Breaking News:

Selebrita

Para Artis Kena Imbas Perang Netizen ASEAN & Knetz, Baskara Mahendra Santai Diejek Pegawai Pabrik!

Para artis kena imbas perang ntizen ASEAN dan Knetz, termasuk Baskara Mahendra yang santai diejek mirip pegawai pabrik!

Instagram/@baskaramahendra
PERANG NETIZEN - Aktor Baskara Mahendra terseret dalam perang netizen Korea Selatan dan ASEAN. Mantan suami Sherina itu pun bereaksi. 
Ringkasan Berita:
  • Perdebatan panas antara netizen Indonesia dan Korea Selatan yang terus bergulir.
  • Di tengah tensi yang kian meningkat, nama sederet artis ikut terseret dalam arus konflik daring itu.
  • Begitu juga aktor Baskara Mahendra yang turut muncul namanya.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Jagat media sosial X belakangan diramaikan oleh perdebatan panas antara netizen Indonesia dan Korea Selatan yang terus bergulir tanpa tanda mereda.

Situasi tersebut berkembang menjadi perbincangan luas hingga menarik perhatian publik dari kedua negara.

Di tengah tensi yang kian meningkat, nama sederet artis ikut terseret dalam arus konflik daring itu.

Begitu juga aktor Baskara Mahendra yang turut muncul namanya.

Padahal, ia sama sekali tidak terlibat langsung dalam perdebatan yang sedang berlangsung.

Kemunculan namanya bermula ketika seorang netizen Indonesia memakai foto sang aktor sebagai gambar profil saat beradu argumen dengan warganet Korea Selatan.

Dari situlah, sebagian knetz mulai menyoroti sosok Baskara karena wajahnya tampil di lini masa perdebatan.

Salah satu netizen Korea kemudian melontarkan komentar bernada merendahkan dengan menulis, “Mereka semua bentuknya seperti ini,” sambil menyertakan emoji muntah.

Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi keras karena dianggap menghina.

Tak berhenti di situ, ada pula komentar lain yang menyebut Baskara seperti pekerja pabrik di Korea Selatan.

Ucapan-ucapan itu dinilai menghina dan memancing kemarahan warganet Indonesia.

PERANG NETIZEN - Aktor Baskara Mahendra terseret dalam perang antara netizen Korea Selatan dan ASEAN. Wajahnya sempat diejek Knetz.
PERANG NETIZEN - Aktor Baskara Mahendra terseret dalam perang antara netizen Korea Selatan dan ASEAN. Wajahnya sempat diejek Knetz. (X.COM/X @bbongbbongboro | Instagram @baskaramahendra)

Baca juga: Perang Knetz vs Netizen Indo Bergema, Foto Selebgram Cantik Ini Malah Jadi Pemersatu Kedua Kubu

Banyak netizen Tanah Air merasa perlu meluruskan sekaligus membela aktor tersebut.

Mereka menilai serangan personal semacam itu tidak pantas dilontarkan dalam perdebatan apa pun.

Apalagi, Baskara dikenal publik sebagai aktor dengan citra positif serta pesona yang diakui luas.

Gelombang dukungan pun bermunculan di berbagai unggahan media sosial sebagai bentuk solidaritas terhadapnya.

Tanggapan Baskara

Menanggapi situasi yang berkembang, Baskara Mahendra akhirnya memberikan tanggapan melalui Instagram Story pada Rabu (11/2/2026).

Meski tidak secara eksplisit menyebutkan konflik yang sedang terjadi, ia menyampaikan pesan bernada apresiasi terhadap solidaritas Asa Tenggara.

Ia menyoroti bagaimana negara-negara di kawasan tersebut aktif mempromosikan grup lokal mereka di media sosial. 

“SEAblings assembling to promote our local boy/girlband. Love to see it!” tulis Baskara.

Unggahan itu pun ditafsirkan banyak pihak sebagai respons halus terhadap dinamika yang sedang berlangsung.

Alih-alih terpancing emosi, Baskara memilih menunjukkan sikap positif dan mendukung kebersamaan di antara negara-negara Asia Tenggara.

Sikapnya tersebut menuai pujian dari para penggemar.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah konflik di dunia maya bisa menyeret nama publik figur secara tak terduga.

RENDING DI TWITTER: Ternyata ini awal mulanya kenapa netizen Korea Selatan 'perang' lawan netizen Indonesia trending di Twitter. Malaysia sampai bela netizen Indo.
RENDING DI TWITTER: Ternyata ini awal mulanya kenapa netizen Korea Selatan 'perang' lawan netizen Indonesia trending di Twitter. Malaysia sampai bela netizen Indo. (X.COM)

Baca juga: Knetz Perang Lawan Netizen Indonesia, dari Konser Berujung Rasis, Banyak Bandingkan Foto Artis

Awal Perseteruan

Awal mula konflik di media sosial antaran Knetz dengan netizen Indonesia berasal dari kejadian beberapa hari lalu.

Awalnya, ada band asal Korea Selatan bernama Day6 menyelenggarakan konser di Malaysia di akhir Januari 2026 lalu.

Di konser Day6 tersebut rupanya ada fansite alias fans yang bertugas mengambil foto idol Kpop dari Korea yang datang ke konser itu.

Saat konser Day6 berlangsung, fansite asal Korea itu terciduk membawa kamera profesional berukuran besar dan mengganggu fans lain.

Hal itu akhirnya diviralkan oleh fans Day6 Malaysia hingga membuat fansite tersebut mengamuk.

Keributan antara fans Day6 dengan fansite Korea pun terjadi di X setelah konser berlangsung.

Fansite Korea itu bahkan kabarnya mengancam netizen Malaysia dengan pasal hukum.

Hingga akhirnya perseteruan itu selesai dan fansite Korea tersebut minta maaf sendiri.

"Perkara awalnya tuh krn pas konser DAY6 di KL, si fansite bawa kamera pro & lensa tele pdhl barang yg dilarang sama promotor konser. Ke foto sama penonton MY. Fansitenya ngamuk, ngancem pake UU ITE. Sempet war kecil, tp akhirnya dia ngetwit minta maaf," tulis akun @kcharenina.

Namun setelah perseteruan antara fans Day6 dengan fansite Korea mereda, justru ada Knetz yang kembali mengungkit soal idol Kpop.

Knetz tersebut lantas melayangkan cuitan bernada rasis terhadap orang-orang di Asia Tenggara hingga kondisi perekonomiannya.

Cuitan Knetz bernada rasis itu lantas dibalas oleh netizen Indonesia.

Ingin membela fans Kpop di Malaysia, netizen Indonesia tak terima warga di ASEAN dihina.

Konflik bernada rasis itu akhirnya merembet sampai Knetz membahas soal video klip grup vokal asal Indonesia, No Na.

Knetz meledek video klip lagu No Na yang diambil di tengah sawah.

Tak terima No Na diejek Knetz, netizen Indonesia pun membalasnya.

Beberapa netizen lain dari ASEAN seperti Malaysia hingga Thailand pun membantu netizen Indonesia membalas Knetz.

"Saya tidak punya uang jadi saya tidak bisa menyewa peralatan. Saya mengambil foto ini di ladang. Apakah Anda sedang dalam perjalanan menanam bibit padi?" tulis Knetz.

"Ingat sikit eh ko makan nasi pun sampai kerak kerak rendam air tau," balas netizen Malaysia.

"Kenapa ya orang korea kalo interact sama tweet bahasa inggris, balesnya pake korea. Negara maju tapi penduduknya mostly bobrok inggrisnya," tulis netizen Indonesia

"Saya iri kepada mereka yang fasih berbahasa Inggris tetapi hidup dalam kemiskinan," balas Knetz.

SEAblings kembali bersatu

Menanggapi komentar bernada negatif dan tuduhan rasis itu, netizen dari berbagai negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam kemudian menunjukkan solidaritas dengan tagar dan meme yang memperkuat ikatan kawasan, yang dipopulerkan sebagai SEAblings, sebuah istilah solidaritas netizen Asia Tenggara.

Unggahan lainnya mencerminkan bagaimana sebagian netizen mencoba mencairkan suasana dengan humor:

?“Orang Indo emang ga pengen menang debat. Pengen bikin kesal aja wkwkkw.” — akun X netizen Indonesia

Fenomena SEAblings

Fenomena “SEAblings” bukanlah istilah yang baru muncul dalam dinamika media sosial kawasan.

Istilah ini sudah lama digunakan warganet Asia Tenggara sebagai simbol solidaritas lintas negara ASEAN ketika menghadapi isu bersama di ruang digital.

Dalam sejumlah momentum sebelumnya, netizen dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, hingga Singapura kerap menunjukkan dukungan kolektif melalui tagar bersama, percakapan lintas bahasa, hingga aksi nyata yang berawal dari kampanye daring.

Misalnya saat aksi unjuk rasa di Indonesia yang berujung netizen dari Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain melakukan aksi nyata seperti memesan makanan atau bantuan melalui aplikasi layanan ojek dan pengantaran untuk mendukung kelompok tertentu.

Pola ini mencerminkan tumbuhnya identitas regional di kalangan pengguna internet Asia Tenggara, di mana batas negara menjadi lebih cair ketika menghadapi isu yang dianggap menyentuh kepentingan atau harga diri bersama.

Dikutip dari The Diplomat, solidaritas digital seperti SEAblings bahkan kerap dibandingkan dengan gerakan regional lain di Asia yang memperlihatkan bagaimana media sosial mampu menyatukan komunitas lintas negara dalam satu narasi kolektif.

(TribunNewsmaker.com/ Listusista / TribunnewsBogor)

Tags:
Baskara MahendraASEANpegawai
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved