Berita Viral
Polemik Lomba Cerdas Cermat, Disdik Kalbar Sebut Speaker Error, MPR Minta Maaf & Nonaktifkan Juri
Polemik lomba cerdas cermat empat pilar, Disdik Kalbar sebut ada gangguang pada speaker, MPR minta maaf dan nonaktifkan juri.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
- Imbas viralnya lomba cerdas cermat empat pilar, kini MPR meminta maaf.
- Pihak MPR juga mengambil langkah tegas dengan enonaktifkan dewan juri dan pembawa acara yang bertugas dalam perlombaan tersebut.
- Dewan juri yang dinonaktifkan yakni Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, Indri Wahyuni, serta Kepala Biro Pengajian Konstitusi Setjen MPR RI, Dyastasita Widya Budi.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Polemik viral Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat akhirnya memasuki babak baru setelah gelombang protes publik terus meluas di media sosial.
Kasus yang menyeret nama SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas itu sebelumnya memicu kemarahan warganet karena dianggap terjadi ketidakadilan dalam proses penilaian lomba.
Sorotan publik bermula ketika jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak dinilai salah oleh dewan juri meskipun banyak penonton menganggap jawabannya benar.
Situasi semakin panas saat peserta lain dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang disebut-sebut sama persis, namun justru dinyatakan benar dan mendapat tambahan poin penuh.
Akibat keputusan kontroversial tersebut, regu SMAN 1 Pontianak harus kehilangan lima poin penting yang membuat peluang mereka menjadi juara semakin menipis.
Sebaliknya, regu SMAN 1 Sambas memperoleh tambahan 10 poin dan akhirnya keluar sebagai pemenang tingkat provinsi.
Video perdebatan antara peserta dan dewan juri pun menyebar luas hingga memancing kritik tajam dari masyarakat terhadap profesionalisme pelaksanaan lomba nasional tersebut.
Kini, di tengah tekanan publik yang terus membesar, pihak MPR RI akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengumumkan klarifikasi resmi.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resmi MPR RI, panitia menyatakan telah menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara yang bertugas dalam perlombaan tersebut.
Dewan juri yang dinonaktifkan yakni Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, Indri Wahyuni, serta Kepala Biro Pengajian Konstitusi Setjen MPR RI, Dyastasita Widya Budi.
Baca juga: Disalahkan Juri Cerdas Cermat, Josepha Alexandra Kini Bernasib Mujur, Dapat Beasiswa S1 ke Tiongkok
Sementara itu, dua pembawa acara yang turut dinonaktifkan adalah Shindy Luthfiana dan Said Akmal.
Keputusan tersebut langsung menjadi perhatian besar publik karena dianggap sebagai bentuk tanggung jawab atas polemik yang mencoreng ajang pendidikan nasional itu.
"Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini," demikian pernyataan resminya dikutip dari akun Instagram MPR, Selasa (12/5/2026).
Tak hanya itu, MPR RI juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan lomba agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
"MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel," sambungnya.
Baca juga: Berani Protes ke Juri, Josepha Alexandra Peserta Cerdas Cermat MPR Muncul, Sindir Ucapan MC: Lucunya
Speaker Alami Gangguan
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, mengungkapkan penyebab adanya peristiwa ini diduga akibat adanya gangguan speaker yang mengarah ke juri.
Ia menyebut hal itu diduga mengakibatkan jawaban peserta tidak terdengar jelas oleh juri meskipun terdengar oleh penonton maupun siaran langsung atau live streaming di YouTube MPR RI.
“Informasi yang saya terima, speaker yang mengarah ke juri mengalami gangguan sehingga jawaban peserta kurang terdengar jelas. Sementara di live YouTube dan ke audiens penonton, suara terdengar jelas,” ujar Faisal, dikutip dari Kompas.com.
Di sisi lain, Syarif mengatakan pihaknya telah memanggil Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak beserta tim pendamping LCC untuk membahas persoalan ini.
Selain itu, dia juga meminta pihak sekolah mengikuti mekanisme resmi yang berlaku dengan mengajukan peninjauan ulang kepada penyelenggara lomba.
Kendati demikian, ia mengeklaim SMAN 1 Pontianak menerima hasil perlombaan ini dan meminta tetap adanya evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terjadi ke depannya.
“Kita selesaikan sesuai ketentuan lomba dan semua pihak harus menunjukkan sikap kesatria,” tegas Faisal.
Disorot Gubernur Kalbar
Gubernur Kalbar, Sutarmidji, pun turut menyoroti polemik terkait LCC ini.
Dia mengapresiasi kepada peserta dari SMAN 1 Pontianak yang bernai memprotes keputusan juri yang menyatakan jawabannya salah.
Sutarmidji juga menyatakan juri dalam kompetisi ini tidak kompeten.
"Saya apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim SMAN 1 Pontianak atas keberaniannya dalam mengoreksi tim juri yang tidak berintegritas."
"Kelihatan juri memang tidak kompeten, apalagi buat alasan artikulasi segala," katanya dikutip dari akun Threads pribadinya.
(Tribunnewsmaker.com/ Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)