Breaking News:

Selebrita

Dituding Abaikan Aduan Aurelie Moeremans di Masa Lalu, Kak Seto Minta Publik Jangan Melintir Fakta

Terseret kontroversi buku 'Broken Strings', Kak Seto akhirnya buka suara soal aduan Aurelie Moeremans di masa lalu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Candra Isriadhi
Editor: Candra Isriadhi
Instagram/@aurelie KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi
KASUS AURELIE - Kak Seto kini buka suara setelah dianggap abaikan aduan Aurelie Moeremans di masa lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Kak Seto menegaskan bahwa penanganan kasus pada tahun 2010 telah dilakukan sesuai tanggung jawab profesionalnya saat itu dan meminta publik tidak mengubah fakta sejarah.
  • Beliau mengimbau agar viralnya buku Broken Strings tidak menjadi ajang penghakiman massal atau fitnah terhadap pihak-pihak yang pernah menangani kasus tersebut.
  • Menekankan pentingnya empati bagi korban (Aurelie) untuk sembuh dari trauma tanpa harus menciptakan ruang konflik baru di ruang publik.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nama psikolog anak kenamaan, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, mendadak menjadi sorotan tajam warganet.

Hal ini menyusul viralnya buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans yang mengisahkan kembali perjuangannya melawan grooming pada tahun 2010 silam.

Dalam bukunya, Aurelie menyinggung proses penanganan kasus yang dianggapnya tidak optimal saat ia mengadu ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) lebih dari satu dekade lalu.

Menanggapi riuhnya tudingan yang menyebut dirinya "abai", Kak Seto akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Baca juga: 7 Mantan Pacar Aurelie Moeremans Sebelum Dinikahi Tyler Bigenho, Termasuk Marcello Tahitoe

Meminta Publik Menyikapi Bijak

Melalui unggahan di Instagram Story pribadinya, Kak Seto mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berkembang di media sosial.

Ia menegaskan bahwa dirinya telah bekerja semaksimal mungkin sesuai kapasitasnya saat menjabat sebagai Ketua Komnas PA kala itu.

"Kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru," tulis Kak Seto dalam unggahannya.

PERJUANGAN KAK SETO - Seto Mulyani atau Kak Seto kini dikenal sebagai seorang psikolog anak. Kak Seto pun menceritakan perjuangan hidupnya yang ternyata pernah menjadi gelandangan selama 7 bulan.
PERJUANGAN KAK SETO - Seto Mulyani atau Kak Seto kini dikenal sebagai seorang psikolog anak. Kak Seto pun menceritakan perjuangan hidupnya yang ternyata pernah menjadi gelandangan selama 7 bulan. (Instagram @kaksetosahabatanak)

Menolak Ruang Fitnah dan Serangan Personal

Kak Seto menyadari bahwa pengungkapan kembali luka lama memang menyisakan proses pembelajaran.

Namun, ia menyayangkan jika isu ini justru digunakan sebagai alat untuk saling menjatuhkan secara personal tanpa melihat fakta yang utuh.

"Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut,"

"kiranya hal itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya," tegasnya.

Baca juga: Cara Elegan Gibran Balas Roastingan Pandji soal Mata Ngantuk, Tompi & Raffi Ahmad Ikut Bereaksi

Ajakan untuk Pulih dan Berdamai dengan Masa Lalu

Alih-alih memperpanjang konflik, Kak Seto mengajak semua pihak yang terlibat dalam peristiwa belasan tahun silam itu untuk fokus pada pemulihan mental dan melanjutkan hidup dengan lebih baik.

"Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat terus pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan," lanjutnya dengan pesan yang menyejukkan.

CARA HINDARI GROOMING - Cara hindari child grooming yang sempat dihadapi oleh artis Aurelie Moeremans sewakut remaja.
CARA HINDARI GROOMING - Cara hindari child grooming yang sempat dihadapi oleh artis Aurelie Moeremans sewakut remaja. (Instagram/@aurelie)

Perlindungan Anak Masih Jadi "PR" Besar

Di akhir klarifikasinya, Kak Seto mengingatkan bahwa kasus yang menimpa Aurelie hanyalah satu dari sekian banyak tantangan perlindungan anak di Indonesia yang belum tuntas.

Menurutnya, dibutuhkan kerja kolektif daripada sekadar mencari siapa yang salah di masa lalu.

Ia menekankan bahwa saat ini masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang membutuhkan perhatian, kepedulian, dan kerja bersama, baik secara sukarela maupun profesional demi masa depan anak-anak Indonesia.

(Tribunnewsmaker.com/Candra) 

Tags:
Aurelie MoeremansBroken StringsKak Seto
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved