Klarifikasi Lengkap Presiden Perancis Emmanuel Macron Soal Pernyataannya yang Kontroversial
Macron mengaku paham kenapa umat Muslim marah lantaran kartun kontroversial yang menggambarkan Nabi Muhammad tersebut.
Penulis: Irsan Yamananda
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sosok Presiden Perancis Emmanuel Macron sedang ramai diperbincangkan masyarakat dunia, khususnya umat muslim.
Tak sedikit dari mereka yang mengecam pernyataan kontroversial Macron.
Ia dianggap merendahkan agama Islam dan umat muslim.
Tak ingin masalah semakin berlarut, Presiden Perancis tersebut akhirnya memberikan klarifikasinya.
Macron mengaku paham kenapa umat Muslim marah lantaran kartun kontroversial yang menggambarkan Nabi Muhammad tersebut.
Hal tersebut Macron ungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera.
Walau begitu, Macron tidak pernah bisa menerima pembenaran atas tindakan kekerasan.
Baca juga: KECAM Macron, Jokowi Tegaskan Dalih Kebebasan Ekspresi di Perancis Cederai Agama, Tak Bisa Ditolerir
Baca juga: Soal Sikap Emmanuel Macron, Joko Widodo: Indonesia Juga Mengecam Keras Pernyataan Presiden Perancis
Baca juga: Terkenal & Banyak Fans, 4 Artis Indonesia Ini Pilih Pindah Warga Negara, Anggun Menetap di Perancis
Macron beranggapan bahwa posisinya saat ini telah disalahpahami.
Menurut Macron, perannya saat itu bukanlah mendukung konten kartun yang dipandang sebagai penghujatan oleh umat Islam.
Namun, posisinya adalah untuk membela hak atas kebebasan berekspresi.
"Perancis berada dalam kondisi syok setelah serangan ini, dengan perasaan sedih dan marah."
"Dan untuk pertama kalinya saat kami mengalami serangan ini, ada reaksi kuat yang menyerang Perancis secara internasional, atas dasar banyak kesalahpahaman dan itulah mengapa saya ingin menjernihkannya," ujar Macron kepada Al Jazeera seperti dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: 7 Fakta Emmanuel Macron, Presiden Prancis Termuda yang Menikahi Nenek Berusia 67 Tahun
Pernyataan itu disampaikan setelah serangan mematikan di sebuah gereja di Nice, yang menewaskan tiga orang.
Ini adalah insiden serangan ketiga yang diduga dilakukan oleh kelompok radikal dalam satu bulan terakhir.
Ketegangan terus memanas antara Perancis dan sejumlah negara Muslim, terkait kartun Nabi Muhammad.
Beberapa mendesak pemboikotan produk Perancis setelah Macron membela hak untuk menggunakan gambar tersebut, dalam konteks kebebasan berekspresi.
Menteri Dalam Negeri Perancis mengatakan kemungkinan akan terjadi lebih banyak serangan militan.
Pada Sabtu (31/10/2020), seorang pendeta Ortodoks ditembak dan terluka di Lyon.
Pelaku penembakan telah ditangkap, namun hingga kini belum diketahui motif serangan tersebut dan pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.
Baca juga: TAK Peduli Harga, Arie Untung Singkirkan Tas Mewah Istri Berlabel Merk Perancis: Gak Layak di Lemari
Apa yang dikatakan Macron?
Macron mengatakan, dia meyakini bahwa reaksi keras dari negara-negara Muslim karena orang-orang telah salah memahami bahwa dia mendukung kartun itu, atau bahwa kartun itu dibuat oleh pemerintah Perancis.
"Saya memahami sentimen yang diungkapkan."
"Tapi Anda harus memahami tugas saya sekarang, yakni melakukan dua hal: untuk menenangkan kondisi dan juga melindungi hak-hak ini," ujarnya, merujuk pada hak berekspresi bagi mereka yang menciptakan kartun tersebut.
"Saat ini di dunia ada orang yang mendistorsi Islam dan dengan mengatasnamakan membela agama, mereka membunuh, mereka membantai... saat ini ada kekerasan yang dilakukan oleh gerakan dan individu ekstremis yang mengatasnamakan Islam."
Macron juga mengatakan pemboikotan produk-produk Perancis yang diserukan di tengah kemarahan negara Islam itu "tidak dapat diterima".
Baca juga: KECAM Macron, Jokowi Tegaskan Dalih Kebebasan Ekspresi di Perancis Cederai Agama, Tak Bisa Ditolerir
Apa konteks dari pernyataan Macron?
Tiga orang ditikam hingga tewas di Nice pada Kamis oleh seorang pria Tunisia yang tiba di kota bagian selatan Perancis itu sehari sebelumnya.
Perancis segera meningkatkan kewaspadaan keamanan nasionalnya ke tingkat tertinggi, dengan mengerahkan lebih banyak aparat keamanan ke tempat-tempat ibadah dan sekolah di seluruh negeri.
Sementara kantor berita Tunisia melaporkan, dua orang telah ditahan di negara itu untuk dimintai keterangan terkait serangan di Nice, yang dilakukan oleh seorang pria Tunisia.
Awal bulan ini, seorang guru dibunuh di pinggir kota Paris, setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada beberapa siswanya.
Menanggapi serangkaian serangan tersebut, Presiden Perancis sejak 2017 tersebut tidak akan pernah menyerah pada kekerasan.
Masalah ini telah menyebabkan ketegangan dengan beberapa negara mayoritas Muslim, yang diekspresikan lewat pembakaran patung Macron di Bangladesh dan perang kata-kata dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mempertanyakan kesehatan mental Macron.
Respon Pemerintah Indonesia
Jokowi mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina umat Islam.
Hal tersebut ia ungkapkan dalam tayangan konferensi pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Video tersebut diunggah pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020.
"Yang pertama, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice, yang telah memakan korban jiwa," ujar Jokowi.
"Kedua, Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Perancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," tuturnya.
Jokowi mengatakan, pernyataan Macron dapat memecah belah persatuan antar-umat beragama di dunia.
Apalagi saat ini dunia sedang membutuhkan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19.
Kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan, kesucian, serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.
"Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme adalah sebuah kesalahan besar."
"Terorisme adalah terorisme," tutur Jokowi.
"Teroris adalah teroris."
"Teroris tidak ada hubungannya dengan agama apa pun," kata dia.
Terakhir, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik.
Dalam konferensi pers tersebut, Jokowi didampingi oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para menteri, dan sejumlah perwakilan organisasi keagamaan.
Perwakilan yang hadir antara lain dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Lalu, ada juga Konferensi Wali Gereja imIndonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI).
Setelah itu, turut hadir juga Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), dan Majelis Tinggi Agama Khong Hu Cu Indonesia (Matakin).
(TribunNewsmaker/ Irsan Yamananda)
Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Presiden Perancis Beri Klarifikasi soal Pernyataan Kartun Nabi Muhammad".
dan di Tribunnews Soal Pernyataannya yang Kontroversial, Ini Klarifikasi Lengkap Presiden Perancis Emmanuel Macron
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/presiden-prancis-emmanuel-macron-ikut-serta.jpg)