Berita Viral
Inspiratif! Perawatan Gigi yang Inklusif dan Aman untuk Tunanetra
Mewujudkan Perawatan Gigi yang Inklusif dan Aman bagi Penyandang Tunanetra.
Editor: Tim TribunNewsmaker
Mewujudkan Perawatan Gigi yang Inklusif dan Aman bagi Penyandang Tunanetra.
Tribunnewsmaker - Penyandang tunanetra kini memiliki akses yang lebih baik terhadap edukasi kesehatan gigi melalui pendekatan inovatif berupa flip chart bertajuk “Feel The Smile” atau “Rasakan Senyum”. Media edukasi ini dirancang khusus untuk membantu meningkatkan pemahaman kesehatan mulut bagi mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan.
Baca juga: Ambil Foto Tak Pantas Pasien, Mantan Fotografer Pusat Gigi Nasional Berakhir di Penjara
Berikut inisiatif program perawatan gigi bagi penyandang tunanetra
Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Divisi Pergigian Dinas Kesehatan Wilayah Federal Kuala Lumpur & Putrajaya dengan Asosiasi Penyandang Tunanetra Malaysia (MAB). Program tersebut resmi diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Braille Sedunia 2026, yang jatuh pada hari Minggu.
Flip chart “Feel The Smile” menggunakan kombinasi kode Braille tingkat 1 dan tingkat 2 bagi penyandang tunanetra total, serta materi visual berwarna dengan kontras tinggi bagi mereka yang memiliki gangguan penglihatan sebagian. Pendekatan ini bertujuan agar informasi kesehatan gigi dapat dipahami oleh berbagai tingkat kebutuhan penglihatan.
Direktur Divisi Pergigian, Datin Dr Haliza Abdul Manaf, yang meresmikan peluncuran program tersebut, menegaskan bahwa peningkatan literasi kesehatan sangat penting bagi kelompok dengan kebutuhan penglihatan khusus. Hal ini sejalan dengan tujuan Cakupan Kesehatan Universal (Universal Health Coverage) yang dicanangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Kementerian Kesehatan saat ini tengah melakukan reformasi layanan, dengan menggeser fokus dari konsep ‘merawat orang sakit’ menjadi ‘menjaga kesehatan’ melalui pencegahan penyakit,” ujar Dr Haliza. “Flip chart ‘Rasakan Senyum’ merupakan wujud nyata dari upaya pencegahan tersebut.”
Ia juga menambahkan bahwa program ini mendukung slogan pencegahan nasional, “Ingat Hari Itu, Ingat Dokter Gigi”, yang bertujuan mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan gigi secara rutin setidaknya sekali dalam setahun.
Dr Haliza mengungkapkan bahwa data Survei Kesehatan Mulut Nasional Dewasa (NOHSA) 2020 menunjukkan masalah kesehatan gigi masih sangat tinggi di Malaysia. Sekitar 85,1 persen orang dewasa mengalami karies gigi atau gigi berlubang, sementara 94,5% menderita penyakit gusi. Selain itu, dua dari tiga warga lanjut usia di Malaysia tercatat memiliki kurang dari 20 gigi asli.
Ia juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi. “Tujuh dari 10 orang memiliki persepsi keliru bahwa mereka tidak memiliki masalah gigi, sehingga baru mencari pengobatan ketika rasa sakit sudah muncul,” jelasnya.
Selain meluncurkan flip chart “Feel The Smile”, Dinas Kesehatan terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan layanan gigi yang ramah bagi penyandang kebutuhan khusus. Upaya ini dilakukan melalui penyediaan fasilitas khusus, klinik gigi keliling, serta penerapan teknik komunikasi klinis “Beritahu, Rasakan, Lakukan” untuk membantu mengurangi kecemasan pasien selama perawatan.
Sementara itu, Wakil Presiden MAB, Datin Fauziah Mohd Ramly, menekankan bahwa kesehatan gigi berperan besar dalam kualitas hidup seseorang, baik dari sisi fisik, emosional, maupun sosial. Masalah gigi yang tidak ditangani dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan serta memengaruhi kemampuan makan, berbicara, dan rasa percaya diri.
“Bagi komunitas tunanetra dan penyandang gangguan penglihatan, tantangan kesehatan gigi menjadi lebih berat ketika informasi pencegahan dan pengobatan tidak disampaikan dalam format yang mudah diakses,” ujarnya. “Karena itu, pendidikan kesehatan gigi melalui pendekatan sentuhan, penjelasan lisan, dan materi Braille sangatlah penting.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan atas inisiatif inklusif, termasuk penggunaan label resep dalam huruf Braille.
Sebagai bagian dari peringatan Hari Braille Sedunia, MAB turut menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain “Lembar Aktivitas Nama Saya dalam Braille”, pameran mini peralatan Braille, serta pemeriksaan gigi gratis yang disediakan oleh kementerian dan Klinik Gigi Keliling Klinik Pergigian Cheras.
Dalam acara tersebut, Klub Kiwanis Damansara dan Yayasan Anak-Anak Kiwanis juga menyerahkan donasi sebesar RM37.000 untuk pembangunan Pusat Pembelajaran Taktil bagi Anak-Anak di Perpustakaan dan Pusat Sumber Daya HT Ong.
| Sosok 5 Dokter yang Laporkan Menkes Budi Gunadi Sadikin ke Polisi, Dugaan Gelar Palsu 'Insinyur' |
|
|---|
| Pilu Kondisi Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Kasus Sambo, BB Turun, Tak Berdaya di Kasur |
|
|---|
| Polemik Lomba Cerdas Cermat, Disdik Kalbar Sebut Speaker Error, MPR Minta Maaf & Nonaktifkan Juri |
|
|---|
| Disalahkan Juri Cerdas Cermat, Josepha Alexandra Kini Bernasib Mujur, Dapat Beasiswa S1 ke Tiongkok |
|
|---|
| Berani Protes ke Juri, Josepha Alexandra Peserta Cerdas Cermat MPR Muncul, Sindir Ucapan MC: Lucunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Inovasi-program-perawatan-gigi-bagi-penyandang-tunanetra.jpg)