Breaking News:

Selebrita

Respon Tasya Kamila Usai Dirujak Netizen Persoalkan Kontribusinya Sebagai Alumni LPDP: Aku Sedih

Kontribusi Tasya Kamila sebagai alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mendadak jadi sorotan publik.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
Ringkasan Berita:
  • Tasya Kamila membagikan tujuh poin kontribusinya untuk Indonesia setelah lulus S2 dari Columbia University sebagai penerima beasiswa LPDP.
  • Salah satu kontribusi yang disebut adalah "melakukan gerakan akar rumput untuk keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia" serta berbagai aksi di isu lingkungan.
  • Alih-alih mendapat pujian, unggahan tersebut justru menuai cibiran dan kritik dari publik yang mempertanyakan dampak nyata kontribusinya.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kontribusi Tasya Kamila sebagai alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mendadak jadi sorotan publik.

Istri Randi Bachtiar itu sebelumnya membagikan sederet kontribusinya usai menempuh pendidikan S2 di Columbia University, Amerika Serikat.

Melalui unggahan di media sosial, Tasya memaparkan tujuh poin pengabdiannya untuk Indonesia setelah menyelesaikan studi.

BEASISWA LPDP - Tasya Kamila diwisuda di Columbia University, Amerika Serikat.
BEASISWA LPDP - Tasya Kamila diwisuda di Columbia University, Amerika Serikat. (Instagram/@tasyakamila)

Ia menyebut berbagai aktivitas yang diklaim sebagai bentuk kontribusi nyata bagi Tanah Air.

Salah satu poin yang disorot adalah pernyataannya soal "melakukan gerakan akar rumput untuk keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia" serta sejumlah gerakan lain terkait isu lingkungan.

Namun, alih-alih banjir pujian, unggahan tersebut justru memicu kritik tajam dari warganet.

Baca juga: Respon Dwi Sasetyaningtyas Usai Pernyataan Menkeu Purbaya soal LPDP, Merasa Tersindir: Jangan Fitnah

Tak sedikit netizen yang mempertanyakan sejauh mana dampak nyata dari kontribusi yang dipaparkan Tasya.

Sorotan publik pun mengarah pada detail program dan implementasi gerakan yang disebutkan.

Hingga akhirnya, respons pro dan kontra membanjiri kolom komentar media sosialnya.

Di tengah ramainya kritik, Tasya pun memberikan tanggapan melalui akun pribadinya, menanggapi berbagai komentar yang muncul terkait kontribusinya sebagai alumni LPDP.

BEASISWA LPDP - Ilustrasi mahasiswa beasiswa kuliah gratis di luar negeri.
BEASISWA LPDP - Ilustrasi mahasiswa beasiswa kuliah gratis di luar negeri. (Campuspedia)

Kontribusi Tasya Kamila terhadap negara dinilai tidak sebanding dengan biaya pendidikan yang didanai dari pajak masyarakat Indonesia.

Pengabdiannya sebagai alumni LPDP bahkan disebut seperti program kerja anak BEM atau ibu-ibu PKK.

Salah satu kritikan yang dilontarkan oleh netizen akun @houseofya pun mendapat tanggapan dari mantan penyanyi cilik tersebut.

"Mba kok impactnya ga sebesar dana yg dikeluarkan yah? Ini lebih mirip prokeran EM/kantor, program CSR perusahaan, atau kegiatan ibu⊃2; di lingkungan," tulis akun @houseofya.

Baca juga: Nasib Nia Daniaty Usai Anak Dipenjara, Tiga Rumah Mewahnya Kini Terancam Disita, Korban Rugi Rp8,1 M

Menjawab kritikan tersebut, Tasya mengaku dirinya belum bisa memenuhi ekspektasi semua orang sebagai seorang penerima beasiswa.

"Huhu maaf ya aku belom bisa penuhin ekspektasi kamu sebagai penerima beasiswa. Alhamdulillah baik LPDP maupun orang-orang yang terdampak lewat berbagai gerakanku berkenan. Tapi aku sadar memang aku gak bisa memenuhi ekspektasi dan menyenangkan hati semua orang," tulisnya.

Lebih lanjut, Tasya Kamila mengaku sedih pengabdiannya dinilai tidak berdampak.

Sebab menurutnya, gerakan akar rumput untuk lingkungan memang bisa dilakukan oleh siapa saja, namun harus ada inisiator untuk mengerjakannya.

"Jujur aku sedih karena usahaku, gerakan akar rumput untuk lingkungan dibilang gak berdampak. Aku mempraktikkan keilmuan yang aku dapat di Columbia University, soal bagaimana kebijakan publik bisa efektif dijalankan melalui gerakan akar rumput dan bagaimana publik juga bisa mendorong kebijakan. Kebetulan di tahun 2016, isu SDGs menjadi salah satu prioritas sehingga jurusan kuliahku menjadi salah satu yang diprioritaskan LPDP.

POLEMIK LPDP - Pendaftaran LPDP 2026Tahap 1 dibuka.
POLEMIK LPDP - Pendaftaran LPDP 2026Tahap 1 dibuka. (LPDP)

Gerakan-gerakan ini memang bisa dan justru HARUS dikerjakan siapa saja, tapi tetap harus ada yang mau jadi inisiator, amplifier, dan memberikan wadah untuk mengerjakannya. Harus pula ada yang menjembatani antara policymaker dan publik agar pesan tersampaikan sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan dan tujuan lingkungan terwujud."

"Dan sebaliknya, dari gerakan akar rumput soal lingkungan yang dibuat ngetrend juga mendorong kebijakan publik pro lingkungan, mendorong demand untuk produk2 dan praktik bisnis yang pro lingkungan. Aku nggak bekerja sendirian, aku berkolaborasi dengan Kementerian dan Lembaga, NGO, sekolah2, ibu2 PKK, termasuk juga CSR perusahaan, untuk membangun dampak yang lebih besar," tulis Tasya.

Tasya melanjutkan tanggapannya dengan menyinggung soal monetary impact. Ibu dua anak itu menyebut bahwa pendapatannya dari industri kreatif juga berkontribusi untuk pajak, dan bahkan menurutnya, nominal pajak yang ia setorkan selama ini sudah bisa untuk menutup biaya pendidikannya tersebut.

"Kak, kalo mau ngomongin monetary impact, Alhamdulillah dari rezekiku dalam pekerjaan ku di industri kreatif juga sudah berkontribusi untuk pajak. Kalau dihitung sejak aku lulus, pajak yg managementku setorkan insyaAllah udah bisa nutup itu uang sekolahku," lanjutnya.

Tasya juga menambahkan bahwa dirinya akan terus berupaya untuk memberikan dampak baik dalam setiap pekerjaan yang ia jalani.

Meski telah memberikan penjelasan panjang lebar, jawaban Tasya justru kembali menuai perdebatan panjang dari netizen.

Publik menilai bahwa kontribusi penerima beasiswa LPDP seharusnya bukan hanya soal balik modal, melainkan juga dampak signifikan yang berkelanjutan bagi negara. 

(TribunNewsmaker.com/Grid.Id)

Sumber: Grid.ID
Tags:
Tasya KamilaDwi Sasetyaningtyaspenerima lpdpBeasiswa LPDPLPDP
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved