Bagaimana Pemikiran Ki Hajar Dewantara Dikontekstualkan Sesuai Nilai Luhur! Ini Jawaban Terbaiknya

Editor: Dika Pradana
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kunci jawaban terbaik dari soal 'Bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat dikontekstualkan sesuai dengan nilai-nilai luhur!'

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Mari simak kunci jawaban terbaik dari soal 'Bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat dikontekstualkan sesuai dengan nilai-nilai luhur!'

Ketika dihadapkan dengan soal 'Bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat dikontekstualkan sesuai dengan nilai-nilai luhur!', bapak/ibu guru diminta untuk memberikan jawaban secara lengkap dan terperinci.

Maka dari itu, Anda dituntut untuk berpikir kritis ketika menyelesaikan pertanyaan tersebut.

Dengan berpikir kritis, Anda dapat menuangkan jawaban terbaik yang ada dalam pikiran Anda.

Dalam soal tersebut, Anda dituntut untuk memberikan jawaban secara lengkap dan detail.

Oleh karena itu cobalah jernihkan pikiran Anda saat mengerjakan soal tersebut.

Apabila Anda kesusahan bacalah kunci jawaban yang ada dalam artikel ini.

Baca juga: Apa Intisari Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan? Simak Jawaban Terbaiknya Disini!

Kunci jawaban terbaik dari soal 'Bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat dikontekstualkan sesuai dengan nilai-nilai luhur!' (YouTube Nur Azizah Ilfatin)

Artikel ini akan menyajikan referensi kunci jawaban untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Walau begitu, alangkah baiknya Anda dapat mengerjakan soal tersebut secara mandiri terlebih dahulu.

Jika Anda menemukan kesulitan, simaklah artikel ini hingga tuntas.

Dengan begitu, Anda dapat mengukur kemampuan berpikir yang Anda miliki.

Simaklah pembahasan berikut ini!

Baca juga: Kunci Jawaban Apa Relevansi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan Pendidikan Indonesia & Sekolah Anda?

Kunci jawaban terbaik dari soal 'Bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat dikontekstualkan sesuai dengan nilai-nilai luhur!' (YouTube Kampung Belajar)

Soal:

Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat padakonteks lokal sosial budaya di daerah Anda?

Baca juga: Jelaskan Definisi Pendidikan & Pengajaran Menurut Ki Hajar Dewantara! Simak Jawaban Terbaiknya

Jawaban:

Konsep ini dapat dikontekstualkan dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan, seperti gotong royong, kebersamaan, dan saling membantu dalam membentuk karakter peserta didik yang baik.

Dengan mempelajari makna Tari Barongan di daerah Juwangi, sebagai pendidik dapat mengenalkan kesenian yang merupakan budaya tradisional namun di dalamnya terdapat nilai-nilai yang sangat bagus untuk bekal anak hidup di masyarakat.

Nilai-nilai luhur yang dapat diambil ialah toleransi tidak hanya antar umat beragama tetapi juga berbagai latar belakang yang berbaur menjadi satu kelompok Tari Barongan untuk menciptakan kekompakan.

Kunci jawaban terbaik dari soal 'Bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat dikontekstualkan sesuai dengan nilai-nilai luhur!' (YouTube RR.ALISA)

Pertanyaan lainnya:

Apa kekuatan konteks sosio-kultural di daerah Anda yang sejalan dengan pemikiran KHD?

Jawaban:

Kekuatan sosio-kultutal menjadi proses 'menebalkan' kekuatan kodrat anak yang masih samar-samar.

Pendidikan bertujuan untuk menuntun membantu anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki laku untuk menjadi manusia seutuhnya.

Kekuatan konteks sosio-kultural

- Budi Pekerti: suatu tingkah laku, akhlak,tabiat, perangai.

- Gotong Royong: bekerja bersama untukmencapai suatu hasil yangdidambakan

- Nasionalisme: loyalitas dan pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negara

- Kejujuran: sikap yang lurus hati, berbicara sesuaidengan fakta

- Tanggung jawab: melakukan semua tugas dankewajibannya dengansungguh-sungguh

- Cinta alam: menjaga alam dankebersihan lingkungan sertatidak membuang sampahsembarangan

- Religius: nilai yang besifatkeagamaan

Di dalam Seni Barong tercermin sifat-sifat kerakyatan masyarakat Juwangi, seperti sifat: spontanitas, kekeluargaan, kesederhanaan, kasar, keras, kompak, dan keberanian yang dilandasi kebenaran.

Dari Tari Barongan, kita dapat mengajarkan kepada anak didik tentang toleransi umat beragama dan rasa saling menghormati, menghargai perbedaan.

Semoga artikel ini membantu!

Semoga beruntung!

(TribunNewsmaker.com/TribunPadang)