19 Batik yang Dipakai Ahok Saat Sidang Penistaan Agama Dilelang, Berikut Rincian Harganya

Acara ini merupakan kerja sama BTP Foundation dan benihbaik.com untuk masyarakat Indonesia yang membutuhkan bantuan.

POOL / REPUBLIKA / RAISAN AL FARISI via Kompas.com
Terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengikuti sidang lanjutan yang digelar PN Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017). 

Namun, ada kebijakan tersendiri bagi orang-orang yang ingin mendapatkan batik pertama ini.

"Karena Pak Ahok ulang tahun ke-54 jadi kami memberikan kesempatan kepada siapapun ikutan di lelang ini, tetapi siapa pun yang akan ikut harus menambah kelipatannya Rp. 500.000," kata Andy F Noya selaku pembawa acara dalam konferensi pers virtual, Senin malam. 

Batik kedua yang dilelang adalah yang digunakan Ahok pada persidangan 20 Desember 2016.

Batik ini ternyata memiliki cerita tersendiri karena dibeli dan dijahit bersamaan dengan milik Presiden RI, Joko Widodo.

"Batik ini Pak Jokowi punya persis tapi kombinasi dari tukang jahitnya dibikin beda, waktu itu kita bikinnya bareng cuma dibentuk kombinasinya beda," kata Ahok.

Batik kedua dibuka harganya dari Rp 296 sesuai dengan tanggal kelahiran pria bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama tersebut.

Ahok Buka-bukaan Tentang Jabatan Sebagai Komut Pertamina, Ungkap Jadi Gubernur Lebih Enak, Kenapa?

Terakhir, batik berwarna biru dan putih merupakan batik yang digunakan Ahok dalam sidang putusan pada 9 Mei 2017.

Ada filosofi menarik di balik batik biru putih yang dibeli Ahok dari Riana Kusuma tersebut.

"Saya baru tahu batik ini ada yang menafsirkan bahwa ini batik duka cita dalam peranakan China dulu."

"Ini coraknya untuk mengatakan duka cita atas hukum kita yang masih berdasarkan massa," kata Ahok.

Cinta Kuya Niat Ngerjain Ahok Lewat Telepon, Tapi Malah Tak Berkutik Gegara Ini, Gantian Kena Prank

Sayangnya, BTP Foundation sendiri belum menentukan harga awal untuk batik terakhir yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam perjalanan karier Ahok.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Irsan Yamananda
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved