Breaking News:

FPI Bubarkan Massa Deklarasi Anti Makar di Karawang, Terjadi Aksi Kejar-kejaran & Nyaris Adu Pukul

Dari video yang beredar, tampak sejumlah anggota FPI dan masyarakat terlihat mengejar dan berusaha memukul peserta aksi itu.

YouTube/ Kompas TV
FPI bubarkan aksi anti makar di Karawang, Jawa Barat 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sekelompok orang yang menamakan dirinya Aliansi Kerakyatan Anti Makar (AKAM) jadi perbincangan hangat warga Karawang beberapa waktu terakhir.

Bagaimana tidak, aksi kelompok tersebut dibubarkan oleh anggota Front Pembela Islam (FPI) yang saat ini jadi sorotan masyarakat Tanah Air.

Seperti diketahui, Imam Besar FPI Rizieq Shihab ramai dibahas lantaran menggelar acara yang dianggap tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Pembubaran tersebut bermula dari AKAM yang menggelar aksi di depan kantor Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Aksi yang diberi nama deklarasi anti makar tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 November 2020.

Dalam aksi itu, AKAM menuntut Habib Rizieq Shihab untuk diproses secara pidana karena dianggap melanggar protokol kesehatan.

Baca juga: Spanduk Rizieq Dicopot TNI, FPI Curiga atas Perintah Jokowi: Yang Bisa Memerintah Hanya Presiden

Baca juga: Keluarga Rizieq Shihab Kompak Tak Penuhi Panggilan Polisi, Sang Anak & Menantu Pergi ke Tempat Lain

Baca juga: Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman Turunkan Baliho Rizieq Shihab,Ini Reaksi FPI, Lucu Juga Ya

Melansir dari pemberitaan Kompas TV, tak terlihat aparat kepolisian yang mencegah aksi demonstrasi tersebut.

Beberapa waktu kemudian, anggota FPI Karawang yang tiba menggunakan sepeda motor langsung membubarkan acara.

Mereka mendekat ke lokasi peserta aksi hingga membuat orator diam dan demonstran lainnya panik.

Menurut para anggota FPI tersebut, massa aksi hanya pesanan yang berisi fitnah kepada Habib Rizieq Shihab.

Sontak, demo itu dibubarkan oleh pihak FPI hingga membuat peserta aksi langsung panik dan kalang kabut.

Sebagian anggota FPI juga mengusir mobil yang dijadikan mobil komando dalam acara deklarasi itu.

Mobil yang digunakan sebagai mobil komando sendiri berhasil meninggalkan lokasi aksi.

Tak hanya pengusiran, sejumlah anggota FPI juga terlihat mengejar dan berusaha memukul sejumlah peserta deklarasi yang hadir dalam acara itu.

Kegiatan deklarasi anti makar ini sendiri batal berjalan setelah sejumlah peserta meninggalkan lokasi akibat aksi pembubaran ini.

Dari video yang beredar, tampak sejumlah anggota FPI dan masyarakat terlihat mengejar dan berusaha memukul peserta aksi itu.

Baca juga: 77 Orang Klaster Petamburan & Megamendung Positif Covid, Benarkah Rizieq Juga Kena? Ini Kata FPI

Pengurus DPW FPI Karawang, Abu Fatih "Umat Islam Karawang merasa bahwa tema itu kurang pas itu. Habib Rizieq makarnya gimana, kan selama ini kami tidak melakukan makar."

"Selama ini kami tidak punya musuh siapa-siapa. Musuh kami hanya kezaliman, ketidakadilan dan kemunkaran," ujarnya.

Penjelasan kapolres

Mengenai hal ini, Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra angkat bicara.

Ia mengatakan jika terdapat personil intel yang turut membubarkan kedua belah pihak.

"Kejadian begitu cepat ya 5 menit kemudian pasukan belum tiba di lokasi tetapi sudah clear, sudah tidak ada masalah, sudah kondusif," jelasnya dikutip dari Kompas.tv

Baca juga: POPULER - Keluarga Rizieq Shihab Tak Penuhi Panggilan Polisi, Anak & Menantu Pergi ke Tempat Lain

Pihaknya juga terus mengimbau kepada masyarakat untuk tak membuat acara yang mengakibatkan kerumunan massa.

Spanduk Rizieq Dicopot TNI, FPI Curiga atas Perintah Jokowi

Di tempat lain, muncul dugaan yang menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo memerintahkan pencopotan baliho Rizieq Shihab.

Dugaan tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Tak hanya itu, ia juga turut menyinggung tugas TNI dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004.

Tugas yang dimaksud yakni operasi militer perang dan operasi militer selain perang.

"Untuk operasi militer selain perang (OMSP) yang bisa memerintahkan hanya Presiden," kata Munarman dalam keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020).

Bagi Munarman, langkah TNI yang mencopot baliho serta menurunkan pasukan ke wilayah Petamburan bukan merupakan bentuk operasi perang.

Baca juga: Keluarga Rizieq Shihab Kompak Tak Penuhi Panggilan Polisi, Sang Anak & Menantu Pergi ke Tempat Lain

Baca juga: Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman Turunkan Baliho Rizieq Shihab,Ini Reaksi FPI, Lucu Juga Ya

Baca juga: PENYEBAB TNI/ Polri Ikutan Repot Tangani Rizieq & FPI, Sindiran Jusuf Kalla: Ada Kekosongan Pemimpin

Karena itu, ia menganggap kegiatan tersebut dikategorikan sebagai OMSP.

Kegiatan yang Munarman maksud di mana TNI bergerak atas dasar keputusan politik negara.

"Itu artinya kebijakan politik negara yang langsung diputuskan oleh Presiden saat ini adalah spanduk, baliho dan nakut-nakutin FPI," kata dia.

Munarman menyesalkan tindakan TNI yang sampai menurunkan baliho Rizieq.

Baca juga: POPULER Deretan Pernyataan Pangdam Jaya, Usul FPI Dibubarkan, Beri Peringatan Keras ke Rizieq Shihab

Padahal ia menilai masih banyak hal prioritas lain yang perlu dilakukan.

Seperti yang diketahui, Rizieq Shihab tengah menjadi sorotan karena dianggap mengumpulkan kerumunan.

Yang pertama ketika kedatangannya di Bandara Soekarno Hatta dan juga ketika Maulid Nabi pada 14 November 2020.

Peristiwa-peristiwa tersebut tengh diusut Polda Metro Jaya.

Belum selesai masalah tersebut, muncul masalah lain yang melibatkan Rizieq Shihab.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Rizieq Shihab. Mayjen TNI Dudung Abdurachman berani usul bubarkan FPI dan perintahkan prajuritnya copot baliho Habib Rizieq.
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Rizieq Shihab. Mayjen TNI Dudung Abdurachman berani usul bubarkan FPI dan perintahkan prajuritnya copot baliho Habib Rizieq. (YouTube/ Kompas.com)

Di media sosial sejumlah orang berseragam TNI menurunkan spanduk dan baliho Pemimpin FPI Rizieq Shihab.

Baliho tersebut dipasang di berbagai sudut ibu kota.

Ternyata, baliho-baliho tersebut diperintahkan untuk diturunkan oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Pasalnya, baliho-baliho tersebut dipasang tanpa ijin.

Dudung memastikan operasi untuk penurunan baliho ilegal Rizieq masih terus berlanjut.

Baca juga: PERINTAHKAN Copot Baliho Rizieq Hingga Sebut Bubarkan FPI, Ini Profil Mayjen TNI Dudung Abdurachman

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," kata Dudung usai apel pasukan di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020) pagi kepada wartawan.

Kata Dudung, sebelumnya satpol PP sudah mencopot baliho-baliho tersebut.

Namun pihak FPI kembali memasang baliho tersebut.

Sehingga Dudung berpikir TNI harus turun tangan.

"Ini negara negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho itu sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajaknya, tempatnya sudah ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar," kata Dudung.

Dudung pun memastikan operasi untuk menurunkan baliho Rizieq masih akan terus berlanjut. Semua baliho Rizieq yang ilegal akan ditertibkan oleh pasukannya.

Baca juga: Deretan Pernyataan Pangdam Jaya: Beri Peringatan pada Rizieq Shihab hingga Usul FPI Dibubarkan

Tak hanya mengomentari soal spanduk, Dudung juga melontarkan pernyataan keras lainnya kepada Rizieq dan FPI. Ia bahkan mengusulkan agar organisasi tersebut dibubarkan.

"Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur, suka sukanya sendiri," kata dia.

Dia juga menyesalkan ceramah Rizieq yang dianggapnya telah menghujat TNI-Polri dalam acara maulid nabi yang digelar FPI beberapa waktu lalu.

Ia pun mengingatkan Rizieq dan FPI untuk tidak menggangu persatuan dan kesatuan di wilayah Kodam Jaya.

"Jangan coba-coba ganggu persatuan dan kesatuan di Jakarta. Saya panglimanya. Kalau coba-coba akan saya hajar nanti," kata Dudung.

Mendengar pernyataan Dudung itu, prajurit TNI yang berada di Monas pun langsung bertepuk tangan. Dudung kemudian merespon itu.

Baca juga: Sosok Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman yang Turunkan Baliho Rizieq Shihab, Saat Kecil Jual Kue

"Semua prajurit mendukung. Siap kalian ya?" kata Dudung.

"Siaaap," jawab para prajurit TNI kompak.

Usai apel itu, pasukan TNI pun langsung bergerak. Pasukan dengan mengendarai sepeda motor menggelar razia dari arah Monas menuju Patung Kuda, kemudian ke arah Bank Indonesia, pasar Tanah Abang, Slipi, lalu kembali ke Monas.

Mereka langsung mencopot baliho bergambar Rizieq Shihab yang ditemui di sepanjang jalan.

(TribunNewsmaker/ Irsan Yamananda)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul FPI Bubarkan Massa Deklarasi Anti Makar di Karawang, Ada Aksi Kejar-kejaran & Nyaris Adu Pukul.

Ikuti kami di
Penulis: Irsan Yamananda
Editor: Talitha Desena
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved