TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dulu dikenal sebagai member SMASH paling ganteng, Rafael Landry Tanubrata ceritakan ngerinya dibully warganet.
Sosok penyanyi sekaligus aktor yang lebih akrab dipanggil Rafael Tan mengaku pernah mendapatkan bully dari warganet.
Bullyan terjadi saat Rafael Tan pertama bergabung dalam grup yang berisikan Morgan Oey dkk.
Jika mengingat ke belakang bullyan yang didapat Rafael Tan tergolong masuk ke cyberbullying karena dilakukan oleh warganet.
Dilansir dari Kompas.com (28/3/2023) cyberbullying merupakan perundugan yang dilakukan di dunia maya.
“Jadi dulu aku lebih ke cyberbullying, 13 tahun lalu,” kata Rafael Tan.
Namun bukannya marah berlarut-larut Rafael Tan mencoba mengerti sikap warganet yang terus membully dirinya.
Hingga akhirnya Rafael Tan menyimpulkan jika pembully di dunia maya merupakan orang yang ingin mencari perhatian.
Baca juga: Personil SMASH Ini Dulu Top Jadi Idola Remaja, Kini Tinggal di Kos-kosan Berukuran Sepetak, Nyaman
“Yang komen negatif itu biasanya mereka yang butuh perhatian,"
"mereka tuh sebenarnya kurang perhatian dari keluarga akhirnya meluapkan di sosmed,” tutur Rafael Tan.
Meski mencoba untuk santai Rafael Tan diketahui juga sempat terpancing emosi.
Pasalnya komentar warganet sempat membuat hati Rafael Tan merasa disakiti.
“Sempat terpancing, pengin marah tapi setelah dari situ aku belajar, apa yang mereka bilang tidak benar,” ungkap Rafael Tan.
Mencoba untuk berpikir dengan kepala dingin akhirnya Rafael Tan mendapatkan jawaban lagi.
Menurut Rafael Tan cara terbaik untuk membalas komentar negatif dari para pembully adalah dengan prestasi.
“Kita buktikan dengan prestasi,” ujar Rafael Tan.
Kencenderungan cyberbullying terjadi lantaran mereka tak berani berhadapan langsung dengan publik figur secara langsung.
Rafael Sempat Berjualan Basreng Dampak Pandemi
Boyband SMASH sempat booming dan menjadi idola di Indonesia.
Sepuluh tahun silam ketika demam Kpop tengah melanda, kepopuleran SMASH ikut melonjak.
Namun kini nama SMASH meredup, lantas bagaimana kabar para personilnya?
Salah satu personil SMASH adalah Rafael Tan.
Dalam sebuah wawancara Rafael Tan mengaku hidupnya sedang sulit hingga ia terpaksa banting setir jualan bakso aci buatan sendiri, melansir Sripoku Sabtu 23 Oktober 2021.
Apalagi di tengah pandemi seperti ini.
Baca juga: Akhir Pernikahan Stefan William? Celine Evangelista Kepergok Goda Rafael Tan: Bentar Lagi Aku Jomblo
Baca juga: IMBAS Sopir Taksi Online Sebut Sosok Artis Ngutang Rp 54 Ribu, Reza SMASH Akhirnya Lunasi Utangnya
Pantauan Sripoku.com, bukan cuma jualan bakso aci saja, Rafael Tan ternyata juga membuka sebuah bisnis cemilan.
Dalam akun @ngegayem.cocorafael, Rafael Tan banyak menjulal berbagai jenis cemilan.
Mulai dari cipeng, basreng, tempe garut, stick pangsit, telor gabus.
Banyak dari kalangan selebriti yang juga turut mendukung jualan Rafael Tan loh.
Beberapa dari mereka juga membantu mempromosikan jualan dari member Smash tersebut.
Meski kini sudah jarang manggung dengan member utuhnya, namun boyband Smash tentu masih ada.
Hanya saja, mereka belum comeback (membuat lagu baru).
Curahan hati Rafael Tan
Melalui tayangan di YouTube Daniel Mananta Network, terkuak bahwa Rafael Tan adalah salah satu artis Tanah Air yang merasakan dampak pandemi Covid-19.
Mau tak mau karena harus bertahan hidup, Rafael memutuskan belajar membuat bakso aci menggunakan tangannya sendiri.
Baca juga: Coboy Junior, SMASH, Hitz Bubar? Lihat Eks Personelnya: Morgan, Iqbaal, Lee Jeong Hoon Tetap Eksis!
Pria bernama asli Rafael Landry Tanubrata ini bahkan merasa sedang berada di titik kehidupan yang dia tak pernah sangka.
"Gue merasa (terdampak) banget. Gue sampai bertanya, kenapa gue harus ada di titik ini," kata Rafael Tan.
"Sampai gue harus jualan bakso aci yang gue bikin sendiri. Karena memang saat itu gue enggak ada pemasukan sama sekali," kata dia.
Besarnya cicilan bulanan dan kebutuhan sang ibu membuat pria asal Garut ini mengalahkan rasa gengsinya untuk berjualan bakso aci di tengah keadaan yang serba susah ini.
"Mau enggak mau harus survive, Nyokap per bulan harus gue penuhi. Ada cicilan harus ditanggung juga.
Kalau gue enggak kerja dan tabungan habis gimana ya," tutur Rafael.
Meski merasa sedang diuji, namun Rafael dapat memetik berbagai pelajaran di situasi ini.
"Itu gue jualan bakso aci yang gue bikin sendiri, bagaimana ngulen sendiri, tester sendiri. Ya, merasa semuanya serba sendiri pokoknya."
"Dan gue merasa, 'Tuhan gue enggak sangka ada di titik ini'," tandas Rafael Tan.
(TribunnewsMaker.com/Candra/Sriwijaya Post)