Breaking News:

Berita Viral

Penemuan Langka! 7 Cheetah Termumikan Bisa Jadi Kunci Masa Depan Konservasi

Ilmuwan Temukan Tujuh Cheetah Termumikan, Beri Data Langka untuk Konservasi.

Tayang:
freepik.com
Ilmuwan Temukan Tujuh Cheetah Termumikan, Beri Data Langka untuk Konservasi. 

Ilmuwan Temukan Tujuh Cheetah Termumikan, Beri Data Langka untuk Konservasi.

Tribunnewsmaker - Para ilmuwan baru-baru ini menemukan mumi cheetah di sejumlah gua di Arab Saudi, sebuah temuan langka yang dinilai dapat memberikan petunjuk penting bagi upaya konservasi cheetah di masa kini. Penemuan ini membuka jendela baru untuk memahami sejarah keberadaan cheetah di kawasan Semenanjung Arab dan bagaimana spesies ini berevolusi dari waktu ke waktu.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Mata Panah Beracun Berusia 60.000 Tahun, Ungkap Kemampuan Kognitif Manusia Purba

Mumi-mumi cheetah tersebut ditemukan di jaringan gua di Arab Saudi.
Mumi-mumi cheetah tersebut ditemukan di jaringan gua di Arab Saudi. (freepik.com)

Berikut penemuan tujuh cheetah termumikan

Penelitian tersebut dilakukan di jaringan gua Lauga, yang terletak di wilayah Arar, Arab Saudi bagian utara. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Communications Earth and Environment pada 15 Januari 2026.

Dalam eksplorasi gua-gua tersebut, para peneliti menemukan tujuh cheetah yang mengalami mumifikasi alami, bersama dengan sisa-sisa kerangka dari 54 cheetah lainnya. Para ilmuwan menyebut penemuan ini sebagai sebuah “penemuan yang tidak disengaja”, karena awalnya mereka tidak menduga akan menemukan bukti keberadaan cheetah dalam jumlah sebesar itu di lokasi tersebut.

Untuk mengetahui usia temuan tersebut, para peneliti menggunakan metode penanggalan radiokarbon. Hasilnya menunjukkan bahwa sisa-sisa cheetah tertua berasal dari sekitar 4.000 tahun yang lalu, sementara yang paling muda berusia sekitar 150 tahun. Artinya, gua-gua tersebut menyimpan jejak cheetah dari berbagai periode sejarah, mulai dari zaman kuno hingga masa yang relatif modern.

Penelitian kemudian dilanjutkan dengan pengurutan genom, yaitu analisis DNA untuk mengetahui hubungan genetik antarspesimen. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang menarik:

Mumi cheetah yang lebih muda memiliki hubungan genetik yang sangat dekat dengan cheetah Asia, subspesies yang kini hampir punah dan hanya tersisa dalam jumlah kecil di Iran.
Sementara itu, spesimen cheetah yang lebih tua secara genetik lebih mirip dengan cheetah Afrika Barat Laut.

Hasil penelitian ini memberikan informasi baru tentang subspesies cheetah mana yang secara historis mendiami Semenanjung Arab.
Hasil penelitian ini memberikan informasi baru tentang subspesies cheetah mana yang secara historis mendiami Semenanjung Arab. (freepik.com)

Temuan ini memberikan gambaran baru tentang subspesies cheetah apa saja yang pernah menghuni Semenanjung Arab sepanjang ribuan tahun. Informasi ini sebelumnya masih menjadi tanda tanya besar dalam dunia konservasi.

Para penulis studi menekankan bahwa hasil penelitian ini sangat berharga bagi strategi konservasi dan program reintroduksi cheetah yang sedang atau akan dilakukan. Program semacam ini dinilai paling berhasil jika hewan yang dilepasliarkan sesuai secara genetik dan ekologis dengan lingkungan tempat mereka hidup.

Dengan memahami subspesies cheetah mana yang paling lama dan paling berhasil beradaptasi di wilayah tersebut, para konservasionis dapat menghindari kesalahan dalam memperkenalkan cheetah yang tidak cocok dengan kondisi alam setempat, yang justru dapat menghambat upaya pelestarian.

Secara historis, cheetah pernah tersebar luas di Afrika dan Asia. Namun saat ini, menurut World Wildlife Fund (WWF), cheetah hanya bertahan di sekitar 10 persen dari wilayah jelajah global aslinya. Kini, sebagian besar populasi cheetah hidup di Afrika bagian selatan dan timur, dengan populasi kecil yang sangat terancam punah di Iran.

Berdasarkan Daftar Merah IUCN, diperkirakan hanya tersisa sekitar 6.500 ekor cheetah di alam liar. Spesies ini diklasifikasikan sebagai “rentan”, yang berarti jumlah populasinya terus menurun akibat berbagai ancaman, termasuk hilangnya habitat, konflik dengan manusia, dan perburuan.

Dengan latar belakang kondisi tersebut, penemuan mumi cheetah di Arab Saudi tidak hanya bernilai ilmiah, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masa depan konservasi cheetah, membantu para ilmuwan dan pelestari alam mengambil keputusan yang lebih tepat untuk melindungi salah satu kucing besar tercepat di dunia ini.

Tribunnewsmaker | People.com | Aleyda Salsa Sabillawati

Tags:
berita viralilmuwancheetah
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved