Breaking News:

KONDISI Jenazah Jenderal Ahmad Yani & Sutoyo Paling Memilukan, Begini Kesaksian Penggali Kubur

Cerita menyayat hati pengangkat jenazah 7 pahlawan revolusi dari lubang buaya. Kondisi jenazah Jenderal Ahmad Yani & Jenderal Sutoyo menyedihkan.

Kolase Foto: indocropcircles.wordpress.com/tribunnews/bartzap.com/net via TribunManado.co.id
(Ilustrasi) Kesaksian Eks Personel KKO AL Pengangkat Jenazah Korban G30S di Sumur Lubang Buaya, Jasad Jenderal Ahmad Yani Paling Mengenaskan 

TRIBUNMATARAM.COM - Ini cerita menyayat hati pengangkat jenazah 7 jenderal pahlawan revolusi dari lubang buaya. Kondisi jenazah Jenderal Ahmad Yani dan Jenderal Sutoyo paling menyedihkan.

Dari kondisi jasadnya tampak mendapat perlakuan paling kejam dari Gerakan 30 September / G30S

Lebih dari 50 tahun silam, oknum-oknum tertentu berusaha mengkomuniskan Indonesia.

Gerakan yang ingin mengganti dasar negara Pancasila dengan Komunis ini menyasar 7 orang perwira tinggi Angkatan Darat lantaran dianggap vokal menghalangi niatan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dengan memanfaatkan Resimen Tjakrabirawa, G30S/PKI menculik dan membunuh perwira tinggi Angkatan Darat.

Mengutip Akun Youtube MTA TV, Senin (30/9/2019) dalam tayangan video tersebut mewawancarai Pelda (Purn) Sugimin dan Pelda (Purn) Evert Julius Ven Kandou.

Keduanya adalah tentara yang diberikan tugas oleh Komandan KKO AL saat itu Mayjen Hartono untuk mengangkat jenazah korban G30S di Lubang Buaya, Kompleks Halim.

Baca juga: TEKA-TEKI Mengapa Soeharto Tak Diculik & Dibunuh G30S, Malah Muncul Sebagai Pahlawan, Kini Terjawab!

Ade Irawan dan film Pengkhianatan G30S PKI
Ade Irawan dan film Pengkhianatan G30S PKI (Kolase TribunNewsmaker.com/ PPFN / Istimewa)

Sugimin dan Ven Kandou termasuk dari 12 orang yang jadi saksi hidup melihat kekejaman apa yang dilakukan PKI terhadap tujuh perwira TNI AD.

Awal keduanya ditugasi saat itu 3 Oktober 1965 sore hari, seorang personel Kostrad bernama Kapten Sukendar mendatangi Pusat Kormar untuk menemui perwira dinas disana.

Tujuan Kapten Sukendar ialah meminta bantuan personel KKO AL untuk mengangkat jenazah para perwira TNI AD atas mandat dari Pangkostrad Mayjen Soeharto.

Lantas Sugimin dan Kandou bersama rekan-rekan naik truk menuju Lubang Buaya.

HALAMAN BERIKUTNYA >>>

Ikuti kami di
Editor: Agung Budi Santoso
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved