Breaking News:

Berita Viral

Detik-detik Satpol PP Brebes Datangi Sarang PSK yang Masih Beroperasi saat Ramadan, Diminta Tutup

Satpol PP Kabupaten Brebes menemukan dua lokalisasi tetap buka saat Ramadan, lokalisasi diminta tutup.

Editor: Delta Lidina
TRIBUN JATENG/Wayu Nur Kholik/Ilustrasi Tribunnews
RAZIA SATPOL PP - Satpol PP Kabupaten Brebes menemukan dua lokalisasi tetap buka saat Ramadan. Pendekatan persuasif dikedepankan, namun sanksi tegas siap menanti jika aturan dilanggar. 
Ringkasan Berita:
  • Razia pekat di Jatibarang dan Tonjong mendapati praktik prostitusi tetap berjalan meski sedang Ramadan.
  • Kepala Satpol PP Brebes, Caridah, menegaskan petugas lebih mengutamakan pembinaan dan imbauan penutupan mandiri.
  • Jika tetap membandel, Satpol PP akan menindak sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2025 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Komitmen penegakan ketertiban selama Ramadan kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Brebes. Melalui operasi penyakit masyarakat (pekat), Satpol PP memastikan aturan daerah tetap berjalan, terutama di bulan suci saat umat Islam menjalankan ibadah puasa.

Langkah tersebut merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Brebes Nomor 8 Tahun 2025 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat, yang secara tegas melarang berbagai aktivitas yang mengganggu ketertiban, termasuk praktik prostitusi.

Dalam razia yang digelar Rabu, 25 Februari 2026, Satpol PP Kabupaten Brebes menemukan dua lokalisasi di Kecamatan Jatibarang dan Tonjong masih beroperasi. Petugas kemudian melakukan pendataan serta pembinaan langsung di lokasi.

Kepala Satpol PP Brebes, Caridah, turun langsung memimpin kegiatan tersebut. Ia menegaskan operasi ini bukan semata penindakan, melainkan juga bentuk edukasi dan pendekatan persuasif.

"Apalagi saat ini di bulan suci Ramadan, kita harus menghargai dan menghormati umat Islam di Kabupaten Brebes yang tengah menjalankan ibadah puasa," ujarnya, Kamis (26/02/26).

Ia menjelaskan pihaknya tidak langsung membawa para terduga pelaku ke kantor, melainkan mengedepankan pembinaan.

"Kami tidak merazia untuk diamankan ke kantor. Kami lebih mengutamakan upaya tindakan persuasif. Kami memberikan arahan para pemilik tempat lokalisasi untuk menutup praktik prostitusi tersebut secara mandiri," jelasnya.

Baca juga: Bu Guru TK Kepergok Kerja Sambilan Jadi PSK, Niat Berhenti tetap Dipaksa Muncikari: Wali Murid Murka

Meski demikian, pendekatan humanis tersebut bukan berarti tanpa batas. Satpol PP menegaskan akan meningkatkan langkah jika imbauan tak diindahkan.

"Kami di bulan Ramadan akan terus gencar menggelar operasi pekat. Saat ini, kami masih mengedepankan pendekatan persuasif melalui pembinaan dan sosialisasi. Namun apabila masih ditemukan pelanggaran, tentu akan ada langkah tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

RAZIA SATPOL PP - Kasatpol PP Brebes Caridah membina para PSK di lokalisasi dalam razia pada Rabu 25 Februari 2026
RAZIA SATPOL PP - Kasatpol PP Brebes Caridah membina para PSK di lokalisasi dalam razia pada Rabu 25 Februari 2026 (TRIBUN JATENG/Dok. Satpol PP Brebes)

Harapannya, operasi ini tak hanya menekan penyakit masyarakat, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih tertib dan nyaman.

"Harapannya, bisa menekan penyakit masyarakat sekaligus menciptakan suasana yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi warga."

Di akhir pernyataannya, pemerintah daerah juga mengajak partisipasi publik dalam menjaga lingkungan.

"Pemerintah Kabupaten Brebes juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketentraman lingkungan," pungkasnya. (TribunNewsmaker/TribunJateng)

Sumber: Tribun Jateng
Tags:
berita viral hari iniBrebesSatpol PP
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved