Seputar Solo Raya
Doa Terkabul, Pendaki Hilang di Mongkrang Ditemukan 7 Hari setelah Ibunda Berangkat Umroh: Bernazar
Doa terkabul, pendaki hilang di Mongkrang ditemukan 7 hari setelah ibunda berangkat umroh: Bernazar
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
- Ditemukannya Yazid Ahmad Firdaus (26) membawa kelegaan mendalam bagi pihak keluarga.
- Kehadiran keluarga di lokasi pencarian menjadi bukti bahwa mereka tak pernah berhenti berharap.
- Di tengah proses pencarian yang berlangsung hampir dua pekan itu, terungkap bahwa ibunda Yazid, Rustiningsih, tengah menjalankan ibadah umroh.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabar ditemukannya Yazid Ahmad Firdaus (26) membawa kelegaan mendalam bagi pihak keluarga setelah penantian panjang yang penuh harap.
Sejak dinyatakan hilang pada Minggu, 18 Januari 2026, keluarga tak pernah absen mengikuti perkembangan proses pencarian.
Berdasarkan catatan TribunSolo.com, mereka setia mendampingi setiap upaya yang dilakukan tim pencari hingga hari ditemukannya pada Selasa, 10 Februari 2026.
Kehadiran keluarga di lokasi pencarian menjadi bukti bahwa mereka tak pernah berhenti berharap.
Di tengah proses pencarian yang berlangsung hampir dua pekan itu, terungkap bahwa ibunda Yazid, Rustiningsih, tengah menjalankan ibadah umroh.
Informasi dari warga sekitar menyebutkan ia berangkat ke Tanah Suci pada 3 Februari 2026.
Tujuh hari setelah keberangkatannya, kabar ditemukannya Yazid pun datang. Hingga kini, Rustiningsih masih berada di Tanah Suci untuk menuntaskan ibadahnya.
Kabar mengenai keberangkatan sang ibu dibenarkan oleh kakak perempuan Yazid.
"Iya betul, ibu lagi umroh," terang Asytari Fauziah melalui pesan singkat. Pernyataan itu memastikan bahwa sang ibu tidak berada di Tanah Air saat kabar penemuan putranya diterima keluarga.
Seorang tetangga yang ditemui TribunSolo.com di rumah duka turut membagikan cerita mengenai niat keberangkatan Rustiningsih. Ia menyebut, selain untuk beribadah, sang ibu juga memiliki nazar khusus untuk mendoakan keselamatan anaknya.
"Iya, saya dapat cerita dari ibu saya yang sempat ngobrol dengan beliau. Beliau berangkat umroh tanggal 3 kemarin, salah satunya bernazar doa di sana agar Yazid segera ditemukan," ungkap salah satu tetangga Yazid. Doa itu dipanjatkan dengan harapan agar ada titik terang atas hilangnya sang putra.
"Sekarang beliau masih di sana," lanjutnya. Di sisi lain, suasana di rumah duka mulai dipadati pelayat yang datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa.
Baca juga: Awal Mula Ditemukannya Pendaki Yazid di Bukit Mongkrang, Tim Wanadri Temukan Petunjuk Mengejutkan
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, jenazah Yazid rencananya akan langsung dimakamkan di pemakaman Gawanan.
Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Selasa (10/2/2026) pukul 19.30 WIB.
Penemuan Yazid tak hanya mengakhiri pencarian panjang, tetapi juga menjadi momen haru bagi keluarga yang selama ini tak pernah berhenti berdoa dan berharap.
Ditemukan di Aliran Sungai
Keberadaan Yazid Ahmad Firdaus (26) menemui titik terang.
Yazid adalah warga Gawanan, Kecamatan Colomadu yang hilang di bukit Mongkrang, Karanganyar.
Pencarian Pemuda tersebut dilakukan berhari-hari.
Dia akhirnya ditemukan pada Selasa (10/2/2026).
Ini dibenarkan Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno.
Dia menerangkan jasad Yazid ditemukan di aliran sungai kawasan Bukit Mitis.
Penemuan jasad tersebut pada Selasa pagi dan saat ini tengah dilakukan proses evakuasi oleh petugas.
"Tadi kita temukan bersama relawan, kita temukan di sungai wilayah Mitis. Kita temukan sekira pukul 08.00 WIB, ini dievakuasi ke bawah," ungkap Hendro saat dihubungi awak media, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: Analisis Wanadri Usai Temukan Jasad Yazid Pendaki Mongkrang Hilang 23 Hari: Diduga Jatuh ke Sungai
Ditemukan Relawan Gabungan
Ia menambahkan, korban ditemukan oleh relawan gabungan yang melakukan pencarian mandiri.
Sementara itu, kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan dikenali sebagai Yazid.
"Betul, Yazid. Alhamdulillah jasadnya masih utuh. Informasinya ada sepatu dan kaos kaki yang mungkin terbawa arus," jelasnya.
Hasil koordinasi dengan keluarga, rencana jenazah akan dibawa ke RSUD Karanganyar setelah proses evakuasi selesai.
Seperti diberitakan sebelumnya, Yazid dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang usai melakukan pendakian pada Minggu (18/1/2026). Operasi SAR sendiri digelar selama sepekan, namun tidak menemukan titik terang dan sempat ditutup.
Proses pencarian kemudian diperpanjang tiga hari hingga Rabu (28/1/2026), dan diperpanjang lagi selama tiga hari hingga akhirnya ditutup pada Sabtu (31/1/2026).
Pencarian Sempat Ditutup
Tim SAR menegaskan pencarian pemuda asal Colomadu yang hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar masih bisa dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan survivor.
Operasi pencarian dan pertolongan (Opsar) terhadap Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, resmi ditutup pada Sabtu (31/1/2026) setelah upaya pencarian selama beberapa hari tidak membuahkan hasil.
Kasubsi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tipe B Surakarta, Basuki, menjelaskan bahwa penghentian opsar dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan prosedur operasional standar.
Penghentian tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan serta Keputusan Kepala Basarnas RI Nomor SK.KBSN-154/HM.01.04/VI/BSN-2020 tentang Standar Pelayanan Publik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.
“Kami sudah melakukan perpanjangan, namun kami hingga saat ini tidak menemukan jejak ceceran suvirvor,” kata Basuki, Minggu (1/2/2026).
Meski demikian, Basuki menegaskan penutupan ini tidak bersifat permanen.
Operasi pencarian dapat kembali diaktifkan jika di kemudian hari muncul temuan baru yang mengarah pada keberadaan Yazid.
“Apabila suatu hari ditemukan jejak ceceran dari suvirvor kemungkinan opsar di buka lagi,” kata dia.
Dengan demikian, tim SAR tetap membuka peluang untuk melanjutkan pencarian jika ada laporan atau petunjuk valid dari masyarakat maupun pihak terkait.
(TribunNewsmaker.com/ TribunSolo)