Kematian Brigadir Esco
Fakta di Balik Isu Perselingkuhan hingga Sebabkan Briptu Rizka Bunuh Brigadir Esco, Masih Janggal?
Kematian Brigadir Esco yang dibunuh oleh istrinya, Briptu Rizka disinyalir karena ada isu perselingkuhan, bagaimana faktanya?
Editor: Delta Lidina
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Setelah satu bulan sejak kematian Brigadir Esco Fasca Rely, kini perlahan mulai terungkap.
Kematian anggota Intel Polsek Sekotong, Lombok Barat ini menyisakan banyak kejanggalan.
Di samping itu, motif pembunuhan yang belum terungkap.
Brigadir Esco ditemukan tak bernyawa di bukit belakang permukiman warga Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.
Saat ditemukan pada 24 Agustus 2025 lalu itu, jasad Brigadir Esco sangat mengenaskan.
Kondisi lehernya tampak terjerat tali.
Dia ditemukan oleh warga sekitar saat sedang mencari ternaknya yang hilang.
Banyak spekulasi yang mengarah ke penyebab kematian Brigadir Esco termasuk soal adanya isu perselingkuhan.
Selain perselingkuhan, ada kabar menyebut jika kematiannya ini gara-gara judi online.
Terkait dengan isu perselingkuhan, pihak Briptu Rizka menjawab.
Awalnya, kuasa hukum Briptu Rizka, Rossi, menyatakan ada kejanggalan dalam proses penetapan tersangka.
“Ada beberapa hal yang belum terang benderang, namun tiba-tiba muncul penetapan tersangka,” ungkapnya.
Pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum untuk menguji keputusan penyidik dan memastikan tidak terjadi kriminalisasi terhadap kliennya.
Baca juga: Siasat Licik Briptu Rizka Bunuh Suami, Brigadir Esco Terbongkar, Korban Dihabisi saat Tak Berdaya
Ia juga membantah, isu liar tentang dugaan perselingkuhan yang memicu perkelahian dan berujung pada tewasnya Brigadir Esco.
“Itu semua tidak benar (isu perselingkuhan), itu fintah,” tegas Rossi.
Kejanggalan demi Kejanggalan
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat, menyampaikan bahwa kematian Brigadir Esco bukan karena bunuh diri, melainkan akibat penganiayaan.
“Ada dugaan kekerasan, iya (penganiayaan) mengakibatkan meninggal dunia,” kata Syarif pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Penyidik telah memeriksa puluhan saksi, termasuk istri dan mertua korban. Ponsel milik Brigadir Esco yang telah dianalisis lebih lanjut bekerja sama dengan Bareskrim Polri.
Ayah korban, Samsul Herawadi, membeberkan sejumlah kejanggalan yang ia temukan sebelum dan sesudah jenazah anaknya ditemukan.
Samsul menduga kuat bahwa jasad anaknya sempat disembunyikan di kamar anak korban.
Ia menemukan bercak darah di handuk cucunya dan kayu yang kini telah disita polisi sebagai barang bukti. Hal itu ia temukan saat mengunjungi rumah cucunya.
Baca juga: Briptu Rizka Gelisah setelah Pemakaman Brigadir Esco, Ibunya Sampai Tuduh Besan: Muara Masalah
“Saya semakin terpukul, kenapa harus di kamar cucu saya,” ungkap Samsul.
Samsul kala itu meyakini bahwa kematian anaknya bukanlah bunuh diri. “Tanpa autopsi, anak kecil pun tahu itu bukan bunuh diri,” tegasnya.
Sejak kematian Esco mencuat ke publik dan mencurigai keterlibatan orang dekat, Samsul mengaku keluarganya terus berada dalam tekanan sosial dan psikis.
“Apa iya? Mungkinkah? Tegakah? Itu yang menjadi pikiran kita bingung,” ujarnya.
Kejanggalan juga diungkapkan Kepala desa Desa Jembatan Gantung, Suhaimi.
Ia menyatakan bahwa sebelum penemuan jasad Esco, tidak ada laporan yang masuk terkait hilangnya korban, baik dari keluarga maupun perangkat dusun.
“Istrinya nggak pernah lapor kalau suami belum pulang, dan ndak pernah dia lapor kasih tahu tetangga atau kadusnya,” ungkap Suhaimi saat diwawancarai Tribun Lombok, Senin (25/8/2025) lalu.
Baca juga: Sandiwara Briptu Rizka soal Kematian Brigadir Esco, ke Dukun, Sempat Unggah: Titip Masa Depan Anakku
Penetapan Briptu Rizka sebagai Tersangka
Penyelidikan akhirnya mengarah pada sosok istri korban sendiri, Briptu Rizka Sintiyani. Penetapan dilakukan setelah gelar perkara tertutup di Mapolda NTB, Jumat (19/9/2025).
“Hasil gelar perkara, penyidik menetapkan istri korban sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Muhamad Kholid.
Menanggapi penetapan ini, Samsul Herawadi menyatakan bahwa ia menduga pembunuhan terhadap anaknya direncanakan dan tidak dilakukan oleh satu orang.
“Tidak mungkin dia sendiri. Mustahil. Saya yakin ada pihak luar yang terlibat,” kata Samsul. Ia juga menuntut agar siapapun yang terlibat diadili seberat-beratnya. (TribunNewsmaker/TribunLombok)
Sumber: Tribun Lombok
| Motif Briptu Rizka Habisi Nyawa Brigadir Esco, Cekcok Diduga soal Ekonomi, Lalu Pukul Kepala Korban |
|
|---|
| Sebulan Sebelum Kematian Brigadir Esco, Obrolan Briptu Rizka dengan Bank Bocor, Bahas soal Utang |
|
|---|
| Polisi Rahasiakan Motif Briptu Rizka di Kematian Brigadir Esco, Keluarga Korban Kecewa: Nggak Paham |
|
|---|
| Sosok Mr X Diduga Bantu Briptu Rizka Bopong Jasad Brigadir Esco ke Kebun, Ikat Kepala Korban |
|
|---|
| Kejanggalan Rekonstruksi Kematian Brigadir Esco, Aneh 30 Adegan tapi Tak Ada Tindak Pembunuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Kematian-seorang-polisi-bernama-Brigadir-Esco-Fasca-Rely-akhirnya-mulai-terungkap.jpg)