Jengkel Pada Kader Tak Berpotensi, Megawati: Kalau Punya Anak Tak Bisa Maju di 2024, Jangan Dipaksa
Megawati merasa jengkel dengan kader tak berpotensi: Kalau anaknya tak bisa, jangan dipaksa maju di 2024.
Penulis: Irsan Yamananda
Editor: ninda iswara
Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

"Kenapa sih harus di situ (Monas)?"
"Kenapa sih enggak di tempat lain? Kan begitu," kata Megawati dalam pidato di acara pengumuman calon kepala daerah di Kantor DPP PDI-P, kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (19/2/2020) seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Ia menegaskan bahwa Monas adalah kawasan cagar budaya yang dilindungi.
Karena itu, tidak semestinya kawasan Monas dijadikan arena balap Formula E.
"Monas itu di dalam keputusan, peraturan, itu adalah cagar budaya," ujar Megawati.
• Beri Hadiah Megawati Soekarnoputri Berupa Lukisan Banteng, Berikut Penjelasan Ridwan Kamil!
• Berpeluang Jadi Gubernur DKI hingga Dipuji Megawati, Risma Wali Kota Surabaya: Biar Tuhan yang Atur
• 47 Tahun PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri Merasa Gelisah: Beberapa Hari Ini Saya Merenung
Dalam kesempatan itu, Megawati pun menekankan kepada para kadernya untuk tak bertindak di luar ketentuan yang diatur dalam peraturan perundangan.
"Peraturan itu ya peraturan."
"Nah, kalian itu juga mesti tahu jangan sampai melanggar peraturan," kata Megawati.
Meski demikian, Megawati Soekarnoputri meminta publik tidak membentur-benturkan dirinya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Permintaan tersebut menyusul kritik Megawati terhadap penyelenggaraan Formula E oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Garis bawahi jangan pula saya dibentur-benturkan sama Pak Anies," ujar Megawati saat berpidato di acara pengumuman calon kepala daerah di Kantor DPP PDI-P, kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Megawati meluruskan, dirinya hanya berpegang pada aturan perundangan yang ada bahwa Monumen Nasional ( Monas), tempat Formula E digelar, merupakan kawasan cagar budaya yang semestinya dilindungi.
"Saya hanya ngomong, Monas itu sudah pasti peraturannya merupakan cagar budaya. Apa artinya? Tidak boleh dipergunakan untuk apapun juga," lanjut Megawati.