Breaking News:

Sosok Mojtaba, Anak Ali Khamenei yang Dipilih Gantikan Ayahnya Jadi Pimpinan Tertinggi Iran

Putra tertua kedua Ali Khamenei, Motjaba Khamenei dikabarkan terpilih jadi pimpinan tertinggi Iran.

Editor: Delta Lidina
(Ist)/Wikimedia Commons via WION
PENGGANTI ALI KHAMENEI - Setelah wafatnya Ali Khamenei, laporan media menyebut Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran melalui Assembly of Experts yang dipengaruhi oleh IRGC. 
Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei, putra kedua Ali Khamenei, dilaporkan dipilih oleh majelis ulama tertinggi Iran untuk menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam.
  • Meski tidak pernah menjabat posisi formal sebelumnya, Mojtaba dikenal sebagai figur berpengaruh dan dekat dengan struktur keamanan Iran, serta memiliki peran signifikan dalam politik dan jaringan militer.
  • Kenaikan Mojtaba menjadi diskusi sensitif karena transfer kekuasaan dari ayah ke anak jarang terjadi dalam sistem Syiah Iran.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kematian Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel mengguncang Iran dan memicu transisi kekuasaan di tengah situasi politik yang tegang. Pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung nasional serta 7 hari libur umum menyusul wafatnya pemimpin tertinggi tersebut.

Ali Khamenei Tewas

Dalam pernyataan resmi, pemerintah Iran menyebut Khamenei gugur sebagai syahid setelah serangan yang juga dilaporkan menewaskan sejumlah anggota keluarganya, termasuk putri, menantu, dan cucu. Pernyataan itu menegaskan duka nasional sekaligus kecaman keras terhadap Amerika Serikat dan Israel, serta janji bahwa peristiwa tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Kematian Khamenei menandai babak baru dalam kepemimpinan Republik Islam Iran, dengan perhatian publik segera tertuju pada sosok yang disebut-sebut sebagai penerusnya.

Mojtaba Khamenei Disebut Terpilih

Nama Mojtaba Khamenei mencuat setelah Majelis Para Ahli (Assembly of Experts) dilaporkan memilihnya sebagai pimpinan tertinggi Iran. Proses tersebut disebut berlangsung di bawah tekanan kuat dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang selama ini dikenal memiliki pengaruh besar dalam struktur kekuasaan Iran.

Mojtaba (56) merupakan putra tertua kedua Ali Khamenei dan dikenal memiliki kedekatan dengan IRGC. Meski bukan ulama berpangkat tinggi serta tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan, ia diyakini memiliki pengaruh signifikan di balik layar. Ia juga pernah bertugas di angkatan bersenjata Iran saat perang Iran–Irak.

Namun, kabar terpilihnya Mojtaba tidak sepenuhnya diterima tanpa perdebatan. Dalam tradisi Syiah Iran, pola suksesi dari ayah ke anak kerap dipandang negatif. Bahkan, Ali Khamenei dilaporkan tidak memasukkan Mojtaba dalam daftar calon pengganti yang disusunnya sebelumnya.

Baca juga: Sosok Alireza Arafi, Ulama Senior Pengganti Ali Khamenei yang Tewas di Tangan AS, Karir Luar Biasa

Keluarga dan Sorotan Kontroversi

RATA TANAH - Foto lokasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei berada di Teheran, Iran saat dibom jet Israel, Sabtu (28/2/2026). Beijing mendukung Teheran dalam membela diri terhadap serangan Amerika Serikat (AS)-Israel, seiring dengan meluasnya perang di Timur Tengah.
RATA TANAH - Foto lokasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei berada di Teheran, Iran saat dibom jet Israel, Sabtu (28/2/2026). Beijing mendukung Teheran dalam membela diri terhadap serangan Amerika Serikat (AS)-Israel, seiring dengan meluasnya perang di Timur Tengah. (Tribunnews/tangkap layar/BI/Pléiades Neo (c) Airbus DS 2026)

Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri politikus konservatif Gholam-Ali Haddad-Adel, mantan Ketua Parlemen Iran. Keduanya menikah pada 2004 dan dikabarkan memiliki tiga anak, meski informasi tentang keluarga mereka relatif tertutup.

Zahra dilaporkan tewas pada 2026 dalam serangan yang sama terhadap Iran. Mojtaba disebut sebagai salah satu anggota keluarga inti yang selamat dari rangkaian serangan tersebut.

Di tengah klaim terpilihnya Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi, perbedaan pandangan terus bermunculan. Sebagian pihak sejak lama memprediksi namanya akan menguat sebagai kandidat penerus, namun sebagian analis meragukan legitimasi politik dan religiusnya.

Transisi ini pun menempatkan Iran dalam fase krusial, dengan dinamika internal dan tekanan eksternal yang sama-sama menguji stabilitas negara tersebut. (TribunNewsmaker/TribunMedan)

Sumber: Tribun Medan
Tags:
IranMotjabaAli Khamenei
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved