Breaking News:

Penanganan Covid

181,5 Juta Orang Jadi Target Vaksinasi Covid-19, Prioritas Tenaga Kesehatan & Petugas Pelayan Publik

Indonesia terus berkoordinasi dengan perusahaan penyedia vaksin diantaranya Sinovac, Novavax, AstraZeneca, Pfizer, dan COVAX/GAVI.

europeanpharmaceuticalreview.com
ILUSTRASI vaksin Covid-19. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pemerintah terus mengupayakan pengadaan vaksin Covid-19, untuk memenuhi target tercapainya kekebalan kelompok, dibutuhkan kurang lebih sebanyak 468,8 juta dosis vaksin yang diperuntukkan bagi 181,5 juta jiwa.

Indonesia terus berkoordinasi dengan perusahaan penyedia vaksin diantaranya Sinovac, Novavax, AstraZeneca, Pfizer, dan COVAX/GAVI.

Sinovac merupakan vaksin dari Tiongkok, Novavax dan Pfizer dari Amerika Serikat, AstraZeneca dari Inggris, dan COVAX/GAVI yang diinisiasi oleh aliansi vaksin Gavi serta didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

Baca juga: 80 Persen Pegawai Dinas Kependudukan & Catatan Sipil Bulukumba Dikabarkan Covid-19, Ini Faktanya

Baca juga: 17 Artis Positif Covid-19 di Sepanjang Tahun 2020: Andrea Dian, Dewi Perssik Hingga Pevita Pearce

Dari kelima jalur tersebut telah diperoleh jumlah dosisnya mencapai 400 juta dosis. Jumlah ini akan diupayakan untuk ditambah.

“Kita memastikan bahwa kita bisa mengamankan jumlah tersebut,” tutur Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
dalam keterangan pers yang disiarkan di Kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Selasa (29/12/2020).

Budi merinci dari 400 juta dosis tersebut, 100 juta dosis vaksin berasal dari Sinovac, 100 juta dosis dari Novavax, 100 juta dosis vaksin dari AstraZeneca, dan 100 juta dari Pfizer.

“Diharapkan vaksin-vaksin ini bisa datang secara bertahap ke Indonesia dan kita bisa segera melakukan penyuntikan bagi seluruh rakyat Indonesia yang 181 juta orang,” ungkapnya.

Perihal rencana penyuntikan, Budi menjelaskan rencana vaksinasi akan dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama dengan periode vaksinasi mulai Januari-April 2021 akan diprioritaskan bagi 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayan publik.

“Sama dengan negara lain, bahwa tenaga kesehatan adalah prioritas utama yang akan di vaksinasi, karena mereka adalah garda terdepan penanganan pandemi ini,” ucapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Irsan Yamananda
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved