Breaking News:

Berita Viral

Nyaris Celaka Saat Mendaki: Pasangan Ini Tak Sadar Jamur Liar yang Dimakan Beracun

'Kami Tidak Tahu Itu Beracun': Pengakuan Pasangan yang Salah Makan Jamur Liar Saat Hiking.

Tayang:
People.com
'Kami Tidak Tahu Itu Beracun': Pengakuan Pasangan yang Salah Makan Jamur Liar Saat Hiking. 

'Kami Tidak Tahu Itu Beracun': Pengakuan Pasangan yang Salah Makan Jamur Liar Saat Hiking.

Tribunnewsmaker - Sepasang suami istri asal Salinas, California, membagikan pengalaman mengerikan mereka sebagai peringatan bagi masyarakat agar tidak sembarangan memetik dan mengonsumsi jamur liar. Kesalahan kecil yang mereka anggap sepele hampir merenggut nyawa dan membuat salah satu dari mereka harus menjalani transplantasi hati darurat.

Baca juga: Waspada Ada Kandungan Beracun di Sirup Obat Batuk Merek Ini, 20 Anak Keracunan hingga Tewas

Pasangan Ini Angkat Bicara Setelah Tak Sengaja Memakan Jamur Liar Saat Mendaki: 'Kami Tidak Mengira Itu Beracun'.
Pasangan Ini Angkat Bicara Setelah Tak Sengaja Memakan Jamur Liar Saat Mendaki: 'Kami Tidak Mengira Itu Beracun'. (People.com)

Berikut pengakuan pasangan yang memakan jamur liar beracun

Peristiwa ini terjadi pada 30 November 2025. Saat itu, Laura Marcelino, suaminya Carlos Diaz, dan anak-anak mereka sedang mendaki di Toro Park. Di tengah perjalanan, mereka menemukan jamur liar yang tumbuh di area taman dan memutuskan untuk memetiknya.

Marcelino menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil tanpa rasa curiga. Sebagai warga asli Oaxaca, Meksiko, ia terbiasa melihat orang-orang memetik jamur liar untuk dikonsumsi, terutama saat musim hujan. Karena itulah, mereka mengira jamur yang ditemukan aman untuk dimakan dan tidak menyadari adanya risiko racun berbahaya.

Setibanya di rumah, Marcelino dan Diaz memasak jamur tersebut untuk makan malam. Tak lama setelah mengonsumsinya, keduanya mulai mengalami gejala serius. Mereka muntah, mengalami diare hebat, dan merasa sangat lemah sepanjang hari. Awalnya, mereka mengira kondisi itu hanya gangguan pencernaan biasa, namun keadaan terus memburuk.

Melihat kondisi yang semakin parah, Diaz meminta bantuan saudara iparnya, yang kemudian membawa mereka ke Pusat Medis Natividad di Salinas. Di rumah sakit, keduanya dipantau secara ketat dan diminta untuk tidak mengonsumsi makanan apa pun selama observasi.

Menurut putri mereka, Flor Diaz, kondisi sang ibu perlahan membaik. Namun, keadaan ayahnya justru memburuk dengan cepat. Diaz kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Stanford, di mana dokter menyatakan bahwa ia mengalami kerusakan hati parah dan membutuhkan transplantasi hati darurat agar bisa bertahan hidup.

Marcelino mengingat saat-saat kritis tersebut sebagai masa paling menegangkan dalam hidupnya. Dokter menyebut kondisi suaminya sebagai situasi hidup dan mati. Ia pun meminta tim medis untuk melakukan apa pun demi menyelamatkan nyawa Diaz.

Beruntung, Diaz akhirnya mendapatkan donor hati setelah ditempatkan di urutan teratas daftar transplantasi. Operasi berjalan sukses dan kondisinya kini stabil. Dengan penuh haru, Diaz menyampaikan rasa duka dan terima kasih kepada keluarga pendonor yang telah memberikan kesempatan hidup kedua baginya.

Kisah keluarga ini terjadi di tengah meningkatnya kasus keracunan jamur liar di California. Pada 5 Desember, Departemen Kesehatan Masyarakat California (CDPH) mengeluarkan peringatan resmi agar masyarakat menghentikan konsumsi jamur liar. Saat itu, tercatat 21 kasus keracunan amatoksin yang menyebabkan kerusakan hati serius pada anak-anak dan orang dewasa, bahkan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Sebagian besar kasus terjadi di wilayah Monterey dan San Francisco Bay, meskipun risiko ditemukan di seluruh negara bagian. CDPH menjelaskan bahwa jamur topi kematian mengandung racun mematikan yang dapat menyebabkan gagal hati. Jamur ini sering disalahartikan sebagai jamur yang aman karena bentuk dan rasanya mirip dengan jamur yang biasa dikonsumsi.

Para pejabat kesehatan menegaskan bahwa memasak, merebus, mengeringkan, atau membekukan jamur beracun tidak akan menghilangkan racunnya. Karena itu, masyarakat diminta untuk sama sekali tidak mencari atau memetik jamur liar selama musim berisiko tinggi.

Sementara itu, Flor Diaz menggalang dana melalui GoFundMe untuk membantu pemulihan ayahnya. Ia menjelaskan bahwa kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi enam anak. Setelah transplantasi, mereka tidak dapat bekerja, sementara biaya pengobatan terus bertambah, sehingga keluarga menghadapi tekanan finansial yang berat.

Kini, Marcelino dan Diaz berharap pengalaman mereka bisa menjadi pelajaran bagi orang lain. Marcelino mendorong pemasangan rambu peringatan di Toro Park, sementara Diaz menekankan agar siapa pun tidak memetik jamur liar yang ditemukan di alam.

“Jika melihat jamur di alam, jangan diambil dan jangan dimakan,” kata Diaz. “Jamur liar sangat berbahaya dan bisa beracun.”

Tribunnewsmaker | People.com | Aleyda Salsa Sabillawati

Tags:
berita viraljenis jamur beracunkeracunan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved