Maruf Amin Minta India Tiru Indonesia Soal Toleransi Beragama: Bisa Jaga Harmoni & Kerukunan
Wapres Maruf Amin minta India tiru Indonesia soal toleransi beragama: Bisa jaga harmoni & kerukunan.
Editor: Irsan Yamananda
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Wapres Maruf Amin minta India tiru Indonesia soal toleransi beragama: Bisa jaga harmoni & kerukunan.
Kerusuhan yang berlangsung di ibu kota India, New Delhi, sempat menjadi perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia.
Seperti diketahui, kerusuhan tersebut telah menelan korban tewas hingga 42 orang.
Mengutip dari Kompas.com, bentrokan itu terjadi pada Minggu (23/2/2020), dan mengalami eskalasi ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkunjung selama dua hari.
Para korban tewas kerusuhan India tidak hanya terjadi dari kalangan warga sipil, tetapi juga polisi yang tengah menjaga keamanan.
Ketegangan itu dipicu UU Kewarganegaraan kontroversial, Citizenship Amendment Act (CAA) yang disahkan oleh pemerintah pada 2019.
Dilansir BBC, CAA atau juga dikenal sebagai Citizenship Amendment Bill (CAB) merupakan amendemen UU Kewarganegaraan lama India berusia 64 tahun.
Pada dasarnya, undang-undang tersebut mendefinisikan migran ilegal adalah mereka yang memasuki India tanpa dokumen resmi, atau tinggal lebih dari masa berlaku visa.
Seorang migran harus tinggal di India, atau bekerja bagi negara selama 11 tahun sebelum mereka bisa mengajukan proses menjadi warga negara.
Namun, dalam CAA, terkandung pengecualian bagi mereka yang berasal dari enam komunitas keagamaan minoritas, yakni Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi, dan Kristen.
• Candaan Bibi Ardiansyah Pada Vanessa Angel Jadi Sorotan, Kamu Sekarang Ga di Online Itu
• Fakta Pertemuan Gibran Rakabuming dengan Tri Rismaharini di Solo, Ungkap Alasan hingga Program Kerja
• Vanessa Angel Akui Sempat Masih Merokok & ke Disko karena Tak Tahu Jika Hamil, Kini Punya Naluri Ibu
Mereka bisa mengajukan izin tinggal jika mereka bisa membuktikan diri berasal dari negara seperti Pakistan, Afghanistan, serta Bangladesh.
Mereka diharuskan untuk tinggal dan bekerja di Negeri "Bollywood" selama enam tahun sebelum bisa dinaturalisasi sebagai warga negara.
Menanggapi hal ini, Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap India dapat meniru Indonesia sebagai sama-sama negara majemuk.
Indonesia bisa menjadi acuan India dalam membangun toleransi dan moderasi dalam beragama.
"Kami menginginkan agar India bersikap seperti kita, Indonesia yaitu membangun toleransi, moderasi di dalam beragama," ujar Ma'ruf di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (4/3/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/waki-presiden-indonesia-maruf-amin.jpg)