TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang gadis remaja berusia 15 tahun menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Peristiwa penganiayaan itu tepatnya di Jalan Raya Tuban - Babat, tepatnya di Pertigaan Desa Banjar, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
Akibat pembacokan tersebut tangan kanan korban putus dan harus dirujuk ke rumah sakit dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca juga: INNALILLAHI Niat Lerai Teman Berkelahi, Pemuda di Bandung Malah Ditusuk Pisau, Korban Berakhir Tewas
Paman korban Muhammad Suwito mengatakan, korban pamit ke orangtuanya untuk keluar rumah dan hendak bermalam di rumahnya di Desa Widang.
Namun, saat ditunggu hingga larut malam sekira pukul 00.30 WIB, keponakannya tidak juga datang bermalam di rumahnya.
"Ibu korban sempat menelepon saya menanyakan keberadaan korban di rumah," kata Suwito kepada Kompas.com, Kamis (2/11/2023).
Keesokan harinya, ibu korban memberi kabar keponakannya sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Babat dengan kondisi tangan terputus dibacok orang.
Pihak keluarga seketika panik dan melihat kondisi korban yang juga masih syok.
Baca juga: INNALILLAHI! Pria di NTT Ditemukan Tewas Kondisi Mabuk di Dalam Posyandu, Meninggal Tidak Wajar
"Kondisi anaknya masih trauma, kalau ditanya tidak ingat persis kejadiannya, ingatnya hanya mampir ke SPBU AKR saja," ungkapnya.
Sementara, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tuban, Iptu Rianto membenarkan, adanya peristiwa pembacokan oleh sekelompok orang tidak dikenal di wilayah Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku yang sudah meresahkan masyarakat.
"Polisi masih penyelidikan, untuk mengungkap karena dalam sepekan ini ada dua kejadian," katanya.
Berita Lainnya, DETIK-DETIK Ibu Depresi di Koja, Jakarta Tusuk Anaknya, Kesakitan Minta Ampun: 'Maafkan Mama, Nak!'
Diduga depresi, seorang ibu di Koja, Jakarta Utara nekat berusaha menghabisi nyawa anaknya meski sudah berteriak histeris memohon ampun.
Dalam kasus ini, ibu tersebut menusuk tubuh dari anaknya yang masih berusia enam tahun.
Saat menusuk anaknya, ibu tersebut sempat mengucapkan permohonan maaf pada sang anak.
Diketahui, warga Koja bernama Nita (31) mengaku mendengar pelaku J (30) meminta maaf saat menusuk anaknya.
Untuk diketahui, J menusuk anaknya yang masih berusia 6 tahun di rumah kontrakannya di Koja, Jakarta Utara.
Dia berusaha menghabisi nyawa anaknya pada Rabu (18/10/2023).
"Tapi dia pas tusuk anaknya itu, dia (J) bilang minta maaf. Iya (mendengar), 'maafin mama, maafin mama'," ujar Nita yang juga merupakan tetangga J saat ditemui di Jalan Komplek Uka, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (20/10/2023).
Nita kemudian mengungkapkan perilaku J selama tinggal di rumah kontrakan bersama dua anaknya yang berusia 4 tahun dan 6 tahun selama 2 bulan terakhir.
Dalam periode tersebut, Nita menyebut J sangat tertutup.
Baca juga: Baru Kenal via Aplikasi Langsung Berzina di Hotel, Wanita di Solo Ditikam Pria:Harta Korban Dirampok
Baca juga: Dibui Gegara Narkoba, Pria di Palembang Syok Istri Nikah Lagi, Suami Kedua Ditikam Suami Pertama
"Tertutup dia. Jadi tuh, hari-harinya dia selalu tutup pintu. Mau pagi, siang, sore, atau malam. Begini saja keadaannya," kata Nita.
"Jadi, anaknya itu, habis dia keluar, beli makan, ya sudah, di dalam lagi." imbuhnya.
"Itu anak mau nangis, mau main, tetap, dikunci saja itu sama mamanya," ungkap Nita.
Sesekali, Nita mendengar anak J teriak meminta makan karena kelaparan.
"Tapi kadang teriak 'laper, laper'. Ya namanya kita tetangga kan kasihan ya. Iya, sering teriak laper, haus." bebernya.
"Dia kan enggak ada air galon, masak enggak, beli nasi anaknya juga enggak," tuturnya.
Baca juga: DETIK-DETIK Pria di Tebing Tinggi Ditikam Teman SMA, Istri Histeris Lihat Suami Tewas, Anak Mewek!
Oleh karena itu, Nita terkadang memberikan makanan kepada J.
Namun, Nita heran karena J kerap kali mengembalikan makanan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, J menusuk anaknya yang masih berusia 6 tahun pada Rabu (18/10/2023).
Aksi penusukan tersebut dipergoki tetangganya, Mulyono (50).
Saat masuk ke rumah kontrakan pelaku, Mulyono melihat korban sudah bersimbah darah.
Dengan sigap, Mulyono langsung mengambil pisau yang berada di tangan J saat hendak melakukan penusukan lagi.
Kini, korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Koja.
J juga sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
J (30), ibu yang menusuk anak kandungnya yang masih berusia 6 tahun di Koja, Jakarta Utara, diduga mengalami depresi berat.
Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iverson Manossoh berdasarkan pemeriksaan sementara terhadap pelaku.
“Ada dugaan dia mengalami depresi berat,” kata Iverson saat dikonfirmasi, Jumat (20/10/2023).
Oleh karena itu, Iverson mengungkapkan bahwa J akan menjalani pemeriksaan psikologi.
Pihak kepolisian pun akan berkoordinasi dengan ahli.
“Jadi dari analisa sementara kita dalami pemeriksaan, kita berkoordinasi dengan ahli, pelaku itu saat ini sedang dalam proses pemeriksaan psikologi,” ujarnya.
“Kita lagi meminta, dilakukan pemeriksaan secara psikiatrikum psikologi,” tuturnya lagi
Iverson pun tidak ingin menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan terhadap J keluar.
“Karena dia berpisah dengan suami sekian lama, jadi dia mengalami tekanan depresi berat. Kemudian juga pisah ranjang dengan suami, dia hanya berdua dengan anaknya." ujarnya.
"Sementara kita belum bisa menjawab kondisi psikologisnya,” ungkap Iverson.
Diolah dari berita tayang di Kompas.com