Breaking News:

Berita Viral

Usai Kritik Tajam Gibran dan Dedi Mulyadi, Pandji Dilaporkan ke Polisi, Arie Kriting Bereaksi Keras

Kritik Pandji ke Gibran dan Dedi Mulyadi berujung laporan polisi, Arie Kriting ikut bereaksi keras.

Editor: Eri Ariyanto
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
ARIE KRITING - Kritik Pandji ke Gibran dan Dedi Mulyadi berujung laporan polisi, Arie Kriting ikut bereaksi keras. 

Ringkasan Berita:
  • Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya usai materi komedinya dinilai mencemarkan nama baik NU dan Muhammadiyah.
  • Arie Kriting menilai laporan tersebut tidak perlu dibawa ke ranah hukum karena komedi adalah ruang gagasan.
  • Kasus ini kembali memicu perdebatan soal kebebasan berpendapat dan batas kritik dalam demokrasi.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Usai melontarkan kritik tajam terhadap Gibran Rakabuming Raka hingga Dedi Mulyadi, komika Pandji Pragiwaksono kini dilaporkan ke pihak kepolisian.

Laporan tersebut langsung memicu reaksi publik, termasuk dari sesama komika Arie Kriting yang turut angkat bicara menanggapi polemik tersebut.

Kasus ini pun kembali memanaskan perdebatan soal batas kebebasan berpendapat, kritik politik, dan respons aparat penegak hukum di ruang publik.

Baca juga: Motif Rok Beda! Penyamaran Nisya Pramugari Gadungan Terbongkar Kru Pesawat: Aslinya Pengangguran

Reaksi Arie Kriting soal Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke polisi

Komika Arie Kriting menilai pelaporan terhadap Komika Pandji Pragiwaksono karena show-nya berjudul Mens Rea tidak perlu ditindaklanjuti secara hukum. 

Menurut Arie, materi yang disampaikan Pandji dalam pertunjukkan tersebut seharusnya disikapi sebagai gagasan bukan dibawa ke ranah pidana. 

Pandji dilaporkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026). 

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik atas materi komedi yang dibawakan Pandji. 

Arie Keriting menyarankan aparat kepolisian tidak perlu merespons laporan tersebut.

Penggunaan jalur hukum justru menjadi preseden buruk bagi dunia seni dan demokrasi. 

"Kalau saya sih menurutku enggak perlulah. Enggak perlulah. Ini cuma gagasan. ini cuma sebuah komedi, sebuah pertunjukan. Enggak perlulah sampai sejauh itu menurutku ya," kata Arie Kriting dikutip TribunJakarta.com dari akun Youtube Kompas TV, Kamis (8/1/2026). 

Dalam demokrasi, kata Arie, perbedaan pandangan semestinya diselesaikan melalui adu gagasan, bukan dengan melibatkan aparat penegak hukum. 

"Kalau saya sih enggak perlu sejauh itu. Gagasannya ditolak, gagasannya tidak disepakati, gagasannya dilawan, gagasannya dikasih kontrak, gagasan juga it's fine. Itu demokrasi. Itu perangnya itu harus di ranah gagasan gitu. Tapi menggunakan tangan hukum untuk melakukan hal seperti ini sih menurutku enggak perlu sih," jelas Arie Kriting.

PANDJI PRAGIWAKSONO - Stand up show Mens Rea milik Pandji Pragiwaksono tayang di Netflix. Asal-usul komika Pandji Pragiwaksono kini disorot.
PANDJI PRAGIWAKSONO - Stand up show Mens Rea milik Pandji Pragiwaksono tayang di Netflix. Asal-usul komika Pandji Pragiwaksono kini disorot. (Instagram.com)

Kebebasan Berpendapat

Selain itu, Arie Kriting tidak mau terburu-buru bahwa pelaporan terhadap Pandji Pragiwaksono dinilai sebagai bentuk pengekangan kebebasan berpendapat.

Tetapi, kata Arie, hal tersebut sebagai sinyal bagi pelaku seni dalam berkesenian bahwa ada pihak yang mempermasalahkan komedi.

"Saya tidak mau buru-buru memberikan statement bahwa oh sekarang kita kebebasan berpendapat dikekang," kata Arie.

Halaman 1/2
Tags:
Gibran Rakabuming RakaDedi MulyadiPandji PragiwaksonoArie Kriting
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved