Berita Viral

MIRIS! Oknum Dosen UIN Salatiga Diduga Cabuli Mahasiswi, PMII Demo Tuntut Pimpinan Tuntaskan Kasus

Editor: Eri Ariyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Oknum dosen UIN Salatiga diduga cabuli mahasiswi, PMII demo tuntut pimpinan tuntaskan kasus.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sejumlah Anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), menggelar demonstrasi di gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga.

Para mahasiswa ini melakukan aksi itu sehubungan dengan adanya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan tenaga pengajar terhadap seorang mahasiswi.

Seperti diketahui, mahasiswa yang menggelar aksi duduk dengan membawa puluhan poster, akhirnya ditemui jajaran pimpinan UIN Salatiga.

Ilustrasi mahasiswi dicabuli oknum dosen. (UPI.com)

Baca juga: TRAGIS! Kepergok Curi Bawang Merah 100 Kg, Pria di Sumbawa Babak Belur Dihajar Warga, Nyaris Tewas

"Ini adalah upaya kami agar proses belajar di UIN berlangsung aman dan nyaman," ujar Fahrurrosin, Ketua Umum PC PMII Kota Salatiga, Kamis (21/9/2023).

Menurutnya, setelah ada kabar pelecehan seksual tersebut, kondisi psikologis mahasiswa menjadi bergejolak.

"Karena itu, kami mendorong rektor untuk memerangi hal semacam itu, agar situasi di UIN menjadi kondusif," kata Fahrurrosin.

Rektor UIN Salatiga Zakiyuddin Baidhawy mengungkapkan harapan mahasiswa tersebut sejalan dengan sikap universitas.

"Kita sejak 2021 sudah ada aturan rektor terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus," ujarnya.

Oknum dosen UIN Salatiga diduga cabuli mahasiswi, PMII demo tuntut pimpinan tuntaskan kasus. (Kompas.com)

Baca juga: ASTAGFIRULLAH! Orangtua Murid di Konawe Aniaya Anak SD, Korban Trauma Berat hingga Tak Mau Sekolah

Dia mengatakan pimpinan UIN Salatiga berhati-hati dalam penanganan kasus ini.

"Pertama kita menggunakan asas praduga tak bersalah. Kalau hanya berdasar pengakuan, kalau orangnya tidak suka bisa untuk menjatuhkan. Soal sanksi tentu juga tergantung jenis pelanggaran," paparnya.

"Kita juga akan membentuk tim investigasi selama 30 hari mulai sekarang untuk kasus ini. Sekaligus juga menggandeng Inspektorat," kata Zakiyuddin.

Menurutnya, dari informasi Ketua Dekanat, terduga pelaku pelecehan seksual tersebut masih aktif di UIN Salatiga.

"Nanti diklarifikasi, istilahnya kalau di dunia riset itu perlu triangulasi, karena tidak bisa hanya satu dasar. Perlu konfirmasi ke terduga pelaku dan korban juga," jelasnya.

ILUSTRASI pelecehan (Tribun)

Berita Lainnya, Lagi di Toilet, 4 Mahasiswi STMM Yogyakarta Diduga Dilecehkan, Direkam, Humas: Kami Mengecam!

Empat mahasiswi di Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta diduga menjadi korban pelecehan seksual ketika berada di dalam kamar mandi.

Beredar kabar bahwa mahasiswi tersebut sempat direkam oleh oknum ketika berada di kamar mandi.

Tentu, hal tersebut membuat mahasiswi itu terkejut dan tak menyangka.

Sebelumnya, informasi dugaan pelecehan seksual diunggah di media sosial Instagram akun BEM Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) Yogyakarta @bemstmmyk. 

Dalam postingan yang diunggah di akun media sosial tersebut ditulis, "Pada tanggal 28 Agustus 2023 pada pukul 14.21 WIB, telah terjadi kasus pelecehan seksual dalam lingkup Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta yang di mana ada beberapa oknum yang merekam secara tidak bertanggung jawab di dalam toilet perempuan Gedung Sosiocultural. Aksi tersebut sudah memakan sebanyak 4 korban," tulis admin akun @bemstmmyk di postingannya. 

Baca juga: Kami Orang Lemah Petani di NTT Prihatin Anaknya Jadi Korban Cabul Guru, Minta Bantuan ke Pihak Ini

Diunggah pula beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Tim Bisik Suara.

Mulai dari menghubungi pihak lembaga menanyakan terkait rekaman CCTV pada saat kejadian, bertemu dengan korban secara langsung dan meminta keterangan secara detail terkait kejadian yang telah dialami.

Kemudian, mendapatkan beberapa rekaman CCTV beserta bukti-bukti bersama korban.

Selain itu pihak terkait juga sudah melakukan pendampingan khusus terhadap korban. 

Diduga korban kini merasakan trauma atas insiden tersebut.

Di postingan BEM Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) Yogyakarta juga tertulis, "Mari kita bersamai kasus ini hingga tuntas. Stop kekerasan seksual di lingkungan kampus! Hidup perempuan yang berjuang".

Baca juga: TRAGIS! Selamatkan Anak dari Aksi Cabul, Ayah Tewas, 26x Ditusuk Pelaku: Oknum Ngamuk Lukai Polisi

Baca juga: TERKUAK Siasat Licik Dosen Cabul di Lampung Setubuhi Mahasiswi di Pantai: Pura-pura Dibuatkan Parsel

Sementara itu, Staf Humas dan Kerjasama Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) Yogyakarta Lila Angandini mengecam segala bentuk tindakan pelecehan seksual.

"Tentunya kami tetap mengecam semua tindakan kekerasan seksual yang terjadi di STMM," ujar Staf Humas dan Kerjasama Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) Yogyakarta Lila Angandini saat dihubungi, Kamis (31/08/2023). 

Lila menyampaikan saat ini sedang menindaklanjuti informasi tersebut.

Pihaknya sedang berupaya untuk menyelesaikan sesuai prosedur yang berlaku. 

Diungkapkan oleh Lila, hingga kini kasus tersebut masih didalami.

"Semua sedang dalam proses ya. Dari Kerja Sama dan Humas, kita juga belum mendapatkan, belum boleh dan belum mendapatkan yang akurat untuk jawaban ini. Dari pada nanti malah bias kan," ungkapnya. 

ILUSTRASI pelecehan seksual (Tribun)

Meski santer kabar pelecehan seksual di area kampus, informasi tersebut tidak sampai menganggu perkuliahan.

Proses perkuliahan di Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) Yogyakarta tetap berjalan seperti biasa. 

"Sepertinya kita tadi melihat para dosen-dosen masih memberikan kuliah seperti biasa, enggak yang gimana-gimana." jelasnya.

"Hanya ruangan yang dinyatakan sebagai tempat kejadian itu, tidak digunakan terlebih dahulu, itu sih informasi yang kita dapat," ungkapnya lagi.

Pihak kampus juga berupaya untuk melakukan perbaikan.

Termasuk melakukan pengecekan fasilitas toilet di kampus.

Sehingga, mahasiswa aman menggunakan fasilitas di kampus. 

"Karena kita juga sedang memperbaiki jadi supaya mereka aman menggunakan fasilitas umum yang ada," pungkasnya. 

Kasus pelecehan seksual di area kampus ini membuat heboh warga kampus.

Diolah dari berita tayang di Kompas.com