dicky berharap, untuk pelaksanaan vaksin booster, pemerintah tetap memegang peranan dan kendali dalam proses impor vaksin Covid-19.

Halaman
1234