TRIBUNNEWSMAKER.COM - TAK PUNYA HATI, 5 siswa SMK di Cimahi melakukan pembullyan hingga penganiayaan pada teman satu sekolahnya, pelaku mengaku tersinggung dengan korban.
Baru saja dikabarkan, seorang siswa SMK dibully hingga dikeroyok 5 teman satu sekolahnya.
Aksi perundungan ini terekam CCTV dan membuat heboh warga.
Kini pelaku mengaku jika sakit hati dengan korban.
Lantas, seperti apa kronologinya?
Warga Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, dibuat ketakutan dengan kejadian yang ada di wilayahnya.
Beberapa waktu lalu terjadi perundungan atau bullying terhadap seorang siswa SMK.
Baca juga: MENYEDIHKAN! Siswa SD di Bogor Takut ke Sekolah karena Sering Di-bully, Kondisi Korban Trauma Berat
Pelaku berjumlah lima orang yang merupakan teman sekolah korban itu melakukan perbuatan tak terpujinya di kawasan Velodrome, Jalan Kebon Manggu.
Aksi perundungan yang terjadi pada Jumat (18/8/2023) tersebut viral di sosial media setelah perbuatan para pelaku yang saat itu masih memakai pakaian sekolah berwarna putih abu itu direkam oleh warga setempat.
Berdasarkan video yang beredar, terlihat korban hanya duduk sambil bersandar ke tembok.
Sedangkan empat pelaku berdiri dan yang satunya jongkok menghadap ke korban sambil berbicara, kemudian satu pelaku tiba-tiba menendang korban.
Setelah itu satu orang pelaku yang memakai jaket hitam dan memakai helm langsung memukul korban beberapa kali dengan menggunakan benda tumpul.
Lalu sempat dihadang oleh satu pelaku lainnya yang juga memakai jaket hitam.
"Awalnya ada ramai-ramai di bawah (velodrom),
Terus aku inisiatif ke atas membawa HP karena enggak biasanya ada ramai kayak gitu," ujar warga setempat, Rusyta Dewi (30) di Padasuka, Minggu (20/8/2023).
Saat itu dia pun melihat ada satu orang yang terlihat sedang dipukulin, namun Rusyta sendiri mengaku hanya bisa merekam kejadian tersebut dan tidak berani untuk keluar rumahnya karena merasa takut.
Baca juga: PILU! Siswi di Tangerang Di-bully dan Dikeroyok 4 Gadis, Kerudung Korban Ditarik dan Rambut Dijambak
"Takutnya nanti para pelaku dendam mengarah rumah ini,
Jadi akhirnya aku cuma video-in doang dari dalam rumah," katanya.
Ia mengatakan, peristiwa perundungan yang dilakukan oleh 5 pelaku terhadap satu orang hingga berujung penganiayaan itu berjalan cukup lama saat masyarakat tengah menjalankan ibadah salat Jumat.
"Kejadiannya lumayan agak lama, ada sekitar 15 menit,
Jadi saat Jum'atan bubar mereka juga pulang," ujar Rusyta.
Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Luthfi Olot Gigantara membenarkan terkait kejadian perundungan tersebut dan pihaknya telah berhasil mengamankan para pelaku yang berstatus pelajar di salah satu SMK di Cimahi.
"Berkaitan dengan video yang kemarin sudah viral di medsos, kami dari Satreskrim Polres Cimahi telah berhasil mengamankan terduga pelaku ada 5 orang yang terekam di video," kata Lutfi.
Ia mengatakan, para pelaku melakukan perundungan dan pemukulan terhadap korban yang merupakan teman satu sekolahnya itu karena tersinggung perkataan korban saat para pelaku itu memasang sebuah bendera geng di sekolahnya.
Baca juga: PILU Nasib Siswa SD di Cileungsi Bogor, Jadi Korban Bully Kini Trauma & Mengurung Diri, Sekolah Cuek
"Untuk motif sendiri karena pelaku merasa tersinggung oleh korban karena ketika di upload video di medsos ada ucapan bahwa ada serigala sedang memasang bendera," ucapnya.
MENYEDIHKAN! Siswa SD di Bogor Takut ke Sekolah karena Sering Di-bully, Kondisi Korban Trauma Berat
Nasib tak menyenangkan dialami oleh seorang siswa SD di Bogor, Jawa Barat.
Pasalnya, siswa itu mengalami trauma berat setelah jadi korban bullying oleh teman-temannya.
Bahkan, orangtua korban tersebut juga merasa begitu cemas dan khawatir dengan kondisi sang anak.
Baca juga: GEGER! Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Selat Madura, Kondisi Mengenaskan, Kematian Masih Misteri
Orangtua siswa berinisial D itu sampai lapor ke polisi. Ternyata diduga D menjadi korban bullying.
Guna mengusutnya, Satreskrim Polres Bogor pun mendalami dugaan bullying yang terhadap seorang siswa SD di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Untuk diketahui, aksi dugaan bullying itu terjadi pada Jumat 28 Juli 2023 lalu di sekolah.
Akibat kejadian itu, korban yang diketahui berinisial D mengalami trauma.
Bahkan saking traumanya, ia enggan untuk bersekolah.
Baca juga: UNIK! Kera Ini Dilatih Jadi Baby Sitter, Kini Pintar Menjaga Balita Perempuan, Aksinya Tuai Pujian
Akhirnya orang tua korban pun mengadukan kejadian yang menimpa anaknya kepada pihak kepolisian.
"Jadi sebelum melaporkan ke pihak kepolisian , orang tua korban ini sudah berupaya mengadukan kejadian tersebut ke pihak sekolah," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohannes Redhoi Sigiro, Sabtu (19/8/2023).
Namun, kata dia, aduan orang tua korban tidak mendapat respon positif dari pihak sekolah.
"Namun belum ada tanggapan yang diberikan oleh pihak sekolah, hingga akhirnya hal tersebut pun dilaporkan ke Sat Reskrim Unit PPA Polres Bogor pada 29 Juli 2023 lalu," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang siswa SD berinisial D di Cileungsi, Kabupaten Bogor diduga menjadi korban bulying di sekolahnya.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohanes Redhoi Sigiro mengatakan, Kejadian dugaan aksi bullying tersebut terjadi pada Jumat, 28 Juli 2023 lalu.
"Bertempat di sekolah dasar tempat korban bersekolah di wilayah Desa Limusnunggal Kecamatan Cileungsi," ujarnya melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (19/8/2023).
AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengungkapkan, akibat kejadian tersebut berdampak terhadap psikologi korban hingga saat ini.
"Korban ini mengalami trauma dan enggan untuk bersekolah," terangnya. (TribunnewsBogor.com/ Reynaldi)
Diolah dari berita yang sudah tayang TribunnewsBogor.com