Berita Viral

ASTAGFIRULLAH! 2 Anak di Bawah Umur di Palu Nekat Curi Senjata Api, Ditangkap saat Hendak Menjualnya

Editor: Eri Ariyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi 2 anak di bawah umur di Palu nekat curi senjata api, ditangkap saat hendak menjualnya.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dua orang pelajar di Kota Palu, Sulawesi Tengah, ditangkap polisi karena mencuri senjata api (senpi).

Kedua remaja itu diketahui mencuri senpi beserta 10 butir amunisinya.

Menurut informasi, senpi itu rencananya akan dijual dengan harga Rp 2.000.000. 

Ilustrasi senjata api. (Kompas.com)

Baca juga: MIRIS! Kasus Perundungan Siswa Kembali Terjadi di Gunungkidul, Korban Diberi Pendampingan Psikologis

Peristiwa pencurian senpi itu terjadi Minggu (29/10/2023) lalu di Jalan Lagarutu,  Kecamatan Palu Selatan.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu Komisaris Besar (Kombes) Polisi Barliansyah mengatakan dua pelajar yang menemukan senpi, menyimpan dan berupaya untuk menjualnya itu,  pidananya saat ini tetap di proses. 

"Sekarang ini kita masih tahan di Polresta Palu." katanya, dikonfirmasi KOMPAS.com, Selasa (7/11/2023).

"Soal mereka memahami atau tidak memahami atas perbuatannya ini fatal," bebernya.

Berdasarkan kronologi kejadian, awalnya sekitar pukul 05.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita) dua remaja berinisial MF (17) dan AL (17) keluar dari halaman masjid usai buang air kecil di toilet. 

Saat keluar dari halaman masjid mereka melihat ada orang tertidur di dekat kios.

Ilustrasi 2 anak di bawah umur di Palu nekat curi senjata api, ditangkap saat hendak menjualnya. (Freepik)

Baca juga: NASIB Apes Pensiunan PNS di Lampung, Niat Cari Jodoh Malah Ditipu Dukun Palsu, Uang Rp 83 Juta Raib

Tak jauh dari orang yang tertidur tersebut tergeletak sepucuk senjata api lengkap dengan amunisinya. Tanpa pikir panjang kedua pelajar ini mengambilnya dan berniat menjualnya. 

"Harusnya kalau punya itikad baik, keduanya melaporkan ke kepolisian setempat." kata Barliansyah. 

"Bukannya malah disimpan untuk dijual," lanjutnya.

Setelah ditelusuri, senpi yang akan dijual tersebut merupakan senjata  jenis Sig Sauer nomor 58C149637.

Senjata genggam itu terdaftar sebagai barang inventaris milik Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sulteng milik Brigadir ZH.

Brigadir ZH tak menyadari jika senjatanya jatuh dan dibawa kabur oleh dua orang pelajar.

Atas hilangnya senjata api miliknya itu, Brigadir ZH ditahan di Divisi Profesi dan Pengamanan (Ditpropam) Polda Sulteng untuk mempertanggungjawabkan keteledorannya.

Nasib lansia di Pulogadung saat cegah pencurian motor (Kompas.com)

Berita Lainnya, Nasib Lansia di Pulogadung Usai Cegah Pencurian Motor, Lengan Kanan Korban Ditembak Senjata Api

Seorang lansia bernama Amir (70) menjadi korban penembakan di Pulogadung, Jakarta Timur.

Insiden itu tepatnya terjadi di Jalan Porselen IV RT 013/RW 03, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (15/10/2023) pukul 14.17 WIB.

Amir mengungkapkan, penembakan dengan air gun terjadi ketika dirinya berusaha mencegah aksi pencurian terhadap motor anaknya, Agus (44).

Baca juga: NGERI! Mobil Offroad Peserta Keluar Lintasan, Tabrak Kerumunan Orang di Jambi, 18 Penonton Terluka

"Dia (pelaku) baru mau nyongkel motor, tangannya saya pegang." ujar dia kepada Kompas.com, Minggu.

"Begitu saya pegang, temannya nembak sebanyak empat kali," sambungnya.

Pada Minggu siang, Amir sedang duduk di teras ketika melihat seseorang berdiri di depan pagar.

Kebetulan, motor Agus yang berpelat nomor B 5985 TOE sedang terparkir di depan pagar.

Mulanya, Amir mengira bahwa orang yang sedang berdiri itu adalah salah satu keponakannya.

Rupanya, orang tersebut merupakan salah satu dari tiga pelaku pencurian motor (curanmor).

Baca juga: GEGER! Tukang Sapu Syok Temukan Jasad Bayi Terbungkus Kresek di Parkiran Bandara Ngurah Rai Bali

Amir mengungkapkan, orang tersebut tertangkap basah hendak merusak kunci kontak menggunakan kunci letter T.

"Begitu saya lihat dia baru mau nyongkel (kunci kontak) motor, saya pegang." terangnya.

"Temannya nembak empat kali, saya kena tembak sekali di lengan kanan atas," ujar dia.

"Setelah nembak, para pelaku langsung kabur. Saya teriakin maling, ada yang ngejar." sambung Amir.

"Kebetulan ada mobil lewat (di depan gang), tapi orang itu enggak komunikatif. Kalau mobil ngalangin, mungkin mereka tertangkap," lanjutnya.

Berdasarkan rekaman kamera CCTV yang Kompas.com terima, ada empat orang yang saling berboncengan menggunakan dua motor berwarna merah dan biru.

Pada waktu kejadian, mereka melintas dari depan gang menuju Jalan Porselen IV dan berputar sekali.

Ketika berputar, hanya motor merah yang berhenti di beberapa meter setelah warung dekat rumah Amir.

Sementara itu, motor biru menuju ke depan gang.

Ketika motor merah berhenti, hanya satu yang turun untuk beraksi. Satu lagi berada di atas motor. Ia adalah pelaku penembakan terhadap Amir.

Amir sudah dibawa ke Polsek Pulogadung untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan divisum usai menerima pertolongan pertama di klinik terdekat.

Sementara itu, lokasi tempat Amir tertembak sedang dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Polres Metro Jakarta Timur usai olah TKP dari Polsek Pulogadung.

Diolah dari berita tayang di Kompas.com