Derek Chauvin, Polisi yang Menindih George Floyd hingga Tewas Ternyata Punya Banyak Kasus Bermasalah
Sosok Derek Chauvin, polisi yang menindih George Floyd hingga tewas jadi sosok yang dibenci di Amerika, ternyata terlibat sederet hal bermasalah
Penulis: Talitha Desena Darenti
Editor: ninda iswara
Dirinya menyekapnya George Floyd dengan lututnya di aspal.
Floyd tidak bisa bernapas hingga akhirnya terkulai lemas.
Dirinya sempat mengatakan pada polisi jika tidak dapat bernafas.
Badannya menjadi kesakitan terutama di perut dan pernafasannya.
Namun polisi tersebut tidak mempedulikan kondisi George Floyd.
Padahal orang-orang yang ada di tempat tersebut meminta polisi untuk berhenti.
Orang-orang juga merekam kejadian tersebut.
Namun Derek Chauvin tetap meletakkan lututnya di leher George hingga sekitar 8 menit.
Kemudian George pun perlahan-lahan kehilangan kesadarannya.
Dirinya kemudian dibawa ambulans dan menerima perawatan.
Sayangnya, George Floyd dinyatakan meninggal dunia pada Senin 25 Mei 2020.
Kematian George menuai kemarahan dari masyarakat terutama masyarakat Minneapolis.
Terjadi demonstrasi meminta keempat polisi yang terlibat untuk dihukum setimpal.
Keempat polisi itu dipecat dari Kepolisian Minneapolis usai kematian korban.
FBI tengah menyelidiki kasus ini hingga berita ini diturunkan.