Sepak Terjang Yohanes Ontot Bupati Sanggau, Dulu Ketua Dewan Adat Dayak, Simak Gebrakan Barunya
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah rekam jejak karier dan gebrakan kepemimpinan Yohanes Ontot, sosok yang kini menjabat sebagai Bupati Sanggau.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah, Yohanes Ontot didampingi oleh Susana Herpena yang terpilih sebagai Wakil Bupati Sanggau dalam Pilkada 2024.
Duet kepemimpinan Yohanes Ontot dan Susana Herpena berhasil merebut hati masyarakat dan memenangkan Pilkada 2024 dengan perolehan suara mencapai 116.184 suara.
Kemenangan ini mengantarkan keduanya mengikuti pelantikan kepala daerah secara serentak yang diselenggarakan pada Februari 2025.
Masyarakat Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, tentu tidak asing lagi dengan figur Yohanes Ontot yang dikenal luas karena kiprahnya di pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan.
Meski kini menjabat sebagai bupati, perjalanan Yohanes Ontot menuju kursi nomor satu di Sanggau tidaklah mudah dan penuh tantangan.
Sebelum memasuki dunia politik, Yohanes Ontot telah lebih dulu berkarier sebagai aparatur sipil negara dan menduduki berbagai posisi penting dalam birokrasi.
Di samping itu, Yohanes Ontot juga aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi daerah sebagai upaya membangun kredibilitas dan kepercayaan publik.
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan organisasinya adalah saat ia menjabat sebagai Ketua DPRD AMPI Kabupaten Sanggau pada tahun 1983.
Baca juga: Sepak Terjang Syairi Mukhlis Wakil Bupati Kotabaru, Intip Gebrakannya, Bersihkan Genangan Air
Tak berhenti di situ, ia juga dipercaya memimpin sebagai Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sanggau untuk periode 2024 hingga 2029.
Keterlibatannya dalam berbagai organisasi ini memperkuat citra Yohanes Ontot sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat adat dan paham akan nilai-nilai kearifan lokal.
Reputasi yang terus meningkat akhirnya mendorong Yohanes Ontot untuk serius menapaki dunia politik demi memberikan kontribusi yang lebih luas bagi daerahnya.
Keputusan besar itu terbukti tepat karena dalam perjalanan politiknya, ia mampu meraih kepercayaan rakyat hingga memenangkan dua periode pemilihan kepala daerah.
Kesuksesan yang diraih Yohanes Ontot tidak terlepas dari kerja keras, pengalaman panjang, serta kemampuannya menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai kalangan.
BIODATA
- Tempat, Tanggal Lahir: Sanggau, 11 Januari 1961
- Jenis Kelamin: Laki-laki
- Alamat: Sanggau, Kalimantan Barat
- Agama: Kristen Katolik
- Pendidikan Terakhir: S2
RIWAYAT PENDIDIKAN
- S2 Universitas Tanjungpura PONTIANAK (2005-2011)
- S1 Departemen Dalam Negeri Jakarta (1987-1991)
- SMA Santo Paulus Pontianak (1978-1981)
- SMP Bantuan Sugiyopranoto Sanggau (1975-1977)
- SD Negeri 03 Meranggau Data tidak ada (1968-1974)
RIWAYAT ORGANISASI
- Ketua DPD AMPI Kab. Sanggau (1983-1983)
- Ketua Forum Camat Perbatasan (2006-2008)
- Sekjen Dewan Adat Dayak Kab. Sanggau (2009-2014)
- Ketua Dewan Adat Dayak Kab. Sanggau (2014-2029)
Baca juga: Sepak Terjang Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK yang Kini Disorot Soal Blokir Rekening, Lulusan AS
GEBRAKAN YOHANES ONTOT
Menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta peningkatan kasus rabies, Pemerintah Kabupaten Sanggau menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies.
Keputusan ini diambil melalui rapat terbatas yang digelar di Aula Kantor Bupati Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat 1 Agustus 2025.
Hadir dalam rapat Pj Sekda Sanggau Aswin Khatib, Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Subandi, Kabag Ops Polres Sanggau AKP PSC Kusuma Wibawa, serta para kepala OPD dan pejabat lainnya.
Dalam paparannya, Bupati Sanggau Yohanes Ontot menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem yang ditandai dengan menurunnya curah hujan di bawah 100 mm sesuai laporan BMKG telah memicu munculnya titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah.
“Hingga 1 Agustus 2025, Kabupaten Sanggau mencatatkan 1.427 hotspot, tertinggi di Provinsi Kalbar. Ini kondisi darurat yang memerlukan langkah luar biasa,”katanya.
Salah satu indikator kritis lainnya adalah menurunnya tinggi muka air (TMA) di Sungai Kapuas. “Data dari pos pantau menunjukkan debit air di bawah normal, memicu kekeringan yang memperbesar risiko Karhutla, terutama di lahan gambut,”jelasnya.
Ontot juga menambahkan bahwa penyebaran asap berpotensi menembus batas negara, mengingat posisi geografis Sanggau yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Dalam forum tersebut, Bupati Ontot secara resmi menyetujui penetapan Status Tanggap Darurat Karhutla dan membentuk Komando Satuan Tugas Penanganan Bencana Kabut Asap.
“Langkah ini memungkinkan kami untuk mengaktifkan seluruh perangkat hukum, anggaran, dan sumber daya dalam menangani ini secara cepat dan terkoordinasi,"jelasnya.
Ia juga menginstruksikan agar BPBD segera membentuk struktur Satgas yang melibatkan TNI, Polri, dinas teknis terkait, perusahaan pemegang HGU, serta perwakilan masyarakat adat.
Seluruh camat dan kepala desa juga diminta memperkuat sistem deteksi dini dan memperbanyak posko lapangan. Teknologi pemetaan seperti drone dan data satelit akan dimaksimalkan.
Dinas Kesehatan tak luput dari instruksi strategis. Seluruh puskesmas dan RSUD diinstruksikan menyiapkan sarana kesehatan, terutama untuk penanganan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Penyediaan masker, oksigen, dan ruang isolasi menjadi prioritas utama dalam menghadapi paparan asap.
Langkah konkret Pemkab Sanggau juga telah dimulai sejak 21 Juli 2025 melalui penerbitan Keputusan Bupati Nomor: 251/BPBD/2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Asap, serta surat edaran pengendalian Karhutla yang mengatur peran aktif lintas sektor.
Proses penetapan status tanggap darurat dan pembentukan Satgas Kotagat Karhutla di tingkat kabupaten dan kecamatan juga tengah berlangsung.
(TribunNewsmaker.com/ TribunBatam)