Hore Libur Sekolah Mode Hemat! Pemerintah Luncurkan Diskon Tiket Kereta & Pesawat Mulai 5 Juni 2025

Penulis: Sinta Darmastri
Editor: Sinta Darmastri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI SEKOLAHAN - Kabar baik menjelang liburan sekolah, pemerintah menyiapkan beberapa insentif menarik untuk kalian coba, dari diskon tarif tol hingga harga kereta api

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menjelang masa libur sekolah, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah insentif menarik bagi masyarakat yang ingin bepergian. 

Salah satu langkah yang akan diambil adalah pemberian diskon tarif tol, tiket pesawat, serta kereta api (KA). 

Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada kuartal kedua tahun ini.

"Jadi, momentum ini kita manfaatkan untuk membuat beberapa program. Nah, ini beberapa program yang disiapkan tentunya untuk mendorong pertumbuhan melalui apa yang bisa ditingkatkan melalui konsumsi," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rilis resmi, Sabtu (24/5).

Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menggenjot konsumsi masyarakat di sektor transportasi dan pariwisata. 

Dengan adanya insentif tersebut, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk melakukan perjalanan selama masa liburan, baik untuk keperluan wisata maupun kunjungan keluarga.

Rincian lebih lanjut mengenai besaran diskon, rute yang mendapat potongan harga, serta periode pelaksanaan masih menunggu pengumuman resmi dari instansi terkait.

Dengan menurunnya biaya transportasi, diharapkan akan terjadi lonjakan aktivitas perjalanan yang pada gilirannya bisa menggairahkan sektor-sektor ekonomi lainnya, seperti perhotelan, kuliner, dan destinasi wisata lokal.

Kebijakan ini juga bertepatan dengan momen penting lainnya, yaitu pencairan gaji ke-13 bagi para pegawai negeri sipil (PNS). 

Dengan tambahan pemasukan dan potongan biaya perjalanan, pemerintah berharap masyarakat akan lebih terdorong untuk bepergian, baik untuk berlibur maupun pulang kampung. 

ILUSTRASI JALAN TOL - Kabar baik menjelang liburan sekolah, pemerintah menyiapkan beberapa insentif menarik untuk kalian coba, dari diskon tarif tol hingga harga kereta api (TribunJabar.id/Siti Masitoh)

Dampaknya, sektor-sektor pendukung seperti pariwisata, kuliner, hingga UMKM pun diharapkan turut menggeliat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut bahwa stimulus transportasi ini datang di waktu yang sangat tepat. 

Menurutnya, insentif berupa diskon tarif perjalanan selama libur sekolah merupakan momentum strategis untuk mendorong daya beli masyarakat. 

Langkah ini pun diharapkan mampu menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil, khususnya pada kuartal II 2025.

Salah satu stimulus terbesar yang akan diberikan adalah diskon tarif tol, yang dirancang untuk menjangkau hingga 110 juta pengendara selama periode libur sekolah. 

Potongan harga ini berlaku selama dua bulan penuh, waktu yang berbarengan dengan puncak musim liburan anak sekolah.

Pemerintah melihat insentif di sektor transportasi sebagai langkah krusial untuk menggenjot konsumsi rumah tangga, terlebih dalam kondisi saat ini di mana tak ada lagi momen besar seperti Natal, Tahun Baru, atau Lebaran. 

Tanpa perayaan besar tersebut, konsumsi masyarakat cenderung melambat, sehingga dibutuhkan pemicu baru agar roda ekonomi tetap berputar.

Data pada kuartal sebelumnya menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mampu menyentuh angka 4,87 persen, lebih rendah dibandingkan capaian kuartal I 2024 yang berada di angka 5,11 persen. 

Foto ilustrasi para penumpang - Kabar baik menjelang liburan sekolah, pemerintah menyiapkan beberapa insentif menarik untuk kalian coba, dari diskon tarif tol hingga harga kereta api (Sumber: KAI Daop 8)

Penurunan ini menjadi sinyal bahwa diperlukan langkah cepat dan terukur untuk menjaga target pertumbuhan tetap berada di atas ambang 5 persen.

Menambah kekhawatiran, Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan terbarunya bertajuk World Economic Outlook (WEO) edisi April 2025, bahkan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

IMF memperkirakan ekonomi nasional hanya akan tumbuh 4,7 persen pada 2025, dan stagnan di level yang sama hingga 2026. 

Angka ini berada di bawah ambang psikologis pertumbuhan 5 persen yang selama ini menjadi acuan optimisme ekonomi nasional.

Dengan tantangan global dan domestik yang semakin kompleks, pemerintah berharap insentif di sektor transportasi ini bisa menjadi pemicu bagi meningkatnya mobilitas, konsumsi, dan pada akhirnya menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan inklusif.

(Tribunnewsmaker.com/Darma)