Berita Viral
Tuding Ayam Jadi Penyebab Tabrakan, Penghuni Kondominium Tetap Diminta Bayar Kerusakan
Salahkan Ayam atas Insiden Tabrakan, Warga Kondominium Tak Lolos dari Tanggung Jawab Ganti Rugi.
Editor: Tim TribunNewsmaker
Salahkan Ayam atas Insiden Tabrakan, Warga Kondominium Tak Lolos dari Tanggung Jawab Ganti Rugi.
Tribunnewsmaker - Seorang penghuni kondominium di kawasan Queenstown mengaku mengalami kecelakaan mobil yang tidak biasa. Ia menyalahkan seekor ayam yang tiba-tiba muncul di jalur kendaraan sebagai penyebab mobilnya menabrak tembok, hingga menimbulkan kerugian sekitar $4.200 atau setara Rp. 53,4 juta untuk perbaikan mobil.
Baca juga: Usai Kecelakaan Seorang Perempuan Kedapatan Memberikan Minuman Keras Kepada Sopir
Berikut kasus kecelakaan yang tak biasa
Masalahnya tidak berhenti di situ. Setelah kejadian itu, pihak manajemen kondominium juga meminta perempuan yang menggunakan nama Stomper LQ tersebut untuk membayar tambahan $352 guna memperbaiki dinding yang rusak akibat tabrakan.
Menurut Stomper, kecelakaan yang terjadi pada September lalu itu justru membuka kekhawatiran lebih besar di kalangan warga mengenai keberadaan satwa liar, khususnya ayam, yang berkeliaran bebas di dalam kompleks kondominium.
Saat kejadian, Stomper sedang mengemudikan mobil Kia Niro putih menuju gerbang parkir kondominium. Ia menceritakan bahwa seekor ayam jantan tiba-tiba muncul di depannya.
“Saya langsung mengurangi kecepatan dan tetap melaju melewati gerbang. Saya khawatir ayam itu tertabrak, jadi saya menoleh ke kaca spion untuk melihat ke belakang,” ujarnya.
Namun, saat perhatiannya teralihkan, sisi kiri mobilnya justru menabrak tembok di jalur masuk parkir yang sempit.
Meski begitu, pihak manajemen kondominium membantah adanya ayam jantan di area tersebut. Stomper tidak setuju dengan pernyataan itu dan mengatakan bahwa keberadaan ayam sudah lama menjadi masalah. Ia bahkan membagikan beberapa video yang menunjukkan ayam-ayam berkeliaran di dalam kompleks.
“Manajemen menyangkal, padahal ayam-ayam ini sudah ada berbulan-bulan. Mereka bukan sekadar burung biasa, tapi bisa membahayakan keselamatan penghuni,” katanya.
Stomper juga mempertanyakan kondisi tembok yang ditabraknya. Menurutnya, dinding tersebut bisa saja sudah mengalami kerusakan atau keausan sebelum kejadian.
“Saya merasa tidak adil jika harus menanggung biaya perbaikan untuk kerusakan yang mungkin sudah ada sebelumnya. Saya sudah meminta bukti kondisi dinding itu berkali-kali, tapi tidak pernah diberikan,” ujarnya.
Karena tidak mendapatkan respons dari pihak pengelola meski telah mengirim banyak email, Stomper akhirnya membawa persoalan ini ke Dewan Kepemilikan Strata.
“Saya sudah menanggung kerugian besar untuk mobil saya. Alih-alih menyelesaikan akar masalah, yaitu hewan liar di area properti, saya justru diminta membayar biaya tambahan tanpa penjelasan rinci,” katanya dengan kecewa.
Ia berharap dengan membagikan pengalamannya, pihak pengelola perumahan bisa lebih memperhatikan aspek keselamatan dan pemeliharaan lingkungan tempat tinggal.
Hingga kini, Stomp masih berupaya menghubungi manajemen kondominium untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.
| Anggota DPRD Achmad Syahri Minta Maaf Setelah Ketahuan Nge-game: Saya Anak Muda Banyak Kekurangan |
|
|---|
| Ingat Polisi Alvian Maulana Bunuh Pacar? Kini Divonis Penjara Seumur Hidup, Keluarga Korban Puas |
|
|---|
| Jaksa Meyakini Kekayaan Nadiem Tak Wajar, Kenaikan Harta Eks Menteri Tak Seimbang dengan Penghasilan |
|
|---|
| Sikap Josepha Alexandra Usai Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Viral di Masyarakat Luas |
|
|---|
| Kata-kata Josepha Peserta LCC 4 Pilar MPR Usai Ketemu Wapres Gibran: Kami Dapat Tips Public Speaking |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/kecelakaan-karena-ayam-di-singapura.jpg)