Breaking News:

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang! Pahami Aturan Pembatasan bagi Kantor, Sekolah hingga Tempat Makan

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di wilayah Jawa-Bali.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi mall selama PPKM atau PSBB. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di wilayah Jawa-Bali.

Sebelumnya, PPKM Jawa-Bali dilakukan selama dua pekan, yakni dari 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

Kemudian pemerintah kembali memperpanjang PPKM selama dua pekan terhitung setelah 25 Januari 2021.

Kepala Staf Presiden Moeldoko menjelaskan sedari awal pemerintah terus melakukan pemantauan evaluasi penerapan PPKM.

Hasil evaluasi ini akan menjadi rekomendasi diperpanjang atau tidaknya PPKM.

Baca juga: PSBB Wilayah Jawa dan Bali Diberlakukan Mulai Hari Ini, Berikut Kegiatan yang Dibatasi

Baca juga: Covid-19 Makin Mengkhawatirkan, Pemprov DKI Jakarta Kembali Perketat PSBB Mulai 11-25 Januari 2021

Transjakarta selama PSBB.
Transjakarta selama PSBB. (Instagram/@gen6018_)

“Kalau nanti dalam dua minggu itu ternyata tingkat kesadaran masyarakat belum tinggi, disiplinnya semakin hari semakin menurun dan seterusnya pasti akan ada langkah-langkah berikutnya yang ya sifatnya sama bagaimana pembatasan itu," ujar Moeldoko di kantornya, Rabu (20/1/2021).

Berdasarkan tayangan dari KompasTV, di kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Syafrizal menjelaskan hasil pelaksanaan PPKM menunjukkan bahwa angka positivity rate belum mengalami penurunan yang signifikan.

Maka dari itu, PPKM akan diperpanjang selama dua minggu kedepan terhitung setelah tanggal 25 Januari 2021.

Jika dalam evaluasinya belum menunjukkan penurunan, maka ada kemungkinan untuk diperpanjang lagi di wilayah Jawa dan Bali.

Pihaknya juga mengimbau agar daerah yang memiliki jumlah kasus Covid-19 tinggi dapat melakukan perbaikan dalam semua aspek, melakukan improvisasi dalam mengatasi masalah kesehatan agar dapat menurunkan jumlah kasus dan menaikkan indikator kesembuhan.

Halaman selanjutnya ======>

Ikuti kami di
Editor: Delta Lidina
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved