Breaking News:

Virus Corona

2 Titik Kritis Penularan Covid-19 Bagi Orang yang Pergi ke Tempat Kerja & Sekolah

Dewi melanjutkan, di transportasi umum juga kadang warga lupa mencuci tangan setelah memegang sesuatu.

Editor: Irsan Yamananda
SHUTTERSTOCK via Kompas.com
Ilustrasi virus corona atau covid-19. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengungkap dua titik kritis penularan Covid-19 di sekolah atau tempat kerja.

Dewi menjelaskan, titik pertama adalah saat jam makan siang yang membuat pelajar atau pekerja melepaskan masker.

"Kalau makan buka masker masih mengobrol kanan kiri, kira-kira bagaimana tuh?" tanya Dewi dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

"Itu yang harus kita hindari juga, ada titik kritis pada saat makan siang," imbuhnya.

Sementara titik kritis kedua adalah saat berada di moda transportasi umum.

Menurut Dewi, beberapa moda transportasi umum sulit untuk memberlakukan jaga jarak aman.

WHO Sebut Covid-19 Bisa Menyebar Lewat Udara atau Airborne, Berikut Cara untuk Lindungi Diri

UPDATE Corona Nasional Jumat 17 Juli 2020: Bertambah 1.574, 6 Provinsi Nihil Kasus Baru

Mengapa Bayi di Dalam Kandungan Bisa Terinfeksi Corona? Simak Penjelasan Ahli

Ilustrasi virus corona atau covid-19.
Ilustrasi virus corona atau covid-19. (SHUTTERSTOCK via Kompas.com)

Selain itu, warga juga kadang lupa mencuci tangan setelah memegang sesuatu di transportasi umum.

"Jadi potensi penularannya lebih tinggi plus jangan lupa tangan ya, kalau sudah memegang apa pun itu, pegangan gitu ya, dicuci atau tidak dengan hand sanitizer, terus lupa main mengusap muka misalnya," ujarnya.

Dewi pun berharap masyarakat lebih berhati-hati di transportasi umum.

Serta tidak lupa memberlakukan jaga jarak baik di transportasi umum ataupun saat jam makan siang.

"Ini titik kritis yang lain yang kadang kita juga harus ingatkan di transportasi umum jauh lebih hati-hati," ucap dia.

Seperti diketahui, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan, masih ada penambahan kasus baru pasien positif Covid-19 hingga Kamis (16/7/2020).

Menurut Yuri, berdasarkan data yang dihimpun pemerintah hingga pukul 12.00 WIB, Kamis, ada penambahan 1.574 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.

Jumlah ini didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 23.947 spesimen dalam 24 jam terakhir.

"Sehingga secara akumulatif ada 81.668 kasus positif Covid-19 (di Indonesia) sampai saat ini, " kata Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Kamis sore.

Achmad Yurianto
Achmad Yurianto (YouTube/ Kompas TV)
Halaman
1234
Tags:
virus coronaCovid-19sekolah
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved