Breaking News:

Berita Viral

Tangis dan Doa Iringi Pemakaman Pertama Korban Tragedi Penembakan di Bondi Beach

Pemakaman Pertama Digelar untuk Para Korban Penembakan Massal di Bondi Beach.

Tayang:
AP Photo/Mark Baker, Pool
Pemakaman Pertama Digelar untuk Para Korban Penembakan Massal di Bondi Beach. 

Pemakaman Pertama Digelar untuk Para Korban Penembakan Massal di Bondi Beach.

Tribunnewsmaker - Australia mulai menggelar rangkaian upacara pemakaman pertama bagi para rabi yang menjadi korban tewas dalam serangan bersenjata di Pantai Bondi. Prosesi duka ini berlangsung di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap isu radikalisasi pelaku, serta munculnya pertanyaan serius mengenai kemungkinan kegagalan sistem intelijen dalam mencegah tragedi tersebut.

Baca juga: Ketakutan Aksi Teror Tunggal Menguat Pasca Penembakan di Bondi, Pemerintah Kaji Regulasi Senjata Api

Para pelayat berkumpul di sebuah sinagoge untuk pemakaman Rabbi Eli Schlanger, korban dalam penembakan teror massal di Pantai Bondi, di Bondi pada 17 Desember 2025, Sydney, Australia
Para pelayat berkumpul di sebuah sinagoge untuk pemakaman Rabbi Eli Schlanger, korban dalam penembakan teror massal di Pantai Bondi, di Bondi pada 17 Desember 2025, Sydney, Australia (AP Photo/Mark Baker, Pool)

Berikut detail pemakaman untuk para korban penembakan massal di Bondi Beach

Ribuan pelayat dari berbagai latar belakang memadati lokasi upacara untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan penghormatan terakhir kepada dua rabi yang gugur dalam serangan brutal tersebut. Serangan itu sendiri menewaskan sedikitnya 15 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka pada Minggu lalu, mengguncang rasa aman masyarakat Australia.

Salah satu korban yang dimakamkan adalah Eli Schlanger, seorang ayah dari lima anak yang dikenal luas oleh komunitas setempat sebagai “Rabbi Bondi”. Upacara penghormatan untuk Schlanger digelar di Sinagoge Chabad Bondi, tempat ia selama ini aktif membina dan melayani umat.

Dalam sambutannya, Alex Ryvchin dari Dewan Eksekutif Komunitas Yahudi Australia mengenang Schlanger sebagai sosok yang penuh dedikasi dan kebaikan.
“Siapa pun yang mengenalnya tahu bahwa dia adalah salah satu yang terbaik di antara kita. Kehilangannya meninggalkan luka mendalam bagi komunitas kami,” ujarnya dengan nada haru.

Pada sore harinya, upacara pemakaman kedua dilaksanakan untuk rabi Yaakov Levitan, seorang pria berusia 39 tahun yang juga dikenal luas atas kiprah sosial dan kegiatan amalnya. Levitan meninggalkan seorang istri dan empat anak. Banyak pelayat mengenangnya sebagai figur yang tanpa pamrih membantu sesama, baik di dalam maupun di luar komunitas Yahudi.

Pihak berwenang menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh dua orang bersenjata, yaitu Sajid Akram dan putranya, Naveed Akram. Menurut hasil penyelidikan awal, aksi mereka dirancang secara sengaja untuk menebar ketakutan dan kepanikan, khususnya di kalangan komunitas Yahudi di Australia.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menegaskan bahwa kedua pelaku telah terpapar dan diradikalisasi oleh apa yang ia sebut sebagai “ideologi kebencian”.
“Semua indikasi menunjukkan bahwa serangan ini dimotivasi oleh ideologi ISIS,” kata Albanese dalam wawancara dengan stasiun televisi nasional ABC.

Seiring dengan berjalannya penyelidikan, muncul pula pertanyaan publik mengenai apakah aparat keamanan sebenarnya dapat bertindak lebih cepat untuk mencegah serangan tersebut. Diketahui bahwa Naveed Akram sempat menarik perhatian badan intelijen Australia pada tahun 2019. Namun, pada saat itu ia tidak dikategorikan sebagai ancaman yang signifikan.

Polisi kini juga tengah menyelidiki kemungkinan keterkaitan kedua pelaku dengan jaringan ekstremis Islam di luar negeri, termasuk dugaan bahwa mereka bertemu dengan kelompok radikal selama kunjungan ke Filipina pada November lalu.

Dalam serangan yang berlangsung sekitar 10 menit tersebut, Sajid dan Naveed Akram membawa senjata laras panjang dan menembaki area Pantai Bondi secara membabi buta. Aksi mereka baru terhenti setelah aparat kepolisian tiba di lokasi dan menembak Sajid Akram, yang tewas di tempat pada usia 50 tahun.

Sementara itu, Naveed Akram yang berusia 24 tahun turut tertembak dalam insiden tersebut. Ia kini masih menjalani perawatan di rumah sakit dan berada di bawah pengawasan ketat polisi setelah sadar dari kondisi koma.

Tragedi ini juga memicu reaksi keras dari para pemimpin Australia, yang sepakat untuk memperketat undang-undang kepemilikan senjata api. Sebelumnya, aturan yang berlaku memungkinkan Sajid Akram memiliki hingga enam pucuk senjata api, sebuah fakta yang kini menuai kritik tajam.

Selain itu, serangan ini kembali mengangkat tudingan bahwa Australia dinilai lamban dalam menangani dan memerangi antisemitisme. Isu ini mendapat perhatian internasional, termasuk dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Saya menuntut agar pemerintah negara-negara Barat melakukan segala upaya yang diperlukan untuk memerangi antisemitisme serta menjamin keselamatan dan keamanan komunitas Yahudi di seluruh dunia,” ujar Netanyahu dalam pernyataan resminya.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlanjut, sementara Australia berusaha memulihkan rasa aman masyarakatnya di tengah duka mendalam akibat salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

Tribunnewsmaker | Thesun.my | Aleyda Salsa Sabillawati

Tags:
penembakanpemakamanBondi Beach
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved