Prabowo Diisukan Reshuffle Kabinet, Berdar Nama-nama yang Diduga Akan Diganti, Ada Muhammad Qodari
Prabowo diisukan Reshuffle Kabinet, berdar nama-nama yang diduga akan diganti, ada Muhammad Qodari.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
- Isu mengenai kemungkinan perombakan kabinet di pemerintahan Prabowo Subianto mulai ramai diperbincangkan di ruang publik.
- Sejumlah posisi strategis setingkat menteri hingga kepala lembaga disebut akan mengalami pergantian.
- Salah satu nama yang mencuat adalah Dudung Abdurachman yang dikabarkan akan dipercaya menduduki jabatan Kepala Staf Presiden menggantikan Muhammad Qodari.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sejak beberapa waktu terakhir, isu mengenai kemungkinan perombakan kabinet di pemerintahan Prabowo Subianto mulai ramai diperbincangkan di ruang publik.
Kabar ini semakin menguat setelah beredar informasi bahwa reshuffle akan dilakukan dalam waktu dekat dengan skala yang terbatas.
Menurut informasi yang dihimpun Tribunnews.com pada Senin (27/4/2026), sejumlah posisi strategis setingkat menteri hingga kepala lembaga disebut akan mengalami pergantian.
Dinamika ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai siapa saja figur yang akan mengisi posisi baru tersebut.
Salah satu nama yang mencuat adalah Dudung Abdurachman yang dikabarkan akan dipercaya menduduki jabatan Kepala Staf Presiden menggantikan Muhammad Qodari.
Sementara itu, Qodari sendiri disebut-sebut akan dialihkan ke posisi baru sebagai Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom.
Penempatan ini dinilai strategis karena ia diharapkan mampu memperkuat komunikasi publik pemerintah yang selama ini dianggap masih menjadi titik lemah.
Selain itu, perubahan juga diperkirakan terjadi pada posisi Kepala Badan Karantina yang kabarnya akan diisi oleh Abdul Kadir Karding.
Nama lain yang turut disebut adalah Hasan Nasbi yang berpotensi menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Berbagai kemungkinan ini menunjukkan bahwa fokus reshuffle tampaknya berkaitan erat dengan penguatan sektor komunikasi dan koordinasi pemerintahan.
Saat dikonfirmasi oleh Tribunnews.com melalui pesan WhatsApp, Muhammad Qodari memberikan tanggapan singkat.
Baca juga: Momen Prabowo Hadiri Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju, Sebut Sahabat Baik Ahmad Dhani: Lancar Ya
"Mohon doa yang terbaik," tulis Qodari diakhiri emoji senyum.
Di tengah beredarnya kabar tersebut, Presiden Prabowo juga diketahui melakukan sejumlah pertemuan penting dengan tokoh-tokoh kunci.
Salah satunya adalah pertemuan empat mata dengan Luhut Binsar Panjaitan pada Selasa, 23 April.
Tak lama setelah itu, Prabowo juga memanggil Dudung Abdurachman ke Istana, yang kemudian ditafsirkan sebagai sinyal awal adanya penataan ulang dalam susunan Kabinet Merah Putih.
Seskab: Tunggu Saja!
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons mengenai isu perombakan kabinet yang akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Dia hanya menjawab singkat mengenai isu tersebut.
“Tunggu saja,” kata Teddy singkat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, soal perombakan kabinet akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo.
“Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” katanya.
Baca juga: Ingin Program Hilirisasi RI Semakin Ngebut, Presiden Prabowo Beri Perintah Khusus untuk Sosok Ini
Sinyal 'keras' dari Golkar
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, menegaskan bahwa reshuffle harus dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kinerja pemerintahan, termasuk mengganti menteri yang dinilai tidak produktif.
"Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia," kata Idrus kepada wartawan, Senin (27/4/2026).
Menurut Idrus, isu reshuffle tidak boleh direduksi hanya sebagai pergantian figur semata.
Lebih dari itu, reshuffle merupakan instrumen penting dalam sistem pemerintahan presidensial untuk memastikan efektivitas kabinet dalam menjalankan agenda negara.
Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi pemerintahan saat ini bukan terletak pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, melainkan pada implementasi kebijakan di tingkat kementerian.
"Tidaklah bijaksana apabila secara serta-merta muncul suara-suara yang meminta presiden turun. Masalahnya bukan pada presiden tetapi pada pembantu-pembantunya," ucapnya.
Sudah Tiga Kali Reshuffle
Presiden Prabowo Subianto telah melakukan perombakan kabinet sebanyak tiga kali sejak menjabat pada Oktober 2024.
- Reshuffle Pertama (19 Februari 2025) : Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Brodjonegoro digantikan oleh Brian Yuliarto.
- Reshuffle Kedua (8 September 2025) : Perubahan sejumlah posisi menteri dan wakil menteri, termasuk pengisian jabatan yang kosong.
- Reshuffle Ketiga (17 September 2025) : Erick Thohir digeser menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
(TribunNewsmaker.com/ Tribunnews)