Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Kasus Ferdy Sambo

Cerita Bharada E, Lihat Wanita Nangis Keluar dari Rumah Ferdy Sambo, Reaksi Putri Disorot: Ibu Marah

Editor: octaviamonalisa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bharada E lihat ada wanitab nangis keluar dari rumah Ferdy Sambo, Putra tampak marah

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Bharada E ungkap pertengkaran Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebelum kematian Brigadir J.

Diakui Bharada E, dirinya sempat melihat seorang perempuan menangis saat keluar dari rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka.

Setelah kehadiran wanita tersebut, Putri Candrawathi disebut Bharada E seperti orang sedang marah.

Begitu pun dengan Ferdy Sambo yang juga terlihat sedang menahan amarah.

Hal itu disampaikan oleh Bharada E saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Bharada E Ungkap, Bripka RR Sempat Ingin Tabrakkan Mobil yang Dinaiki Brigadir J, Martin: Jahat!

Ferdy Sambo, Putri Candrwathi dan Bharada E (YouTube Kompas TV)

Mulanya Hakim Wahyu Santosa menanyakan perihal adakah pertengkaran antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebelum peristiwa di Magelang.

Bharada E lalu bercerita bahwa dirinya sempat melihat sosok perempuan yang menangis saat keluar dari rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka.

Peristiwa itu terjadi pada Juni 2022.

Mengutip Kompas TV, saat itu Putri Candrawathi tiba-tiba mengajak dirinya, Brigadir J, dan Matthius untuk pergi ke suatu tempat.

“Jadi saya lagi di rumah (Saguling), Matthius juga di rumah, tiba-tiba ibu turun, almarhum pertama duluan turun dari lantai 2 bawa senjata, langsung taruh di dalam mobil yang mulia,” katanya.

Baca juga: Betapa Jahatnya Kakak Brigadir J Merinding Dengar Kesaksian Bharada E: Segitu Dendamnya Kalian

Putri lalu meminta agar Brigadir J dan Matthius untuk berada dalam satu mobil dengannya.

Sementara Bharada E diminta ikut dengan menggunakan mobil lain.

Mereka lalu pergi ke arah Kemang.

“Nanti Dek Richard, kamu di mobil sendirian ya, di belakang.

Halaman
1234