Breaking News:

Iran vs AS

Konflik Iran vs AS di Selat Hormuz, Jerman Siap Kirim 3 Kapal untuk Misi Pengamanan Internasional

Konflik Iran vs AS di Selat Hormuz memanas Jerman siap 3 kapal untuk misi pengamanan internasional!

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan Iran–AS di Selat Hormuz kembali meningkat dan mengancam jalur perdagangan minyak dunia.
  • Jerman berencana mengerahkan tiga kapal perang untuk mendukung misi pengamanan internasional di kawasan tersebut.
  • Langkah ini masih menunggu mandat PBB dan berpotensi memicu penolakan dari Iran.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah konflik antara Iran dan Amerika Serikat di wilayah strategis Selat Hormuz memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas jalur perdagangan energi dunia. 

Selat yang menjadi urat nadi distribusi minyak internasional itu kini berada dalam kondisi rawan akibat meningkatnya aktivitas militer kedua negara. 

Situasi tersebut mendorong berbagai negara besar untuk mengambil langkah antisipatif guna mengamankan jalur pelayaran internasional. 

Di tengah memanasnya kondisi geopolitik, Jerman menjadi salah satu negara Eropa yang ikut ambil bagian dalam misi pengamanan multinasional. 

Berlin dikabarkan telah menyiapkan tiga kapal perang untuk mendukung operasi keamanan maritim di kawasan tersebut.

Rencana ini merupakan bagian dari upaya kolektif negara-negara sekutu dalam menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz

Meski demikian, langkah tersebut diperkirakan dapat memicu sensitivitas baru di tengah penolakan Iran terhadap kehadiran militer asing di wilayahnya. 

Situasi ini menjadikan Selat Hormuz kembali menjadi titik panas geopolitik dunia yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Baca juga: Mendadak Berubah! Terbongkar Alasan Presiden AS Donald Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran

Seperti diketahui, pemerintah Jerman berencana mengerahkan tiga kapal untuk mendukung misi internasional pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Rencana tersebut mencuat setelah pembahasan dalam rapat Dewan Keamanan Nasional Jerman yang dipimpin Kanselir Friedrich Merz.

Majalah Der Spiegel melaporkan, pertemuan itu turut membahas berbagai isu strategis, termasuk dinamika politik dan ekonomi global serta situasi terkini di kawasan Timur Tengah pada Selasa (21/4/2026).

Dewan Keamanan Nasional Jerman disebut mempertimbangkan pengerahan dua kapal penyapu ranjau dan satu kapal logistik sebagai bagian dari kontribusi dalam misi tersebut.

Partisipasi Jerman dalam operasi ini tetap mensyaratkan adanya mandat internasional sebagai dasar hukum, sebagaimana diberitakan Antara, (22/4/2026).

Mandat tersebut diharapkan berasal dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar keterlibatan Jerman memiliki legitimasi global.

IRAN VS AS-ISRAEL - Garda Revolusi Iran menyerang kapal angkatan laut dalam latihan militer di Selat Hormuz, 25 Februari 2015. Ketegangan Amerika Serikat-Iran meningkat, seiring 10 kapal perang AS mengepung Iran pada akhir Januari 2026.
IRAN VS AS-ISRAEL - Garda Revolusi Iran menyerang kapal angkatan laut dalam latihan militer di Selat Hormuz, 25 Februari 2015. Ketegangan Amerika Serikat-Iran meningkat, seiring 10 kapal perang AS mengepung Iran pada akhir Januari 2026. (KOMPAS.com/FARS/HAMED JAFARNEJAD)

Selain pengerahan kapal, Jerman juga mengusulkan penggunaan pesawat pengintai berukuran kecil untuk mendukung misi pemantauan.

Halaman 1/2
Tags:
IranAmerika SerikatSelat Hormuz
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved