Berita Viral
Update Kematian Evia Maria, Mahasiswi UNIMA Diduga Akhiri Hidup Bukan dalam Kamar Kos Miliknya
Misteri kematian Evia Maria, kuasa hukum ungkap kejanggalan lokasi jasad hingga dugaan pelecehan oleh oknum dosen.
Penulis: Candra Isriadhi
Editor: Candra Isriadhi
Ringkasan Berita:
- Surat wasiat korban secara spesifik menyebut nama dosen Danny A. Masinambow terkait dugaan pelecehan seksual sebagai pemicu depresi korban.
- Kuasa hukum menyoroti jasad korban yang ditemukan di lorong depan ruang tamu, bukan di dalam kamar yang tertutup, yang dianggap tidak umum untuk kasus bunuh diri.
- Kepolisian tengah mendalami bukti-bukti fisik di TKP, termasuk kain yang ditemukan, untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswi berprestasi tersebut.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus kematian tragis Evia Maria, mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA), terus memicu gelombang tanya di tengah masyarakat.
Mahasiswi yang ditemukan tewas mengenaskan pada Selasa (10/12/2025) di sebuah kamar kos kawasan Kaaten, Kota Tomohon ini, kini memasuki babak baru.
Kabar terbaru menyebut ditemukannya sederet kejanggalan yang mengejutkan.
Kematian Evia awalnya diduga sebagai tindakan mengakhiri hidup.
Namun, sebuah surat wasiat yang ditinggalkan korban menjadi "kotak pandora" yang menyeret nama seorang dosen berinisial Danny A. Masinambow atas dugaan pelecehan seksual.
Sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Evia Maria meninggalkan pesan tertulis yang sangat emosional.
Baca juga: Innalillahi Warganet Berduka Ulama Kharismatik Asal Pasuruan Meninggal, Menyusul Sahabat Sejatinya
Dalam surat tersebut, ia secara rinci memaparkan kronologi dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut.
Surat ini kini menjadi bukti kunci bagi kepolisian untuk mendalami apakah ada tekanan psikologis hebat atau motif lain di balik kematian korban.
Kejanggalan di TKP
Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, Cyprus Tatali, mulai menyuarakan keraguan atas narasi awal yang menyebutkan Evia mengakhiri hidup di dalam kamarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim kuasa hukum, posisi ditemukannya jasad korban dinilai tidak lazim.
Baca juga: Innalillahi! Kecelakaan di Tol Cipali, Artis Ini Sempat Dapat Firasat: Piring Tiba-tiba Pecah
"Tapi katanya di lorong depan ruang tamu," tegas Cyprus Tatali saat mengungkapkan ketidaksesuaian titik lokasi penemuan jasad korban.
Keberadaan jasad di area publik dalam rumah kos tersebut, menurut Cyprus, merupakan tanda tanya besar yang harus dijawab oleh hasil olah TKP kepolisian.
"Kalau bunuh diri pada umumnya kan di kamar, jadi ada kejanggalan," ucapnya menambahkan.
Teka-teki Kain
Selain lokasi, pihak kuasa hukum juga menyoroti keberadaan kain yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) yang dianggap tidak sinkron dengan skenario bunuh diri biasa.
Polisi kini tengah melakukan uji forensik lebih dalam untuk memastikan apakah peristiwa ini murni bunuh diri atau terdapat unsur kekerasan lain (tindak pidana) sebelum korban ditemukan tergantung.
Kini, publik Sulawesi Utara menuntut keadilan bagi Evia Maria.
Nama oknum dosen yang disebut dalam surat korban kini menjadi sorotan tajam, sementara pihak kampus UNIMA masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari Polres Tomohon.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)
Sumber: Tribunnewsmaker.com
| Sosok Komandan Upacara Hari Kelahiran Pancasila, Diminta Presiden Prabowo Menghadap Selesai Acara |
|
|---|
| Polisi Ajak Bocah Indigo Cari Pocong Viral di Musi Rawas Sumsel, Hasilnya Tak Sesuai Ekspektasi |
|
|---|
| Sosok Pasutri Owner WO Marwah, Ternyata Pernah Terlibat Hukum, Sudah Sering Beraksi di Jawa Barat |
|
|---|
| Kepala BGN Ingin Beri MBG untuk Anak Indonesia di Arab Saudi, Ini Akan Jadi Percontohan yang Baik |
|
|---|
| Penyebab Brigadir Anton Tewas di Sel Palangka Raya, Hukuman Seumur Hidup Mantan Polisi Jadi Sorotan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Evia-Maria-Mangolo-mahasiswi-Fakultas-Ilmu-Pendi.jpg)