Breaking News:

Hotel Penuh Gagalkan Perpanjang Umrah, Annisa Trihapsari Bersyukur Terhindar Konflik Iran-AS

Annisa Trihapsari membagikan pengalaman spiritual saat umrah di Tanah Suci. Ia sempat ingin memperpanjang ibadah, namun rencananya gagal.

Instagram/Instagram @djorghisultan
Pengalaman umrah Annisa Trihapsari terjadi sesaat sebelum ketegangan perang Iran dan Amerika Serikat. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM – Artis Annisa Trihapsari membagikan pengalaman spiritual yang tak terlupakan saat menjalani ibadah umrah di Tanah Suci. Ia mengaku sempat berkeinginan memperpanjang masa tinggalnya untuk beribadah lebih lama, namun rencana tersebut justru gagal.

Pengalaman umrah Annisa Trihapsari terjadi sesaat sebelum ketegangan perang Iran dan Amerika Serikat.
Pengalaman umrah Annisa Trihapsari terjadi sesaat sebelum ketegangan perang Iran dan Amerika Serikat. (Instagram @djorghisultan)

Di balik kegagalan itu, Annisa merasa ada hikmah besar yang ia rasakan. Istri dari Sultan Djorghi tersebut meyakini bahwa peristiwa tersebut merupakan bentuk perlindungan Tuhan, terutama setelah muncul kabar meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Annisa mengungkapkan bahwa perjalanan umrah kali ini terasa berbeda. Untuk pertama kalinya ia berangkat tanpa didampingi suami, anak, maupun orang tuanya. Ia hanya ditemani oleh dua sahabat perempuan.

Baca juga: Nirina Zubir Totalitas Perankan Ibu 70 Tahun, Makeup Sampai 4 Jam di Film Jangan Buang Ibu

Selama berada di Tanah Suci selama 19 hari, Annisa Trihapsari mengaku merasakan pengalaman ibadah yang begitu mendalam dan berkesan. Ia memanfaatkan waktu tersebut untuk menjalani berbagai rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan, mulai dari tawaf di sekitar Ka'bah, berdoa di Hijir Ismail, hingga berusaha menyentuh Ka'bah dengan perjuangannya sendiri di tengah padatnya jamaah yang datang dari berbagai negara.

Bagi Annisa, momen tersebut terasa sangat istimewa karena ia benar-benar merasakan kedekatan spiritual yang berbeda dibandingkan perjalanan ibadah sebelumnya. Ia mengaku setiap langkah yang dijalani selama berada di Tanah Suci terasa penuh makna dan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

"Itu bener-bener berjuang dan itu nikmat banget. Jadi aku bilang sama Sultan, 'Ayah boleh nggak aku extend?' Boleh. Langsung aku pengen extend pesawat oke semua oke," kata Annisa dikutip Grid.ID dari tayangan Rumpi Trans TV, Sabtu (14/3/2026).

Karena merasakan kenyamanan dan kekhusyukan saat beribadah, Annisa pun sempat berkeinginan memperpanjang masa tinggalnya di Tanah Suci. Ia bahkan telah meminta izin kepada sang suami, Sultan Djorghi, untuk menambah waktu ibadahnya. Saat itu, rencana memperpanjang tiket penerbangan juga sudah disiapkan dan tampaknya berjalan lancar.

Namun rencana tersebut pada akhirnya tidak berjalan sesuai harapan. Keinginan Annisa untuk memperpanjang masa ibadah di Mekkah harus terhenti karena ia tidak berhasil mendapatkan kamar hotel.

"Qadarullahnya hotel penuh. Hotel di Madinah, di Mekkah, bahkan di Jeddah pun penuh. Masya Allah, karena itu kan udah 11 jutaan jamaah yang datang ke sana. Padahal itu baru hari keempat atau kelima Ramadan gitu," kenang ibu tiga anak tersebut.

Menurut Annisa, saat itu hampir semua penginapan di kota-kota utama seperti Mekkah, Madinah, hingga Jeddah sudah penuh oleh jamaah. Jumlah umat Muslim yang datang untuk menjalani ibadah umrah pada awal Ramadan memang sangat besar, sehingga membuat ketersediaan hotel menjadi sangat terbatas.

Meski sempat merasa kecewa karena tidak dapat memperpanjang masa tinggalnya, Annisa akhirnya mencoba menerima keadaan dengan lapang dada. Ia memilih pulang ke Jakarta sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.

Tak lama setelah kepulangannya ke Indonesia, situasi dunia internasional justru dihebohkan oleh meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat. Konflik tersebut membuat kondisi kawasan Timur Tengah menjadi semakin tidak menentu.

Peristiwa itu membuat Annisa semakin yakin bahwa kegagalannya memperpanjang masa ibadah di Tanah Suci bukanlah sekadar kebetulan. Ia merasa ada campur tangan Tuhan yang mengatur jalan hidupnya.

"Akhirnya ya udah (pulang), eh kenapa sampai Jakarta langsung ada peperangan itu. Oh, berarti itulah qadarullah, makanya hotel penuh ya kayaknya nggak boleh stay di sana," tandasnya.

Bagi Annisa, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap rencana manusia pada akhirnya tetap berada dalam kuasa Tuhan. Apa yang semula terasa seperti kekecewaan justru bisa menjadi bentuk perlindungan yang tidak disadari pada saat itu. (Tribunnewsmaker.com/Grid.ID/Devi Agustiana)

Tags:
Annisa Trihapsariperang iran vs amerikaibadah umrah
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved