VIRAL Ospek Online, Senior Bentak Mahasiswa Karena Tak Pakai Ikat Pinggang, Ini Kata Rektor Unesa
Media sosial diramaikan dengan video ospek online yang diadakan oleh mahasiwa Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Media sosial diramaikan dengan video ospek online yang diadakan oleh mahasiwa Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Video tersebut viral di media sosial baik Twitter maupun Instagram.
Dalam video nampak beberapa senior sedang membentak mahasiswa baru.
Mereka kesal karena mahasiswa baru tidak memakai ikat pinggang.
Ospek online tersebut pun langsung menjadi sorotan.
Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut.
• Selain PNS, Masyarakat & Mahasiswa Bisa Dapat Uang Pulsa Rp 150 Ribu per Bulan, Ini Syarat Mudahnya
• Mahasiswa Beli Motor dengan Uang Koin Sekarung Hasil Menabung, Butuh Waktu 5 Jam untuk Hitung

Warganet pun menilai tidak seharusnya senior memberi tahu dengan membentak atau nada tinggi.
Kendati demikian, tidak sedikit pula yang memberikan pembelaan.
Mengenai viralnya video ospek tersebut, Rektor Universitas Negeri Surabaya ( Unesa) Nurhasan pun angkat bicara.
Nurhasan menyayangkan kasus mahasiswa baru yang dibentak senior saat pelaksanaan ospek daring.
Kegiatan tersebut terjadi saat Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKBM) di Fakultas Ilmu Pendidikan.
Nurhasan mengatakan ada kesalahan alam koordinasi pelaksanaan PKKMB.
"Kami menyayangkan kejadian tersebut, dan ada kesalahan dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB pada salah satu fakultas di Unesa," kata Nurhasan, melalui rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (15/9/2020) pagi.
Nurhasan mengaku, bersama pimpinan kemahasiswaan dari fakultas terkait, dia telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan.
Seluruh masalah yang ada akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
Di sisi lain, kata Nurhasan, Unesa mendukung pelaksanaan PKKMB guna menambah wawasan terkait dunia kampus untuk mahasiswa baru agar cepat beradaptasi dalam menyukseskan pembelajaran di lingkup pendidikan tinggi tanpa adanya aksi kekerasan dalam bentuk apapun.
"Kami menjadikan ini sebagai catatan evaluasi penting yang diharapkan menjadi masukan untuk perbaikan dalam pengelolaan kegiatan kemahasiswaan ke depan," ujar dia.
Sebelumnya, sebuah potongan video berdurasi 30 detik viral di media sosial sejak Senin (14/9/2020) malam.
Video tersebut diketahui sebagai aktivitas ospek daring mahasiswa baru di Kampus Unesa.
Seorang mahasiswi baru berjilbab nampak ketakutan karena dibentak oleh seniornya karena tidak menggunakan ikat pinggang.
Tiga orang senior membentak mahasiswi baru tersebut.
Sementara si mahasiswi mengatakan, "maaf kak".
Nampak logo kampus Unesa di sebelah kiri atas video dan logo kegiatan PKKBM FIP Unesa 2020 di bagian kiri bawah.
Informasi kegiatan juga nampak dalam running teks di bawah layar video.
• VIRAL Dosen Tetap Layani Bimbingan Meski Lagi Liburan Keluarga, Ingat Perjuangan Jadi Mahasiswa
• SYOK Mahasiswa Ini Tengok Apartemennya yang Ditinggalkan 5 Bulan, Sudah Dihuni Mahkluk Lain
Kasus Lain: Viral Ospek Mahasiswa Minum Air Ludah
Kegiatan orientasi mahasiswa baru Fakultas Perikanan dan Kelautan di Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan.
Video yang memperlihatkan mahasiswa baru menaiki anak tangga dengan cara jongkok dan meminum air bercampurludah secara estafet mendapatkan reaksi negatif.
Tindakan ini dianggap tidak pantas.
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ismunandar mengatakan, pihaknya telah membuat aturan seputar pelaksanaan kegiatan orientasi mahasiswa baru atau Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
“Perguruan tinggi tidak diperbolehkan mengembangkan model pengenalan kampus sesuai dengan interpretasi masing-masing sehingga terjadi penyimpangan antara lain aktivitas perpeloncoan oleh senior, kekerasan fisik, dan atau psikis yang dapat berakhir dengan adanya korban jiwa yang tentu saja dapat menimbulkan kecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan bagi mahasiswa baru, orang tua dan masyarakat pada umumnya,” kata Ismunandar saat dihubungi Kompas.com, Jumat (30/8/2019) siang.
Melalui akun resmi Instagram Kemenristek Dikti, @ristekdikti, mengimbau seluruh lingkungan pendidikan baik sekolah maupun perguruan tinggi untuk tidak melakukan perpeloncoan terhadap murid atau mahasiswa baru.
“Masa orientasi siswa juga harus dimanfaatkan menjadi wadah bagi para mahasiswa baru untuk melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri,” demikian keterangan dalam unggahan di akun Instagram Kemenristek Dikti.
Kegiatan orientasi dipandang sebagai ajang mempercepat proses adaptasi siswa atau mahasiswa dengan lingkungan yang baru.
Selain itu, untuk memberikan bekal saat akan menempuh pendidikan.
Panduan umum yang dikeluarkan Kemenristek Dikti mengacu tiga peraturan, yaitu Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggara Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, serta Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 50 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Sementara itu, asas pelaksanaannya berdasarkan asas keterbukaan, demokratis, dan humanis.
Dalam tiga asas tersebut, ditekankan bahwa pelaksanaan kegiatan orientasi dilaksanakan dengan menghormati hak dan kewajiban masing-masing pihak yang terlibat dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru.
Penekanan lainnya, dilakukan berdasarkan kemanusiaan yang adil, beradab, anti-kekerasan dan mengedepankan prinsip persaudaraan.
Adapun bentuk kegiatan yang tercantum dalam aturan itu, kegiatan dilaksanakan dalam bentuk:
- Ceramah
- Latihan keterampilan
- Diskusi
- Tugas mandiri
- Kunjungan langsung
- Penyelenggaraan pameran
- Permainan
- Studi kasus, dan/atau praktik secara langsung dengan memanfaatkan media kreatif atau teknologi informasi.
Sebelumnya diberitakan, dalam video viral yang beredar, terlihat beberapa mahasiswa baru mengenakan jas almamater berwarna kuning menaiki anak tangga dengan cara jalan jongkok dan membawakan tas para seniornya.
Senior yang mayoritas mengenakan kaus warna biru gelap itu mengelilingi mahasiswa baru tersebut sambil tertawa.
Terlihat pula salah satu laki-laki mengenakan baju kotak-kotak coklat berniat membantu membawakan tas yang dibawa mahasiswa baru.
Namun, dicegah oleh seorang mahasiswi berbaju biru gelap dengan cara menendang. Tak hanya satu video.
Video lainnya memperlihatkan para mahasiswa duduk di sebuah ruangan dan diminta bergantian meminum air putih pada wadah kemasan gelas.
Selanjutnya, air yang diminum dikeluarkan kembali ke dalam gelas, dan diberikan kepada mahasiswa yang ada di sebelahnya.
Pihak Universitas Khairun menyatakan permintaan maaf atas peristiwa ini.
Mahasiswa yang dinilai terlibat telah diberikan sanksi skorsing. (Tribunnewsmaker/*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Unesa Menyayangkan Kasus Senior Bentak Mahasiswa Baru Saat Ospek" dan "Viral Ospek Mahasiswa Minum Air Ludah, Kemenristek Dikti Serukan Hentikan Perpeloncoan"