TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah nasib oknum pimpinan pondok pesantren (Ponpres) Riyadul Badiah di Desa Sumber Baru, Kecamatan Sukamaju Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, usai mencabuli santriwatinya.
Pelaku berinisial UB (42) kini diamankan Satuan Reserse dan Kriminal Polres Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Seperti diketahui, pelaku ditetapkan sebagai tersangka pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan terhadap santriwatinya berinisial NK (15).
Baca juga: Bejat! Pengendara Ojol di Serang Banten Diduga Cabuli Siswi SD, Lecehkan Korban di Rumah Kosong
Kasat Reskrim Polres Luwu Utara. AKP Joddi Titalepta mengatakan, berdasarkan surat tanda penerimaan Laporan No: LP/B/61/II/2024/SPKT/POLRES LUWU UTARA/POLDA SULAWESI SELATAN tertanggal 7 Februari 2024, UB dilaporkan atas dugaan perbuatan cabul oleh korban NK yang tak lain adalah santrinya sendiri.
“UB resmi jadi tersangka setelah dilakukan gelar perkara." kata Joddi Titalepta, saat dikonfirmasi, Selasa (5/3/2024) petang.
"Karena bukti permulaan sudah cukup, maka tersangka yang sebelumnya hanya berstatus sebagai saksi kami naikkan menjadi tersangka dan sejak hari ini Selasa (5/3/2024) sudah dilakukan penahanan di Mako Polres Luwu Utara,” lanjutnya.
Ancaman maksimal 20 tahun penjara
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Luwu Utara, Aipda Yuliani, mengatakan penetapan tersangka pimpinan pondok pesantren dilakukan setelah adanya gelar perkara, di mana terbukti UB melakukan pelecehan seksual terhadap NK.
“NK mengaku mengalami pelecehan seksual pada Jumat (26/1/2024) sekitar pukul 01.00 Wita." kata dia.
"Saat itu, NK tengah melakukan ronda dan dihampiri oleh UB yang menanyakan air." lanjutnya.
"Korban kemudian diajak ke ruang kelas dan pelaku melakukan aksinya dengan meraba tubuh korban lalu merayunya untuk memenuhi nafsunya,” sambungnya.
Baca juga: Biadab! Kepala Sekolah Ponpes di Mamuju Lecehkan 5 Santriwati, Cabuli Para Korban Usai Jam Pelajaran
Yuliani menambahkan setelah dilecehkan, korban kabur dari pondok pesantren dan menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.
“Keluarga korban kemudian melaporkan UB atas dugaan pencabulan yang dialami NK pada 7 Februari 2024, atas laporan tersebut polisi melakukan serangkaian penyelidikan hingga dilakukan gelar perkara,” paparnya.
Atas perbuatannya, UB dijerat dengan pasal 82 ayat (2) Jo pasal 76 E UU RI No.17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
5 Santri di Ponpes Dilecehkan Guru, Disuruh Membuka Pintu Saat Mandi & Sering Menarik Sarung
Heboh seorang guru di pondok pesantren di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, melecehkan 5 orang santri.
Guru yang berinisial J dilaporkan ke polisi setelah salah satu korban berhasil kabur dari Pondok Pesantren.
Arham, keluarga korban mengatakan bahwa korban kabur dari pesantrennya untuk melaporkan aksi J kepada keluarganya, Sabtu (10/2/2024) malam.
"Baru terungkap ini. Seandainya santriwati tidak melarikan diri dari pondok mungkin ini kejadiannya kita orangtua korban belum tahu," kata Arham kepada wartawan di Mapolresta Mamuju, Minggu (11/2/2024).
Arham mengatakan korban pelecehan guru J masih berusia 14-18 tahun. Saat mendengarkan cerita korban, Arham berkata J diduga melakukan pelecehan dengan cara yang berbeda-beda.
Salah satu korban disuruh oleh pelaku untuk membuka pintu saat mandi. Selain itu pelaku juga melecehkan santriwatinya dengan menarik sarungnya.
Baca juga: Gadis Korban Pelecehan Payudara di Ngawi Patah Kaki Usai Jatuh dari Motor, Pelakunya Remaja 19 Tahun
"Pak ustaz sempat masuk di kamar mandi si korban, dan korban sementara mandi di kamar mandi," ujar Arham.
Kasi Humas Polresta Mamuju Ipda Herman Basir mengatakan bahwa laporan yang dilayangkan korban telah diterima pihaknya.
Setelah memeriksa beberapa saksi, terduga pelaku kata Herman langsung diamankan di salah satu rumah pemimpin pondok pesantren.
J kata Herman masih diperiksa penyidik Satreskrim Polresta Mamuju.
"Iya sudah diamankan. Masih menjalani pemeriksaan," kata Herman.
Diolah dari berita tayang di Kompas.com