Breaking News:

Berita Viral

Bocah 11 Tahun Terluka Setelah Terjatuh dari Wahana Zipline Ilegal Setinggi 6 Meter

Wahana Berbahaya di Taman Trampolin Indoor, Anak 11 Tahun Terjatuh dari Ketinggian 6 Meter.

Tayang:
Aerosports Parks
Wahana Berbahaya di Taman Trampolin Indoor, Anak 11 Tahun Terjatuh dari Ketinggian 6 Meter. 

Wahana Berbahaya di Taman Trampolin Indoor, Anak 11 Tahun Terjatuh dari Ketinggian 6 Meter.

Tribunnewsmaker - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Kanada kini sedang dalam masa pemulihan setelah mengalami kecelakaan serius di sebuah taman trampolin dalam ruangan. Bocah tersebut terjatuh dari wahana zipline di dalam arena permainan, yang belakangan diketahui tidak memiliki izin resmi.

Baca juga: Detik-detik Remaja Tewas Tersentrum di Wahana Rumah Hantu Pasar Malam di Parigi Moutong Sulteng

Ramin, yang berusia 11 tahun, sedang memulihkan diri setelah jatuh dari wahana zipline pada tanggal 3 Januari.
Ramin, yang berusia 11 tahun, sedang memulihkan diri setelah jatuh dari wahana zipline pada tanggal 3 Januari. (YouTube/CP24)

Berikut wahana illegal berujung anak 11 tahun terjatuh

Menurut laporan CBC dan CTV News, insiden ini terjadi pada 3 Januari 2026 di Aerosports Trampoline Park yang berlokasi di Scarborough, Ontario, wilayah Toronto. Saat itu, anak bernama Ramin Azizi sedang mencoba melewati jalur zipline yang menjadi bagian dari arena rintangan. Namun, tali pengaman yang menopangnya tiba-tiba terlepas, menyebabkan Ramin jatuh dari ketinggian sekitar 20 kaki atau kurang lebih enam meter. Ia mendarat dengan posisi punggung terlebih dahulu.

Momen mengerikan tersebut sempat terekam dalam video oleh orang tuanya. Dalam rekaman itu, terdengar teriakan histeris sang ibu, Mona Azizi, saat melihat putranya terjatuh ke tanah. Mona mengaku masih sangat terguncang setiap kali mengingat kejadian tersebut. Ia mengatakan tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan perasaan yang dialaminya saat melihat video itu kembali.

Ramin sendiri mengaku sangat ketakutan dan merasa nyawanya terancam. Ayahnya, Sadir Azizi, mengatakan bahwa saat melihat putranya jatuh, ia langsung berpikir tentang kemungkinan terburuk, seperti cedera tulang belakang atau retak pada tengkorak. Ia segera berlari menghampiri Ramin secepat mungkin untuk memastikan kondisinya.

Menurut keterangan keluarga, Ramin jatuh tepat di lintasan go-kart yang sedang tidak digunakan. Beberapa orang tua lain yang berada di lokasi langsung membantu dengan menelepon layanan darurat 911 dan menemani keluarga tersebut hingga ambulans tiba. Sadir mengklaim bahwa staf taman trampolin tidak segera menghubungi layanan darurat, sehingga bantuan justru datang dari pengunjung lain yang menunjukkan kepedulian, termasuk meletakkan jaket di bawah kepala Ramin untuk menopangnya.

Sadir juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa kecelakaan tersebut bisa berakibat lebih fatal. Ia mengatakan bahwa sangat berbahaya jika seorang anak jatuh di lintasan go-kart, karena bayangkan saja jika pada saat itu ada kendaraan yang sedang melaju di bawah wahana zipline tersebut.

Keesokan harinya, pada 4 Januari 2026, Ramin diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit SickKids Universitas Toronto setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis. Dokter memastikan bahwa ia hanya mengalami beberapa memar dan tidak mengalami patah tulang. Orang tuanya menyebut putra mereka sangat beruntung bisa selamat dari kecelakaan itu.

Lokasi Aerosports Trampoline Park di Scarborough, Ontario.
Lokasi Aerosports Trampoline Park di Scarborough, Ontario. (Aerosports Parks)

Meski demikian, keluarga Azizi ingin menjadikan kejadian ini sebagai peringatan bagi orang lain. Mereka berharap tidak ada anak lain yang mengalami hal serupa. Pihak pengelola Aerosports Trampoline Park menyatakan bahwa mereka mengetahui insiden tersebut dan sedang bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang. Namun, mereka menolak memberikan komentar lebih lanjut karena kasus ini masih dalam proses peninjauan.

Kepolisian Toronto, melalui juru bicara Laurie McCann, mengonfirmasi bahwa kejadian ini tidak dianggap sebagai tindak pidana. Namun, orang tua Ramin tetap menuntut penjelasan dan pertanggungjawaban dari pihak pengelola taman trampolin serta lembaga terkait.

Sadir kemudian menghubungi Otoritas Standar dan Keselamatan Teknis Ontario (TSSA). Menurut keterangan TSSA, wahana zipline tersebut telah ditutup karena tidak terdaftar secara resmi dan dipasang tanpa pemberitahuan kepada otoritas. Juru bicara TSSA, Ammara Khan, menyatakan bahwa penggunaan alat tersebut tidak sah dan pihaknya sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap pengelola taman.

Untuk membantu proses pemulihan Ramin, keluarga Azizi juga membuka halaman donasi GoFundMe. Ramin diketahui berada dalam spektrum autisme dan kemungkinan memerlukan terapi lanjutan serta dukungan psikologis, selain biaya hukum yang mungkin timbul akibat insiden ini.

Sadir menegaskan bahwa orang tua membawa anak-anak mereka ke tempat bermain dengan harapan menemukan lingkungan yang aman. Ia mengatakan bahwa tidak seharusnya sebuah kunjungan untuk bersenang-senang berakhir dengan seorang anak dibawa keluar menggunakan tandu.

Hingga Minggu malam, 11 Januari 2026, pihak Aerosports Trampoline Park belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari PEOPLE di luar jam kerja.

Tribunnewsmaker | People.com | Aleyda Salsa Sabillawati

Tags:
berita viralbocah terjatuhwahana
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved