Seputar Solo Raya
Wisata Hits Karanganyar! De Tjolomadoe Suguhkan Nuansa Kolonial yang Instagramable
De Tjolomadoe, wisata hits Karanganyar bernuansa kolonial dengan spot foto estetik wajib dikunjungi!
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- De Tjolomadoe di Karanganyar merupakan bekas pabrik gula peninggalan kolonial yang kini menjadi destinasi wisata hits bernuansa sejarah dan modern.
- Pengunjung bisa menjelajahi proses produksi gula, melihat mesin tua, serta menikmati ruang museum yang edukatif.
- Dilengkapi spot foto Instagramable dan fasilitas modern, tempat ini cocok untuk wisata keluarga dan rekreasi edukasi.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Terletak di Kabupaten Karanganyar, De Tjolomadoe menjadi salah satu destinasi wisata hits yang memadukan sejarah dan gaya modern dalam satu kawasan.
Bangunan megah yang dulunya merupakan pabrik gula peninggalan kolonial Belanda ini kini disulap menjadi ruang wisata yang estetik dan penuh cerita.
Pengunjung dapat menyusuri jejak masa lalu melalui arsitektur klasik yang masih terjaga, lengkap dengan mesin-mesin tua yang menjadi saksi bisu kejayaan industri gula.
Tak hanya sarat edukasi sejarah, De Tjolomadoe juga menawarkan berbagai spot foto Instagramable dengan nuansa industrial yang unik dan artistik.
Area ini turut dilengkapi fasilitas modern seperti museum, ruang pameran, hingga kafe yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga maupun teman.
Dengan perpaduan nilai historis dan konsep kekinian, De Tjolomadoe sukses menjadi magnet wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Karanganyar.
Baca juga: Destinasi Hits di Lereng Lawu! The Lawu Park Karanganyar Jawa Tengah Jadi Pilihan Favorit Keluarga
Sejarah Panjang Pabrik Gula De Tjolomadoe
De Tjolomadoe didirikan pada tahun 1861 oleh Mangkunegara IV.
Nama Colomadu yang melekat pada pabrik ini berarti “Gunung Madu”, melambangkan harapan bahwa pabrik gula ini akan menjadi sumber kekayaan yang manis dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.
Pabrik ini sempat menjadi pusat industri gula yang maju, dengan berbagai fasilitas pendidikan dan beasiswa untuk warga setempat.
Pada 1950, pabrik diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan beroperasi hingga 1998.
Setelah sempat terbengkalai, pada 2017 De Tjolomadoe direvitalisasi menjadi museum dan destinasi wisata cagar budaya yang memadukan nilai sejarah dengan sentuhan modern.
Pesona Arsitektur dan Atmosfer Modern
Begitu melangkahkan kaki ke kawasan De Tjolomadoe, pengunjung akan disambut bangunan bergaya kolonial yang megah dan cerobong asap ikonik yang menjulang tinggi.
Renovasi yang dilakukan tetap mempertahankan karakter asli pabrik, menciptakan perpaduan klasik-modern yang unik dan sangat fotogenik, cocok bagi para pengunjung yang gemar berburu spot Instagramable.
Menelusuri Proses Produksi Gula
De Tjolomadoe tidak hanya menjadi destinasi visual, tetapi juga edukatif.
Wisatawan bisa menjelajahi berbagai stasiun produksi gula, mulai dari Stasiun Gilingan, tempat penggilingan tebu, hingga stasiun penguapan, di mana cairan tebu diolah menjadi sirup kental yang kemudian dikristalisasi menjadi gula pasir.
Mesin-mesin tua ini tetap dipertahankan, memberikan pengalaman autentik tentang proses pembuatan gula.
Ruang Museum dan Eksibisi
Ruang eksibisi menyimpan sejarah lengkap pabrik gula ini, lengkap dengan artefak antik seperti mesin kasir, arsip tua, dan uang kertas zaman dulu.
Pengunjung dapat belajar langsung dari guide untuk memahami perjalanan industri gula Colomadu sekaligus memberikan pengalaman edukatif bagi anak-anak.
Fasilitas dan Aktivitas Pendukung
Selain tur edukatif, De Tjolomadoe menyediakan kafe untuk bersantai, dan beberapa stand souvenir yang menjual kerajinan tangan serta pakaian khas.
Lahan luas di sekitar pabrik juga dimanfaatkan untuk kegiatan seperti pre-wedding, wedding venue, maupun konser, menjadikannya tempat multifungsi.
Informasi Praktis
Lokasi: Jl. Adisucipto No.1, Paulan Wetan, Malangjiwan, Kec. Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah 57177
Harga Tiket: Dewasa Rp40.000, Pelajar Rp30.000, Wisatawan Asing Rp200.000
Jam Operasional: Selasa–Minggu, 10.00–17.00 WIB (Senin tutup)
Durasi Kunjungan: 1–2 jam
Dengan tiket yang terjangkau, pengunjung dapat menikmati kombinasi pengalaman sejarah, edukasi, dan foto kekinian.
Tempat ini cocok dikunjungi bersama keluarga maupun anak-anak karena durasi kunjungannya pas dan informatif.
(TribunNewsmaker.com/TribunSolo.com)
| Wisata Pemandian Air Panas Bayanan Sragen Jateng, Destinasi Relaksasi Alami Favorit: Healing Murah |
|
|---|
| 5 Tempat Dinner Romantis di Solo Jateng, Kualitas Premium, Ada Canting Londo Kitchen |
|
|---|
| 5 Tempat Makan Siang Hits di Solo Jateng, Rasa Enak & Tempat Nyaman, Ada Warung Selat Mbak Lies |
|
|---|
| 5 Tempat Dinner di Solo Jateng, Dijamin Romantis, Termasuk Canting Londo Kitchen & Epice Restaurant |
|
|---|
| 5 Pilihan Siomay Enak di Solo Jateng, Ada Mang Edi Rasanya Juara, Bumbu Meresap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/De-Tjolomadoe-yang-merupakan-hasil-revitaliasi.jpg)