Lisa Mariana ungkap alasan pemeriksaan KPK yang ternyata singkat, awalnya akan ditanya 10 pertanyaan, disebut kooperatif
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Influencer Lisa Mariana mengungkap alasan di balik pemeriksaannya yang berlangsung singkat di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia hadir untuk memenuhi panggilan penyidik terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan iklan di salah satu bank milik daerah Jawa Barat.
Pemeriksaan Lisa Mariana di KPK tersebut dilakukan pada Jumat, 22 Agustus 2025.
Lisa, yang juga dikenal sebagai mantan model majalah dewasa, memberikan keterangan sebagai saksi dalam penyidikan yang menyeret nama Ridwan Kamil.
Meski pemeriksaannya singkat, ia memastikan telah memberikan informasi yang dibutuhkan oleh penyidik KPK.
Baca juga: Polemik Kasus Lisa Mariana, Ridwan Kamil Ogah Tes DNA Lagi, Ada Keinginan Damai: Mari Duduk Bersama
Perempuan bernama lengkap Lisa Mariana Presley tersebut hadir sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).
Kasus ini menyeret nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sehingga kehadiran Lisa di KPK langsung menyita perhatian publik.
Kehadirannya pun dianggap sebagai langkah penting untuk membantu proses pengungkapan perkara.
Saat menjadi bintang tamu dalam acara Rumpi No Secret yang dipandu oleh Feni Rose, Lisa pun membagikan pengalamannya diperiksa KPK.
“Terus ya, kan kemarin kamu ditanya berapa pertanyaan kemarin?” tanya Feni Rose, dikutip Tribunnews, Kamis (28/8/2025).
Ibu dua anak ini menjelaskan bahwa dirinya hanya mendapat sekitar tiga pertanyaan yang berlangsung singkat, padahal seharusnya pertanyaan yang diajukan berjumlah sepuluh.
Baca juga: Lisa Mariana Minta Ridwan Kamil Tes DNA Ulang, Kasus Dihentikan? Hotman Paris: Lu Kira RK Bodoh
“Waktu itu kurang lebih tiga. Tiga aja sebentar. Cuma tiga pertanyaan,” jawab Lisa.
“Harusnya 10,” sambungnya.
Feni Rose pun penasaran, “Terus kenapa cuma tiga?.”
Lisa menambahkan, alasan pertanyaannya sedikit karena ia sudah memberikan jawaban dengan kooperatif sehingga pemeriksaan dianggap cukup dan langsung selesai.
“Sudah menjawab tiga karena aku kooperatif. Jadinya mungkin sudah cukup ya, sudah gitu selesai," tandas Lisa.
Disinggung soal pertanyaan yang diajukan penyidik, Lisa enggan membeberkannya.
"Oh enggak bisa, ini kan bersifat rahasia," pungkas Lisa.
Baca juga: Lisa Mariana Akui Kini Dapat Banyak Dukungan Publik, Kasus Ridwan Kamil Jadi Titik Balik
Alasan Lisa Mariana jadi Saksi
KPK memanggil Lisa Mariana sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di sebuah bank Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat.
Pemanggilan ini merupakan bagian dari upaya KPK untuk menelusuri aliran dana non-budgeter yang diduga berasal dari penggelembungan biaya proyek iklan.
Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pemanggilan Lisa Mariana bertujuan untuk mendalami apa yang ia ketahui terkait konstruksi perkara tersebut.
Ia menegaskan, pemanggilan ini adalah langkah penting untuk mengungkap dan menuntaskan kasus yang merugikan negara hingga Rp222 miliar.
"Kami ingin telusuri konstruksi perkara ini secara utuh, tidak hanya menetapkan tersangka, tapi juga memulihkan keuangan negara secara optimal," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (20/8/2025).
Menurut Budi, penyidik akan mendalami apakah Lisa mengetahui aliran dana non-budgeter yang digunakan untuk berbagai keperluan.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, sebelumnya menyebutkan bahwa dana non-budgeter ini berasal dari selisih biaya proyek iklan yang digelembungkan.
Misalnya, biaya yang dipertanggungjawabkan 20, padahal harga aslinya 10, sehingga ada sisa 10 yang digunakan sebagai dana non-budgeter.
Asep juga menambahkan, KPK sedang mendalami dugaan aliran dana tersebut kepada mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK).
Duduk Perkara Dugaan Korupsi yang Seret Nama Ridwan Kamil
Keterkaitan RK dalam kasus ini muncul karena jabatannya sebagai komisaris di bank BUMD tersebut pada periode 2018–2023.
KPK telah menyita sejumlah barang bukti, seperti motor Royal Enfield dan mobil Mercedes Benz 280 SL, yang diduga terkait dengan aliran dana ini, meski kendaraan-kendaraan tersebut tidak terdaftar atas nama Ridwan Kamil.
Pernyataan Lisa Mariana di akun Instagram pribadinya, di mana ia mengaku bingung dengan pemanggilan KPK, telah memicu spekulasi publik.
Namun, Budi Prasetyo menegaskan bahwa pemanggilan ini berdasarkan alat bukti yang dimiliki penyidik.
Hingga saat ini, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini.
Mereka adalah mantan Direktur Utama bank, Yuddy Renaldi (YR); Pimpinan Divisi Corporate Secretary bank, Widi Hartono (WH); Pengendali PT Antedja Muliatama (AM) dan Cakrawala Kreasi Mandiri (CKM), Ikin Asikin Dulmanan (IAD); Pengendali PT BSC Advertising dan PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WSBE), Suhendrik (SUH); dan Pengendali PT Cipta Karya Sukses Bersama (CKSB) dan PT Cipta Karya Mandiri Bersama (CKMB), R. Sophan Jaya Kusuma (RSJK).
Meskipun demikian, KPK belum menahan para tersangka, tetapi telah mencegah mereka bepergian ke luar negeri.
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan konfirmasi lebih lanjut apakah ada dugaan aliran dana yang diterima Ridwan Kamil juga mengalir ke Lisa Mariana.
(Tribunnewsmaker.com/Tribunnews.com, Rinanda/Danang)