Breaking News:

Kritik Penanganan Corona Pemerintah, Dedi Mulyadi: Bukan Lewat Gambar & Postingan, Tapi Aksi

Dedi Mulyadi angkat bicara soal penanganan penyebaran virus corona di Indonesia. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah aksi, bukan gambar/ postingan.

Tayang:
Editor: Irsan Yamananda
TribunNewsmaker.com Kolase/ KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA/ Warta Kota/Muhammad Azzam
Dedi Mulyadi 

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dedi Mulyadi: Penanganan Corona Bukan Lewat Gambar dan Postingan, Tapi Lewat Aksi".

Achmad Yurianto: 117 Kasus Tersebar di 8 Provinsi

Achmad Yurianto
Achmad Yurianto (YouTube/ Kompas TV)

Diberitakan sebelumnya, juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto, memberitahukan perkembangan terkini kasus covid-19 di tanah air.

Menurutnya, hingga Minggu 15 Maret 2020 sudah ada 117 pasien yang positif virus corona.

Angka ini bertambah 21 kasus dari pengumuman yang dilakukan sebelumnya.

Mengutip dari Kompas.com, "Per hari ini dari lab yang saya terima pagi ya, hari ini kita dapatkan 21 kasus baru, di mana 19 di antaranya di Jakarta, 2 di Jawa Tengah," kata Juru bicara penanganan virus Corona Achmad Yurianto.

Menurutnya, penambahan kasus di Jakarta merupakan hasil penelusuran kontak dari kasus sebelumnya.

Selain itu, Achmad Yuri juga mengatakan bahwa kasus virus corona telah tersebar di delapan provinsi di Indonesia.

WNI Positif Virus Corona Bertambah, Diduga Tertular Pasien Kasus 1, Ini Fakta dan Kondisinya!
Ilustrasi virus corona (Shutterstock)

Delapan provinsi yang dimaksud adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Banten.

"Kita lihat sebarannya sekarang melebar ke Jakarta DKI, Jawa Barat di sekitar DKI termasuk di Bandung, kemudian Tangerang, Jawa tengah sudah kita dapatkan kasusnya di Solo dan Jogja, di Bali, di Manado, Pontianak," kata Yuri di Gedung BNPB di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2020).

Saat ini pemerintah sedang menelusuri kasus virus corona di daerah yang dimaksud.

"Ini yang membuat kita tracing lebih keras lagi, ini yang jadi penting di dalam perubahan respons terkait WHO menyatakan ini sudah Pandemi," ujarnya.

 Tanggapi Penyebaran Corona di Indonesia, Jokowi: Saatnya Kita Belajar, Kerja, dan Ibadah di Rumah

 Viral Burung-burung Putih Memutari Kabah Seperti Tawaf saat Area Ditutup karena Corona, Ini Videonya

Yuri berharap, setiap daerah bisa terus melakukan pengawasan yang lebih ketat dengan pendekatan base case dan community base.

"Tetapi harus fokus pada community base berbasis pada masyarakat informasi."

"Data akan kami rilis di website, website ini akan kita satukan ke BNPB," pungkasnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Tags:
Dedi Mulyadivirus coronaJawa Barat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved