Breaking News:

Berita Viral

Dikritik Karena Gaun Pernikahannya, Pengantin Wanita Nekat Mengakhiri Hidupnya

Tragedi di Hari Bahagia: Pengantin Wanita Bunuh Diri Setelah Dihina Keluarga Mempelai Pria.

|
east2west news
Tragedi di Hari Bahagia: Pengantin Wanita Bunuh Diri Setelah Dihina Keluarga Mempelai Pria. 

Tragedi di Hari Bahagia: Pengantin Wanita Bunuh Diri Setelah Dihina Keluarga Mempelai Pria.

Tribunnewsmaker - Seorang pengantin muda di Azerbaijan dilaporkan mengakhiri hidupnya setelah mendapat kritik keras dari keluarga suaminya terkait gaun pengantin yang ia kenakan. Gaun model off-the-shoulder yang dipilihnya disebut “terlalu terbuka”, “provokatif”, dan dinilai memalukan oleh pihak keluarga mempelai pria.

Baca juga: Trauma Masa Lalu hingga Inner Child Jadi Dugaan Tewasnya Arya Daru, Ingin Bunuh Diri Sejak 2013

Seorang pengantin wanita dilaporkan bunuh diri setelah gaun pengantin off-shoulder-nya diduga dikritik oleh keluarga mempelai pria karena dianggap
Seorang pengantin wanita dilaporkan bunuh diri setelah gaun pengantin off-shoulder-nya diduga dikritik oleh keluarga mempelai pria karena dianggap "terlalu terbuka". (east2west news)

Inilah kisah memilukan karena gaun pernikahan

Korban, Lyaman Mammadli, yang baru berusia 19 tahun, meninggal beberapa hari setelah resmi menikah dengan Elnur, pria berusia 33 tahun, di kota Mingachevir.
Menurut ayahnya, Murad Bayramov, sang putri sangat terpukul oleh hinaan terhadap gaunnya yang memang memperlihatkan area bahunya. Ia disebut merasa dilecehkan setelah disebut “telanjang” pada hari yang seharusnya menjadi momen paling membahagiakan dalam hidupnya.

Tak lama setelah berselisih dengan keluarga suaminya, Lyaman ditemukan tewas di halaman belakang rumah orang tuanya. Kabar tersebut dilaporkan oleh The US Sun dan memicu keprihatinan luas.

Ayah korban mengaku bahwa pertengkaran bermula saat pihak suami datang ke rumah mereka setelah pesta pernikahan.
“Calon suami putri saya dan orang tuanya memicu pertengkaran besar hanya karena gaun pengantin yang dipakai Lyaman,” ungkapnya.
“Putriku tidak sanggup menghadapi tekanan itu, dan akhirnya memilih untuk bunuh diri.”

Dalam budaya setempat yang masih kental dengan tradisi Islam konservatif, perempuan diharapkan menutupi sebagian besar tubuhnya saat tampil di depan umum. Tuduhan bahwa Lyaman mengenakan gaun yang dianggap “terlalu terbuka” menjadi pukulan berat baginya.

Menurut Bayramov, konflik makin memanas ketika keluarga mempelai pria kembali mendesak dan mengkritik mereka.
“Mereka mengatakan, ‘Ini memalukan. Bagaimana kalian membiarkan putri kalian memakai gaun seperti itu?’,” kenangnya.

Keluarga Lyaman mencoba menjelaskan bahwa model gaun tersebut sangat umum dipakai banyak pengantin modern. Namun perdebatan tak juga reda dan berlanjut hingga hari berikutnya. Bahkan setelah kepergian Lyaman, hubungan kedua keluarga tetap memburuk dan belum menemui titik damai.

Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki secara menyeluruh penyebab kematian tragis tersebut.

Kisah pilu Lyaman memicu gelombang solidaritas di media sosial. Banyak warganet menyebut kematiannya sebagai sesuatu yang “tidak masuk akal”, “sangat menyayat hati”, dan sebuah “tragedi besar” yang seharusnya tidak pernah terjadi — terlebih hanya karena sebuah gaun pengantin.

Tribunnewsmaker | News.com.au | Aleyda Salsa Sabillawati

Tags:
berita viralpernikahanbunuh diri
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved